- HeadlineBlunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai
- daerahLaporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan
- daerahPerkuat Sinergitas, Kapolsek Iptu Doni Dermawan Kunjungi Uspika dan Tokoh Masyarakat demi Jaga Kondusivitas
- daerahDi Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak
- daerahMakan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap diam yang diambil.
Dalam opininya bertajuk “Pemakzulan Gibran dan Tanggung Jawab Ketua Umum Partai”, 14 Oktober 2026, CHS menegaskan bahwa masyarakat sipil perlu mengubah strategi perjuangan dengan mendatangi langsung pimpinan partai untuk menuntut sikap dan keputusan yang jelas.
Menurut CHS, penerimaan delegasi masyarakat, penyerahan dokumen, dan janji menampung aspirasi oleh fraksi DPR tidak cukup apabila tidak disertai tindak lanjut konkret.
“Para ketua umum partai harus menjelaskan sikapnya secara terbuka. Jika mendukung pemeriksaan, tunjukkan langkah konkretnya. Jika menolak, sampaikan alasan hukum dan politiknya kepada masyarakat,” demikian substansi pandangan CHS.
Ia menegaskan, secara konstitusional, proses pemakzulan tetap harus melalui DPR, Mahkamah Konstitusi (MK), dan MPR sebagaimana diatur dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945. Ketua umum partai tidak memiliki kewenangan langsung untuk memberhentikan wakil presiden, tetapi pengaruh politik mereka terhadap sikap fraksi harus disertai pertanggungjawaban kepada publik.
CHS juga menekankan bahwa tuntutan pemakzulan harus didasarkan pada bukti dan argumentasi konstitusional yang dapat diuji, bukan semata-mata ketidaksukaan politik terhadap seseorang.
TB. Massa Djafar: Partai Dikuasai Oligarki
Merespons pandangan CHS tersebut, Assoc. Prof. TB. Massa Djafar, Ph.D., pengamat politik sekaligus Ketua Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional, menilai persoalan Gibran berkaitan erat dengan perubahan mendasar dalam sistem kepartaian Indonesia.
TB. Massa melihat adanya pergeseran serius dalam tata kelola partai politik, ketika keputusan strategis tidak lagi bertumpu pada kedaulatan anggota, melainkan terkonsentrasi pada ketua umum dan elite partai.
Menurutnya, partai politik saat ini semakin menyerupai korporasi yang dikendalikan oleh para oligarki. Elite yang membangun dan mengembangkan partai dengan modal politik maupun finansial cenderung menempatkan kepentingan kekuasaan sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.
“Partai layaknya sebuah korporasi. Dikelola dan dimiliki oleh para oligarki partai. Kalkulasi politik lebih didasarkan pada untung-rugi kepentingan. Politik transaksional menjadi kultur baru di lingkungan partai,” demikian pandangan TB. Massa, Kamis (15/10/2026).
Ia menilai, dalam model kepartaian seperti ini, keputusan politik berisiko semakin jauh dari pertimbangan ideologis dan aspirasi rakyat yang seharusnya diperjuangkan partai.
TB. Massa juga mengkritik sikap elite politik yang dinilainya terlalu percaya diri dalam mengejar ambisi kekuasaan, bahkan ketika ambisi tersebut berhadapan dengan akal sehat, moral, dan etika politik.
“Para elite politik terlalu percaya diri. Untuk meraih ambisi kekuasaannya, mereka melawan akal sehat, mengabaikan moral dan etika politik, serta melawan asas kepatutan dan norma-norma hukum, konstitusi maupun perundang-undangan. Pelanggaran politik yang dilakukan tetap akan menjadi soal di kemudian hari, ketika turun takhta,” tegas TB. Massa.
Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan tidak memberikan kekebalan politik maupun moral kepada siapa pun. Keputusan yang diambil demi kepentingan sesaat dapat meninggalkan persoalan panjang yang harus dipertanggungjawabkan ketika kekuasaan berakhir.
Dominasi elite tersebut juga dinilai menghambat tumbuhnya oposisi yang kuat sebagai mekanisme check and balances. Padahal, oposisi diperlukan untuk mencegah pemusatan kekuasaan dan menjaga agar demokrasi berjalan secara sehat.
Gibran dan Blunder Politik Elite Partai
TB. Massa menilai lolosnya Gibran menjadi wakil presiden, yang kini terus dipersoalkan, merupakan cermin buruknya kultur politik kepartaian di Indonesia.
Ia memandang, persoalan tersebut tidak cukup dilihat sebagai kontroversi seorang individu, tetapi harus ditempatkan dalam konteks keputusan dan kalkulasi politik para elite partai yang berperan dalam proses pencalonannya.
Dalam pandangannya, keputusan yang lahir dari kompromi elite dan kepentingan pragmatis dapat berubah menjadi blunder politik berkepanjangan. Ketika ambisi kekuasaan mengalahkan pertimbangan etika, kepatutan, dan prinsip konstitusional, konsekuensinya tidak berhenti pada individu yang menduduki jabatan publik, tetapi juga dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap partai dan sistem demokrasi.
Karena itu, TB. Massa sependapat dengan substansi pandangan CHS bahwa tanggung jawab politik harus ditagih kepada para ketua umum partai.
Jika pimpinan partai memiliki kendali besar terhadap arah keputusan politik, mereka juga harus bersedia mempertanggungjawabkan keputusan tersebut kepada publik. Persoalan tidak semestinya dibebankan hanya kepada anggota DPR atau fraksi, sementara elite yang menentukan arah politik berada di luar sorotan.
Pembenahan Partai Menjadi Agenda Mendesak
Lebih jauh, TB. Massa menilai persoalan ini menunjukkan pentingnya pembenahan demokrasi internal partai. Kedaulatan anggota harus diperkuat agar partai tidak menjadi instrumen kepentingan segelintir elite.
Sementara itu, desakan terhadap ketua umum terkait polemik Gibran harus tetap ditempatkan dalam koridor hukum dan konstitusi. Proses pemakzulan merupakan kewenangan lembaga negara sesuai mekanisme UUD 1945, bukan keputusan sepihak pimpinan partai.
Pandangan CHS dan respons TB. Massa pada akhirnya bertemu pada satu kesimpulan: persoalan Gibran bukan semata-mata persoalan individu, melainkan juga ujian terhadap tanggung jawab elite dan kualitas demokrasi internal partai politik Indonesia.
Bagi para elite politik, kekuasaan mungkin dapat diraih melalui kompromi dan kalkulasi politik. Namun, kekuasaan tidak menghapus pertanggungjawaban atas keputusan yang diambil. Ketika jabatan berakhir, keputusan yang dahulu dianggap menguntungkan bisa berubah menjadi beban politik dan sejarah. (X)
dito
13 Okt 2026
NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …
Taufik Hidayat
12 Okt 2026
Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …
- Banyuwangi
08 Okt 2026
PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …
- Banyuwangi
07 Okt 2026
PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …
21 Nov 2024 2.465 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.889 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.646 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.645 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.544 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.505 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.322 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.