Home » Headline » INDONESIA DARURAT KEMANUSIAAN DAN EKOLOGI: ISTANA SIBUK SALING SIKUT KEPENTINGAN, RAKYAT DAN ALAM MENANGGUNG KORBAN

INDONESIA DARURAT KEMANUSIAAN DAN EKOLOGI: ISTANA SIBUK SALING SIKUT KEPENTINGAN, RAKYAT DAN ALAM MENANGGUNG KORBAN

dito 04 Nov 2026 9

NasionalPos. Com, Jakarta- 

Menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di negeri ini, yang kurang mendapatkan perhatian percepatan penanganan dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam kurun waktu dua tahun ini.

 

Maka Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (GERMAS PP PMKRI) Rikardus Redja, kepada wartawan, Rabu, 4 November 2026 di Jakarta, ia menegaskan bahwa perjuangan organisasi tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab moral untuk membela nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

 

” Bagi PP PMKRI, Kemanusiaan dan ekologi merupakan dua persoalan fundamental yang saling berkaitan dan harus menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa, terutama negara sebagai pemegang mandat perlindungan rakyat dan pengelolaan lingkungan.” Ucap Richardus Redja.

 

Menurutnya, sejak awal tahun 2026 hingga November 2026, Indonesia dihadapkan pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah. Kondisi iklim, termasuk fenomena El Niño yang berpotensi memperpanjang musim kering dan meningkatkan risiko kekeringan, menjadi salah satu faktor yang memperbesar kerentanan terjadinya kebakaran.

 

Namun, imbuhnya, kondisi alam tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi bencana yang berulang. Karhutla bukan semata-mata persoalan cuaca, melainkan juga berkaitan dengan tata kelola lingkungan, pengawasan kawasan hutan, pencegahan, penegakan hukum, serta kesigapan negara dalam melindungi masyarakat.

 

” Berdasarkan pemantauan melalui Dashboard Penanganan Karhutla BNPB dan Sistem Pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan, kejadian kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung hingga November 2026. ” Ungkap Ricky panggilan akrabnya.

 

Situasi ini, lanjut Ricky, memperlihatkan bahwa penanganan karhutla masih menghadapi tantangan serius. Luas wilayah terdampak, ancaman kabut asap, risiko kesehatan masyarakat, kerusakan ekosistem, hingga ancaman terhadap permukiman menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai kejadian rutin tahunan.

 

 

” Negara tidak boleh sekadar hadir ketika api telah membesar. Negara harus hadir sebelum kebakaran terjadi, ketika masyarakat terancam, dan setelah bencana meninggalkan kerusakan.” Tukas Richardus Redja .

 

Karena itu, sambung Ricky, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memastikan langkah pencegahan, pemadaman, pelayanan kesehatan, perlindungan masyarakat, serta pemulihan lingkungan berjalan secara terpadu dan terukur.

 

 

Ia juga menambahkan bahwa di tengah situasi tersebut, desakan agar pemerintah menetapkan status bencana nasional atau status kedaruratan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan semakin mengemuka.

 

 

Penetapan status tersebut perlu dipertimbangkan berdasarkan skala bencana, kapasitas penanganan, dampak terhadap masyarakat, serta kebutuhan mobilisasi sumber daya.

 

” Karena itu PMKRI memandang bahwa keputusan mengenai status bencana harus didasarkan pada penilaian objektif dan mengutamakan keselamatan rakyat, bukan semata-mata pertimbangan citra atau kepentingan politik.” Tegas Ricky

 

Tidak hanya itu, Ricky juga mengungkapkan bahwa dampak karhutla juga tidak berhenti pada batas administratif wilayah Indonesia. Kabut asap berpotensi melintasi batas negara dan menjadi persoalan lingkungan regional. Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam termasuk negara yang memiliki kepentingan terhadap penanganan pencemaran asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

 

Oleh karena itu, ia berharap agar diplomasi lingkungan dan kerja sama regional perlu diperkuat. Namun, kerja sama internasional tidak boleh dipahami sebagai pengganti tanggung jawab negara.

 

“Pemerintah Indonesia tetap harus menjadi pihak utama yang memastikan perlindungan masyarakat dan pemulihan lingkungan di dalam negeri.” Ucap nya.

 

 

Di kesempatan ini, Ricky juga mengungkapkan bahwa di tengah situasi penanganan karhutla, pernyataan Menteri Lingkungan Hidup pada November 2026 mengenai adanya informasi intelijen tentang dugaan pembakaran secara sengaja untuk melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo menambah dimensi baru dalam polemik ini.

 

” Untuk itu, PMKRI memandang bahwa setiap dugaan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan harus diusut secara serius, transparan, dan berdasarkan bukti yang dapat di pertanggung jawabkan.” Kata Ricky

 

Namun, tambah nya, bahwa dugaan tersebut tidak boleh berhenti menjadi pernyataan di ruang publik. Aparat penegak hukum harus memastikan siapa pun yang terbukti terlibat, baik individu maupun korporasi, diproses sesuai hukum.

 

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa PMKRI mengingatkan agar narasi mengenai dugaan motif politik tidak menggeser perhatian dari persoalan mendasar: masyarakat membutuhkan udara bersih, lingkungan yang aman, pelayanan kesehatan, perlindungan tempat tinggal, dan kepastian bahwa negara hadir dalam menghadapi bencana.

 

 

Ricky juga menjelaskan bahwa Fokus penanganan harus tetap diarahkan pada keselamatan rakyat dan pertanggungjawaban atas kerusakan lingkungan, maka Pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, PMKRI bersama elemen gerakan pemuda menyuarakan keprihatinan terhadap penanganan karhutla melalui diskusi refleksi Sumpah Pemuda.

 

“Gerakan tersebut membawa pesan bahwa semangat persatuan pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui keberanian menyuarakan persoalan rakyat.” Jelas Ricky

 

Ia juga menambahkan bahwa Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah semestinya perlunya pemerintah mempertimbangkan peningkatan status penanganan karhutla menjadi bencana nasional atau status kedaruratan yang relevan.

 

Di sisi lain, menurut nya, pemerintah pusat menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki kapasitas untuk menangani karhutla tanpa harus meminta bantuan asing. Pernyataan tersebut tentu menjadi bagian dari sikap pemerintah dalam melihat kapasitas nasional.

 

Namun, PMKRI menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penanganan bencana bukan terletak pada kemampuan negara untuk menyatakan sanggup bekerja sendiri, melainkan pada sejauh mana masyarakat terlindungi, kebakaran dapat dikendalikan, korban dapat dicegah, dan kerusakan lingkungan dapat dipulihkan.

 

“Kedaulatan negara tidak boleh dimaknai sebagai penolakan terhadap kerja sama, terutama ketika keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan menjadi taruhan.” Tegas Ricky.

 

 

Ia juga mencermati bahwa Di tengah persoalan kemanusiaan dan ekologi tersebut, pada realitas nya saat ini, ruang publik kembali dipenuhi polemik politik di tingkat elite, mulai dari perkembangan putusan Mahkamah Agung terkait perkara ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga penetapan para Jenderal berbintang di tubuh POLRI dan pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam perkara dugaan akses atau penyadapan ilegal terhadap Presiden, tokoh publik, tokoh aktivis, ormas, LSM, dan lain-lain.

Baca Juga :  Jhonny G Plate Penuhi Panggilan Kejakgung, Jalani Pemeriksaan Dugaan Kasus KorupsiBakti Kominfo

 

 

” Justru itu PMKRI melihat bahwa dinamika politik elite tidak boleh menyita seluruh perhatian publik hingga persoalan yang menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat justru kehilangan ruang pembahasan. ” Kata Ricky

 

Oleh karena itu, ia mengemukakan pendapatnya bahwa ketika rakyat berhadapan dengan ancaman asap, gangguan kesehatan, kehilangan mata pencaharian, kerusakan hutan, dan ketidakpastian hidup, maka agenda perlindungan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama.

 

Ia juga mengingatkan agar Jangan sampai kegaduhan politik di pusat kekuasaan membuat semua pihak lupa bahwa di berbagai wilayah Indonesia, masyarakat masih berhadapan dengan ancaman kebakaran, asap, dan kerusakan lingkungan.

 

Perdebatan elite boleh berlangsung, ungkap nya, namun proses hukum harus tetap berjalan, tetapi tanggung jawab negara terhadap keselamatan rakyat tidak boleh ditunda.

 

 

“Atas dasar itu, PMKRI mengajak seluruh elemen gerakan mahasiswa, organisasi kepemudaan, masyarakat sipil, akademisi, komunitas lingkungan, serta seluruh elemen bangsa untuk menjaga konsistensi pengawalan terhadap isu kemanusiaan dan ekologi.” Ujar Ricky

 

Sekali lagi, ia menegaskan bahwa Gerakan mahasiswa tidak boleh mudah terseret oleh setiap dinamika politik yang berkembang, apalagi kehilangan arah perjuangan hanya karena perhatian publik berpindah dari satu polemik ke polemik lainnya.

 

 

Selain itu, ucapnya, PMKRI menegaskan bahwa perjuangan terhadap karhutla bukanlah gerakan sesaat yang hanya muncul ketika api membesar atau ketika isu tersebut menjadi perhatian media.

 

Ia juga menyampaikan bahwa Perjuangan ini harus menjadi gerakan berkelanjutan untuk mengawal kebijakan pemerintah, mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, mengawasi tanggung jawab korporasi, memperkuat perlindungan masyarakat terdampak, serta memastikan pemulihan ekosistem dilakukan secara serius.

 

Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk berdiri bersama masyarakat yang terdampak, menyuarakan mereka yang tidak memiliki ruang untuk didengar, dan mengingatkan negara ketika tanggung jawab perlindungan rakyat belum terpenuhi.

 

” Atas dasar itulah maka PMKRI menyerukan: KEMANUSIAAN JANGAN DIKALAHKAN OLEH KEGADUHAN ELIT, EKOLOGI JANGAN DIKORBANKAN DEMI KEPENTINGAN POLITIK DAN EKONOMI.” Tandas Ricky

 

Di akhir perbincangan nya dengan pers, ia menandaskan bahwa Api boleh dipadamkan, tetapi perjuangan tidak boleh berhenti. Kabut asap boleh menghilang, tetapi tanggung jawab negara dan gerakan masyarakat sipil untuk menjaga kehidupan harus terus menyala.

 

“PMKRI: SATU BARISAN DALAM PERJUANGAN KEMANUSIAAN DAN EKOLOGI.” Pungkas Ricky

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kaykia’s Coffee dan Resto Resmi Gelar Soft Opening, Hadirkan Konsep Heritage di Kota Padang

Zulwandi

04 Nov 2026

Padang, Nasionalpos.com -+ Menambah pilihan destinasi kuliner di Kota Padang, Kaykia’s Coffee dan Resto resmi menggelar pembukaan awal atau soft opening pada Selasa (3/11/2026). Berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Nomor 13, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, tepatnya di depan Kantor PLN, tempat usaha ini hadir menawarkan konsep kafe dan restoran dengan suasana nyaman bagi berbagai …

Poros Rawamangun Dukung Kapolri Usut Tuntas Penyadapan Ilegal

dito

03 Nov 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Markas Besar Kepolisian Negeri Republik Indonesia atau Mabes Polri angkat suara terkait kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi dan menengah.   Penangkapan diduga keterlibatan dalam penyadapan Presiden Prabowo Subianto. Isu penangkapan itu beredar sejak Selasa (3/11/2026) pagi. Di peroleh informasi yang menyebutkan bahwa ada sejumlah perwira tinggi dan menengah di Polri ditangkap dan diperiksa …

Kartu Pengawasan ( KPS ) Selesai Bus Mila Sejahtera Trayek Sumenep- Yogya Siap Launching

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H.

03 Nov 2026

NASIONALPOS.com SUMENEP, JATIM – Rencana pembukaan trayek baru Bus Mila Sejahtera rute Sumenep – Yogyakarta akhirnya menemui titik terang. Armada bus dari perusahaan otobus (PO) tersebut dijadwalkan akan melangsungkan peluncuran perdana (launching) pada tanggal 15 November 2026 mendatang. Informasi mengenai rencana operasional ini awalnya dihimpun dari salah satu kondektur Bus Mila Sejahtera bernama Luky. Menurutnya, …

Perketat Keselamatan, Petugas Terminal Arya Wiraraja Sumenep Periksa 30 Armada Bus dan Sediakan Wi-Fi Gratis Hasil Kerja Sama Diskominfo

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H.

03 Nov 2026

NASIONALPOS.com SUMENEP, JATIM — Komitmen terhadap keselamatan penumpang di ujung timur Pulau Madura terus diperkuat oleh jajaran petugas Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep. Di bawah kepemimpinan Koordinator Satuan Pelayanan (Wassatpel) Ucok Sutanto Siregar, S.H., kegiatan pengawasan dan pelayanan harian dijalankan secara disiplin dan terintegrasi. Setiap harinya, petugas terminal mengawali tugas dengan melakukan pemeriksaan kelaikan …

RTLH Kalimo’ok TA 2025 Garap Lintas Tahun, Inspektorat dan DPMD Sumenep Didesak Audit Investigatif

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H.

02 Nov 2026

NASIONALPOS.com SUMENEP, JATIM – Kasus dugaan karut-marut program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Anggaran (TA) 2025 di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, kini menggelinding panas. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Inspektorat Kabupaten Sumenep didesak untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Langkah ini dinilai mendesak setelah mencuatnya fakta dari Ketua Badan …

DINAMIKA MATA UANG Dollar AS DALAM BISNIS INDONESIA.

dito

02 Nov 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika, mantan Ketua Presidium PP GMNI di era Orde Baru.     1). Peran Dolar AS (US $) dalam dunia bisnis Indonesia. Sejak Era Order Baru, hingga sekarang, memang masih dominan.   Hal ini terlihat baik dari perspektif pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun dari sisi …

x
x