Home » Headline » FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

FSAB : Di Peringatan Hardiknas 2023, Laksanakan Ajaran KH Dewantara, Solusi Krisis Keteladanan di Dunia Pendidikan Nasional

dito 03 Mei 2023 267

NasionalPos.com, Jakarta- Tak bisa dipungkiri saat ini dunia pendidikan di Indonesia sedang dihadapkan pada krisis keteladanan yang mengingkari motto Pendidikan nasional yang didengungkan oleh KH Dewantoro, yakni Ing Ngarso Sung Tuladha Ing Madya Mbangun Karsa, Tut Wuri Handayani, demikian disampaikan Suryo Susilo ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa kepada pers, Selasa, 2 Mei 2023 kemaren  di Jakarta.

“Saat ini terjadi fenomena diduga tenaga pendidik, guru, dosen maupun rektor terlibat kasus perbuatan melawan hukum, ada yang terlibat korupsi, ada yang terlibat asusila dan bahkan ada yang terlibat jual-beli gelar akademik, sungguh ini situasi amat memprihatinkan.”ungkap Suryo Susilo.

Fenomena itu, lanjut Suryo Susilo, tanpa disadari berdampak pada hilangnya kepercayaan peserta didik terhadap para pendidik, dan menimbulkan sikap galau, kondisi tersebut diperparah lagi oleh maraknya kasus dalam dunia pendidikan yang sedang viral, baik di dunia nyata maupun maya, seperti kasus perundungan atau bullying, pelecehan seksual, intimidasi, perbuatan mesum, kekerasan fisik, tindak pidana, dan sebagainya.

Semua itu bukti tidak terbantahkan yang menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia yang justru mengalami kemuduran dari arah yang seharusnya sesuai dengan tujuan negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Ternyata kemajuan dari segi fisik bukanlah segalanya, lengkapnya fasilitas pendidikan dan megahnya bangunan sekolah/kampus bukan faktor pendukung utama terwujudnya tujuan Pendidikan.

“Fokus utama pendidikan harus dikembalikan ke asalnya yaitu peningkatan mutu sumber daya pendidik dan tenaga pendidik agar mampu mendidik peserta didik baik dari aspek pola fikir maupun pola sikap (termasuk budi pekerti), serta keteladanan pendidik sebagai metode dalam mempersiapkan dan membentuk karakter peserta didik, baik moral, spiritual maupun sosial yang baik.” tukas Suryo Susilo.

Baca Juga :  Diduga Adanya Provokasi dan Asumsi Sebagai Pemicu Terjadinya Tragedy Berdarah 1965 ?

Hal senada juga disampaikan Bimo anggota FSAB Muda, saat dihubungi wartawan, dihari yang sama di tempat terpisah, ia mengatakan pendidikan selalu menjadi tonggak utama dalam membentuk karakter generasi muda serta mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka. Akan tetapi, yang perlu kita ingat bahwa pendidikan itu tidak hanya sekedar berkisar pada pendidikan formal saja, seperti sekolah, universitas, dll. Pendidikan juga harus melibatkan keluarga dan lingkungan.

“Nah terkait dengan fenomena krisis keteladanan yang disinyalir melanda generasi milineal, saya kira tidak perlu mata pelajaran khusus tentang keteladanan tokoh bangsa, karena sudah ada mata pelajaran sejarah yang seharusnya sudah mengajarkan hal tersebut.” ucap Bimo.

Menurut Bimo, justru Peran keluarga dan lingkungan dalam hal pendidikan generasi muda semakin menjadi vital di era digital ini, di mana anak muda bisa mengakses berbagai konten, baik yang positif maupun yang negatif, dengan sangat mudah. Keluarga dan juga tenaga pendidik memiliki peran yang vital serta tanggung jawab yang besar untuk tetap mengawasi dan memberikan pemahaman yang positif mengenai hal-hal yang diakses oleh anak setiap harinya.

Bimo juga mengingatkan Pendidikan, baik dasar, menengah maupun tinggi, adalah kunci di era modern ini. Semakin berkembangnya teknologi, pendidikan akan semakin berperan penting dalam menentukan masa depan seseorang, sementara itu, tren kapitalisasi pendidikan tentunya dapat meningkatkan resiko ketidakadilan di masyarakat, khususnya di perguruan tinggi. Seperti yang tertulis dalam UUD 1945, salah satu tugas utama Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Ini Lima Isu Strategis yang Dibahas dalam MGMAC dan AMF 2023

“Sudah saatnya bagi pemerintah untuk membuat pendidikan tinggi di Indonesia menjadi lebih terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, maka pemerintah dapat membantu membuka pintu mobilisasi sosial bagi masyarakat dengan memberikan mereka kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.” ucapnya.

Selain itu, lanjut Bimo, melalui memberikan kesempatan Pendidikan seluas-luasnya, maka akan mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia dapat semakin meningkat, namun demikian tidak boleh dilupakan mengenai keteladanan seperti yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan Nasional KH Dewantoro.

Melalui keteladanan sikap dan perilaku diharapkan bisa lebih menjadi perhatian seorang pendidik guna meningkatkan motivasi dan perilaku peserta didik, agar tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara ideal dan optimal.

“Solusi dari krisis keteladanan adalah melaksanakan dengan konsisten ajaran KH Dewantoro di dalam keberlangsungan dunia Pendidikan yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mbagun Karsa, Tut Wuri Handayani (di depan memberi keteladanan, ditengah-tengah memberikan motivasi bertindak luhur, dan dibelakang memberikan dorongan untuk memajukan) dunia Pendidikan Nasional. Selamat Hari Pendidikan Nasional, Majulah Pendidikan Nasional, Sejahterahlah Negeriku.” pungkas Bimo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

x
x