Home » Ekonomi » Hadapi Dampak Resesi Dunia Dengan Perkuat Ekonomi Rakyat Menengah Bawah

Hadapi Dampak Resesi Dunia Dengan Perkuat Ekonomi Rakyat Menengah Bawah

dito 03 Okt 2022 106

NasionalPos.com, Jakarta– Sinyal-sinyal bahwa ekonomi dunia berpotensi alami resesi pada 2023 kian tampak, yakni dengan adanya tren kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan hampir banyak negara di dunia secara bersamaan, serta belum adanya tanda-tanda berakhirnya perang Rusia-Ukraina, serta munculnya permasalahan krisis energy, menjadi permasalahan yang dapat memicu terjadinya resesi, meski begitu, Sri Mulyani percaya diri dengan menyebut bahwa perekonomian Indonesia masih cukup sehat dan aman dari ancaman resesi. Hal itu didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2022 yang berada di jalur positif dan inflasi yang masih terkontrol.

Sementara itu, penjelasan Menkeu Sri Mulyani mengenai Resesi Dunia, mendapatkan tanggapan beragam dari berbagai kalangan, diantaranya dari Faisal Saleh pengamat social politik, kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan saat ini Memang kondisi ekonomi dalam negeri dan global dalam kedaan tidak menentu. Karena itu harapan nya Pemerintah dapat mengelola keuangan negara dengan prinsip efisien dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan menambah nilai pertumbuhan bagi seluruh lapisan masyarakat khusus lapisan menengah bawah yang secara kwantitatif sangat besar.

“ Dampak resesi dunia, yang diprediksi bakal terjadi tahun 2023 tersebut, tentunya bukan hanya mempengaruhi roda perekenomian nasional maupun daerah, melainkan juga dapat berimplikasi pada kehidupan politik dan social masyarakat “ungkap Faisal Saleh kepada wartawan, Senin, 3 Oktober 2022 di Jakarta

Menurut Faisal, Resesi global sebenarnya pernah terjadi pada 2020 tetapi resesi lebih disebabkan karena krisis kesehatan.  Pada tahun ini, ancaman resesi global juga kian menjadi nyata. Perang Rusia-Ukraina, kebijakan moneter ketat, serta lonjakan harga pangan dan energi membuat ekonomi global akan melambat. Ancaman resesi global yang semakin nyata bisa menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia. Dampak negatif perlambatan ekonomi global bisa merembet melalui jalur ekspor hingga pasar keuangan, Tekanan inflasi yang tinggi, terutama pangan, bisa semakin membebani kelompok tidak mampu. Angka kemiskinan dikhawatirkan akan naik karena pendapatan mereka sebagian besar habis untuk konsumsi pangan.

Baca Juga :  Warga Acungi Jempol, Kinerja SDA Jaktim Bangun Saluran Air di Tiga Lokasi Berbeda

“Adapun dampak sosialnya, jelas akan menimbulkan permasalahan  bertambahnya pengangguran, kemudian harga kebutuhan hidup semakin melonjak maka akan mempengaruhi perilaku masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan berbagai cara, kondisi inilah yang dapat memicu terjadinya kriminalitas, efek lainnya adalah meningkatnya tingkat kecemasan masyarakat, “ungkap Faisal

Nah situasi tersebut, lanjut Faisal, apabila dibiarkan begitu saja, maka bakal ada kecenderungan munculnya perilaku social yang menyimpang dari masyarakat, terutama dari kalangan generasi milineal, misalnya, dengan adanya tekanan ekonomi yang tinggi, karena resesi, maka untuk melampiaskan kecemasan itu, mereka mudah tersulut emosinya, sehingga bisa memicu terjadinya tawuran, tindakan kriminal dengan beragam modus operandi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital, dengan gambaran tersebut, Indonesia harus bersiap terhadap segala kemungkinan dari dampak resesi global tersebut. Apalagi, kondisi perekonomian Indonesia juga cukup terpukul dengan pandemi Covid-19 yang menghasilkan jumlah warga miskin yang semakin banyak.

Baca Juga :  2.000 Penerbangan Dibatalkan Maskapai di AS

“Kondisi ini diharapkan harus segera diantisipasi, karena itu diperlukan langkah strategis yang sudah semestinya dipersiapkan oleh Pemerintah dan juga DPR, mungkin hari ini, seperti dikatakan Menkeu Sri Mulyani bahwa kondisi ekonomi Nasional aman dan sehat, tapi kita tidak tahu, jika tiba-tiba saja resesi dunia hadirnya diluar prediksi kita, lebih cepat dari yang kita prediksi, maka diperlukan langkah antisipasi, terutama antisipasi dampak social di masyarakat, jika resesi global itu terjadi,”tukas Faisal Saleh.

Faisal Saleh juga mengingatkan merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, indikator ekonomi Indonesia seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, transaksi berjalan, neraca pembayaran Indonesia (NPI), hingga ekspor impor masih sangat baik. Namun, nilai tukar terus melemah dan menunjukkan kinerja yang buruk, karena itu diperlukan langkah antisipasi, misalnya dengan memperkuat daya beli, resesi ekonomi bisa diatasi dengan membuat kebijakan dan proyek-proyek strategis untuk membangun iklim investasi agar investor tertarik menanamkan modalnya kembali.

“Kami juga berharap, pemerintah juga melakukan langkah antisipasi terhadap dampak resesi dunia, dengan melakukan edukasi kepada masyarakat, agar mengubah perilakunya melalui gerakan hidup hemat, tidak konsumtif, dan lebih focus pada prioritas pemenuhan kebutuhan hidup, ya, Resesi Dunia itu sebuah keniscayaan, jadi jangan cemas, hadapi dengan Penggunaan Anggaran tepat sasaran, dan juga dengan Perkuat Ekonomi Rakyat Menengah Bawah”pungkas Faisal Saleh (*dit)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara

dito

11 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).   Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …

Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

TNI AL Gelar Rekonsiliasi Internal untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

ardi

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …

x
x