- HukumPolsek Talango Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pria Diamankan
- daerahGagal Insaf, Residivis Spesialis Curanmor Kembali Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polres Pesibar dan Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara
- HeadlineBlunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai
- daerahLaporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan
- daerahPerkuat Sinergitas, Kapolsek Iptu Doni Dermawan Kunjungi Uspika dan Tokoh Masyarakat demi Jaga Kondusivitas

Dollar Naik, Rezim Runtuh?
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)
NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang.
Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah negara masih benar-benar memegang kendali?
Rakyat mungkin tidak memahami mekanisme moneter global, suku bunga The Fed, atau arus modal internasional. Tetapi rakyat memahami harga. Mereka merasakan beras yang naik, cicilan yang terasa lebih berat, biaya hidup yang makin menekan, dan lapangan kerja yang makin sulit.
Di titik itu, ekonomi berhenti menjadi urusan teknokrat. Ia berubah menjadi ancaman politik.
Sejarah menunjukkan bahwa rezim jarang jatuh hanya karena oposisi kuat. Banyak kekuasaan justru mulai retak ketika tekanan ekonomi membuat rakyat kehilangan rasa aman. Ketika kebutuhan pokok terasa makin mahal, kepercayaan publik perlahan terkikis. Dan bagi kekuasaan, hilangnya kepercayaan selalu lebih berbahaya daripada kritik.
Masalah terbesar dari kenaikan dolar sebenarnya bukan pada kurs itu sendiri, melainkan pada efek psikologisnya. Dolar yang terus naik menciptakan kesan bahwa negara sedang berada dalam tekanan. Investor mulai ragu. Pelaku usaha menahan ekspansi. Kelas menengah mulai cemas. Elite politik mulai membaca arah angin.
Dalam politik modern, persepsi sering kali lebih menentukan daripada kenyataan.
Sebuah pemerintahan masih bisa bertahan dalam ekonomi yang sulit selama publik percaya pemimpinnya mampu mengendalikan keadaan. Tetapi ketika muncul kesan bahwa pemerintah mulai kehilangan kontrol, kepanikan bisa menyebar jauh lebih cepat daripada krisis itu sendiri.
Di era media sosial, keadaan menjadi lebih rumit. Pelemahan rupiah bukan lagi sekadar berita ekonomi di halaman bisnis. Ia berubah menjadi amunisi politik, bahan propaganda, dan alat pembentukan opini publik.
Narasi seperti “negara menuju krisis”, “rupiah hancur”, atau “investor kabur” memiliki daya ledak politik yang besar—bahkan ketika kondisi fundamental belum tentu separah itu.
Karena itu, stabilitas ekonomi hari ini tidak cukup dijaga dengan kebijakan fiskal dan moneter semata. Ia juga dijaga melalui kemampuan negara mengelola persepsi.
Di sinilah kualitas kepemimpinan diuji.
Publik tidak selalu menuntut keadaan sempurna. Tetapi publik ingin melihat ketenangan, arah yang jelas, dan keyakinan bahwa pemerintah memahami situasi. Ketika pemimpin terlihat panik, pasar ikut panik. Ketika elite terlihat saling menyalahkan, ketidakpercayaan tumbuh lebih cepat.
Dalam konteks Indonesia, tekanan dolar juga memiliki dimensi historis yang sensitif. Bangsa ini pernah mengalami trauma besar ketika krisis moneter menghancurkan stabilitas ekonomi dan meruntuhkan kekuasaan yang sebelumnya tampak begitu kuat. Karena itu, setiap pelemahan rupiah selalu membawa bayang-bayang sejarah yang tidak pernah benar-benar hilang dari memori politik nasional.
Namun kondisi hari ini tentu berbeda dengan 1998. Sistem perbankan lebih kuat, cadangan devisa lebih besar, dan kontrol negara terhadap sektor keuangan jauh lebih baik. Tetapi satu hal tetap sama: kekuasaan selalu bergantung pada kepercayaan.
Dan kepercayaan adalah sesuatu yang bisa melemah jauh lebih cepat daripada nilai tukar.
Kenaikan dolar mungkin tidak langsung menjatuhkan rezim. Tetapi jika ia bertemu dengan pengangguran, korupsi, ketimpangan, dan kemarahan sosial, maka tekanan ekonomi bisa berubah menjadi delegitimasi politik.
Sebab pada akhirnya, rezim tidak runtuh dalam satu malam.
Ia melemah perlahan—ketika rakyat mulai lelah, kelas menengah mulai pesimis, dan elite mulai menjaga jarak. (X)
Dhio Justice Law
15 Okt 2026
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …
dito
13 Okt 2026
NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …
Taufik Hidayat
12 Okt 2026
Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …
- Banyuwangi
08 Okt 2026
PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …
21 Nov 2024 2.471 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.894 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.649 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.648 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.547 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.509 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.325 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.