Home » Nasional » Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

- Banyuwangi 22 Mei 2026 121

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak lagi dipandang sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru justru memantik perhatian besar publik yang selama ini menunggu keberanian nyata aparat penegak hukum dalam membongkar berbagai persoalan yang dinilai mengendap tanpa kepastian. Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan dan laporan masyarakat, publik kini menaruh harapan besar sekaligus tekanan besar kepada pimpinan baru Kejari Banyuwangi, Jumat (22/05/2026).

Farid Gunawan bukan nama biasa di lingkungan Kejaksaan Agung RI. Sebelum dipercaya memimpin Banyuwangi, ia menduduki posisi strategis di bidang intelijen sebagai Kepala Subdirektorat III.B Direktorat III Jaksa Agung Muda Intelijen. Posisi itu dikenal memiliki peran penting dalam memetakan persoalan hukum berskala nasional, membaca pola permainan kepentingan, hingga mendalami dugaan penyimpangan yang sering kali sulit disentuh di daerah.

Melalui Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-518/C/05/2026 tertanggal 20 Mei 2026, Farid resmi ditempatkan di Banyuwangi. Penempatan mantan pejabat intelijen Kejagung di daerah yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik dan ekonomi cukup kuat itu langsung memunculkan spekulasi luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Banyuwangi kini tengah berada dalam perhatian serius Kejaksaan Agung.

Baca Juga :  Analis Politik Senior Ingatkan Pemerintah Soal situasi Keamanan di Papua

Sebagai daerah strategis penghubung Jawa-Bali dengan perputaran anggaran dan investasi yang besar, Banyuwangi selama ini tidak pernah sepi dari sorotan publik. Berbagai isu dugaan penyimpangan, tata kelola anggaran, hingga persoalan hukum yang ramai dibicarakan masyarakat kerap muncul ke permukaan. Namun ironisnya, tidak sedikit kasus yang dinilai publik berjalan lamban, bahkan seolah kehilangan arah tanpa kepastian hukum yang jelas.

Kondisi itulah yang kini membuat masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan Farid Gunawan. Publik tidak lagi ingin melihat penegakan hukum yang berhenti di level formalitas, konferensi pers, atau pencitraan institusi semata. Yang ditunggu masyarakat hari ini adalah keberanian nyata untuk menyentuh persoalan-persoalan besar tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi terhadap kekuasaan.

Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menegaskan bahwa publik Banyuwangi sudah terlalu lama menunggu hadirnya penegakan hukum yang benar-benar berpihak pada rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, kehadiran mantan pejabat intelijen Kejagung di Banyuwangi harus menjadi momentum perubahan, bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan.

“Publik Kabupaten Banyuwangi tentu berharap ada langkah konkret dan keberanian dalam merespons berbagai persoalan hukum yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Apalagi Kejaksaan Agung juga sudah menerima surat dan sejumlah laporan dari masyarakat Banyuwangi,” ujar Abi Arbain.

Baca Juga :  Diduga Tidak Adanya Transparansi BPP BBM dan Penerima Subsidi BBM, Di Ungkap Politisi PDI-P

Abi juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum saat ini berada di titik kritis. Menurutnya, masyarakat sudah semakin cerdas menilai mana penegakan hukum yang sungguh-sungguh dan mana yang hanya sebatas pertunjukan birokrasi tanpa keberanian menyentuh aktor-aktor kuat di belakang persoalan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum hanya bisa dibangun lewat keberanian, transparansi, dan sikap profesional. Banyuwangi membutuhkan penegakan hukum yang tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.

Kini sorotan publik sepenuhnya tertuju pada Kejari Banyuwangi di bawah kepemimpinan Farid Gunawan. Masyarakat menunggu apakah keberadaan mantan pejabat intelijen Kejagung itu benar-benar mampu menghadirkan gebrakan besar dalam membongkar berbagai persoalan hukum yang selama ini dianggap sensitif dan sulit disentuh, atau justru kembali tenggelam dalam rutinitas birokrasi penegakan hukum yang hanya ramai di awal namun sunyi dalam hasil.

Satu hal yang pasti, kursi Kajari Banyuwangi hari ini bukan sekadar simbol jabatan struktural. Di mata masyarakat, posisi itu telah berubah menjadi ujian keberanian dan integritas. Publik tidak sedang menunggu seremoni, baliho, atau pidato formal. Yang ditunggu rakyat Banyuwangi hari ini hanyalah satu: keberanian menegakkan hukum secara adil, terbuka, dan tanpa tebang pilih, siapa pun yang berada di belakangnya.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Blokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran.  Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang.   Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …

Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

x
x