- NasionalORARI Jalin Kerjasama dengan PPM-LVRI untuk Pembinaan SDM, Dukungan Komunikasi dan Penguatan Bela Negara
- NasionalWarga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan
- NasionalSaling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum
- HeadlineHUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya
- HeadlineAkademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dollar Naik, Rezim Runtuh?
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)
NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang.
Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah negara masih benar-benar memegang kendali?
Rakyat mungkin tidak memahami mekanisme moneter global, suku bunga The Fed, atau arus modal internasional. Tetapi rakyat memahami harga. Mereka merasakan beras yang naik, cicilan yang terasa lebih berat, biaya hidup yang makin menekan, dan lapangan kerja yang makin sulit.
Di titik itu, ekonomi berhenti menjadi urusan teknokrat. Ia berubah menjadi ancaman politik.
Sejarah menunjukkan bahwa rezim jarang jatuh hanya karena oposisi kuat. Banyak kekuasaan justru mulai retak ketika tekanan ekonomi membuat rakyat kehilangan rasa aman. Ketika kebutuhan pokok terasa makin mahal, kepercayaan publik perlahan terkikis. Dan bagi kekuasaan, hilangnya kepercayaan selalu lebih berbahaya daripada kritik.
Masalah terbesar dari kenaikan dolar sebenarnya bukan pada kurs itu sendiri, melainkan pada efek psikologisnya. Dolar yang terus naik menciptakan kesan bahwa negara sedang berada dalam tekanan. Investor mulai ragu. Pelaku usaha menahan ekspansi. Kelas menengah mulai cemas. Elite politik mulai membaca arah angin.
Dalam politik modern, persepsi sering kali lebih menentukan daripada kenyataan.
Sebuah pemerintahan masih bisa bertahan dalam ekonomi yang sulit selama publik percaya pemimpinnya mampu mengendalikan keadaan. Tetapi ketika muncul kesan bahwa pemerintah mulai kehilangan kontrol, kepanikan bisa menyebar jauh lebih cepat daripada krisis itu sendiri.
Di era media sosial, keadaan menjadi lebih rumit. Pelemahan rupiah bukan lagi sekadar berita ekonomi di halaman bisnis. Ia berubah menjadi amunisi politik, bahan propaganda, dan alat pembentukan opini publik.
Narasi seperti “negara menuju krisis”, “rupiah hancur”, atau “investor kabur” memiliki daya ledak politik yang besar—bahkan ketika kondisi fundamental belum tentu separah itu.
Karena itu, stabilitas ekonomi hari ini tidak cukup dijaga dengan kebijakan fiskal dan moneter semata. Ia juga dijaga melalui kemampuan negara mengelola persepsi.
Di sinilah kualitas kepemimpinan diuji.
Publik tidak selalu menuntut keadaan sempurna. Tetapi publik ingin melihat ketenangan, arah yang jelas, dan keyakinan bahwa pemerintah memahami situasi. Ketika pemimpin terlihat panik, pasar ikut panik. Ketika elite terlihat saling menyalahkan, ketidakpercayaan tumbuh lebih cepat.
Dalam konteks Indonesia, tekanan dolar juga memiliki dimensi historis yang sensitif. Bangsa ini pernah mengalami trauma besar ketika krisis moneter menghancurkan stabilitas ekonomi dan meruntuhkan kekuasaan yang sebelumnya tampak begitu kuat. Karena itu, setiap pelemahan rupiah selalu membawa bayang-bayang sejarah yang tidak pernah benar-benar hilang dari memori politik nasional.
Namun kondisi hari ini tentu berbeda dengan 1998. Sistem perbankan lebih kuat, cadangan devisa lebih besar, dan kontrol negara terhadap sektor keuangan jauh lebih baik. Tetapi satu hal tetap sama: kekuasaan selalu bergantung pada kepercayaan.
Dan kepercayaan adalah sesuatu yang bisa melemah jauh lebih cepat daripada nilai tukar.
Kenaikan dolar mungkin tidak langsung menjatuhkan rezim. Tetapi jika ia bertemu dengan pengangguran, korupsi, ketimpangan, dan kemarahan sosial, maka tekanan ekonomi bisa berubah menjadi delegitimasi politik.
Sebab pada akhirnya, rezim tidak runtuh dalam satu malam.
Ia melemah perlahan—ketika rakyat mulai lelah, kelas menengah mulai pesimis, dan elite mulai menjaga jarak. (X)
dito
11 Jul 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Bertempat di Sekretariat ORARI Pusat, Gedung Bank DKI lantai 10, Jl. Suryopranoto no 8, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Juli 2026, ditandatangani Nota Kesepahaman antara ORARI dengan Pemuda Panca Marga Legiun Veteran RI (PPM-LVRI) dilanjutkan dengan syukuran dalam rangka ulang tahun ke 58 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Pada kesempatan itu, dalam sambutannya …
- Banyuwangi
10 Jul 2026
Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …
- Banyuwangi
10 Jul 2026
Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …
dito
09 Jul 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …
Dhio Justice Law
09 Jul 2026
NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …
ardi
06 Jul 2026
Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …
21 Nov 2024 2.051 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.610 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.445 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.392 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.351 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.313 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.198 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.