Home » Headline » Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Dhio Justice Law 19 Mei 2026 134

Membaca Pembubaran Pesta Babi dari Perspektif Politik Keamanan

Oleh; Ridwan Umar

NasionalPos.Com, Jakarta – Pembubaran pemutaran film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah bukan sekadar soal film. Ia adalah cermin bagaimana negara membaca ancaman, mengelola ketakutan, dan mempertahankan legitimasi di tengah era perang narasi.

Di zaman modern, negara tidak lagi hanya takut pada senjata. Negara juga takut pada persepsi.

Sebab hari ini, opini publik dapat bergerak lebih cepat daripada operasi keamanan. Satu film, satu potongan video, atau satu diskusi kampus bisa menciptakan resonansi politik yang luas—terutama ketika menyentuh isu sensitif seperti Papua, militer, ketidakadilan sosial, atau relasi kekuasaan.

Karena itu, pembubaran pemutaran film Pesta Babi harus dibaca lebih dalam daripada sekadar tindakan aparat di lapangan. Ia menunjukkan bahwa negara masih melihat ruang diskusi publik sebagai wilayah yang harus diawasi ketat demi menjaga stabilitas politik.

Dalam logika keamanan nasional, langkah seperti ini sering dianggap wajar. Negara memiliki kepentingan menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik horizontal. Apalagi Indonesia memiliki sejarah panjang soal separatisme, konflik identitas, dan polarisasi sosial. Dari sudut pandang aparat, setiap narasi yang berpotensi memicu konsolidasi gerakan sosial sering dipandang sebagai risiko keamanan.

Baca Juga :  PAN Bantu Rakyat, DPD Banyuwangi Hadir untuk Mendengar Aspirasi dan Bantu Masyarakat

Masalahnya, pendekatan semacam ini menyimpan paradoks.

Semakin negara terlihat ingin membatasi diskusi, semakin publik bertanya: apa yang sebenarnya ditakuti?

Di era digital, pembubaran fisik tidak otomatis menghentikan penyebaran gagasan. Justru sebaliknya. Film yang sebelumnya hanya dikenal di lingkaran terbatas berubah menjadi isu nasional setelah dibubarkan. Media memberitakan. Media sosial memperdebatkan. Publik yang awalnya tidak tahu menjadi penasaran.

Negara mungkin menang membubarkan ruangan.
Tetapi belum tentu menang mengendalikan narasi.

Di sinilah tantangan terbesar pemerintahan modern muncul. Keamanan hari ini bukan hanya soal patroli dan kontrol wilayah, melainkan soal kemampuan menjaga legitimasi di ruang persepsi publik.

Baca Juga :  Orkestra kebangsaan MAKI Jatim,Harmoni kejujuran untuk Indonesia bebas korupsi

Negara yang terlalu represif akan dianggap anti kritik.
Tetapi negara yang membiarkan seluruh narasi berkembang tanpa respons juga berisiko kehilangan otoritas.

Karena itu, kekuatan negara demokratis seharusnya tidak diuji dari seberapa cepat ia membubarkan diskusi, melainkan seberapa percaya diri ia menghadapi kritik secara terbuka.

Film, diskusi, dan kritik publik pada dasarnya adalah bagian dari dinamika demokrasi. Jika setiap narasi kritis selalu dibaca sebagai ancaman keamanan, maka negara perlahan dapat terjebak dalam mentalitas defensif—yaitu kondisi ketika kekuasaan mulai melihat perbedaan pendapat sebagai ancaman, bukan sebagai koreksi.

Padahal legitimasi tidak lahir dari rasa takut.
Ia lahir dari kepercayaan.

Kasus Pesta Babi akhirnya memperlihatkan satu kenyataan penting: negara modern sedang menghadapi perang baru—perang persepsi. Dan dalam perang semacam ini, pendekatan keras sering kali justru memperbesar gema dari hal yang ingin dibungkam. (x) 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara

dito

11 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).   Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …

Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

TNI AL Gelar Rekonsiliasi Internal untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

ardi

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …

x
x