Home » Top News » Pers Pilar Ke-4 Negara Kita Ketum PWDPI Sudah Saatnya Negara Memperhatikan Jurnalis

Pers Pilar Ke-4 Negara Kita Ketum PWDPI Sudah Saatnya Negara Memperhatikan Jurnalis

Admin Redaksi 15 Mei 2026 1

BandarLampung,Nadionalpos.com

BANDAR LAMPUNG – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, kembali menggelorakan perjuangan nasib insan pers.

Dia menegaskan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk serius memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para wartawan, demi mewujudkan pers yang bersih, berintegritas, dan mampu menekan angka praktik pemerasan yang kerap mencoreng nama baik profesi.

Dalam pernyataan tegasnya yang disampaikan di Sekretariat Bersama DPP PWDPI, pada Kamis (14/5/2026), M. Nurullah RS menyoroti posisi strategis pers sebagai salah satu pilar utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun diperlakukan sangat berbeda dibandingkan pilar negara lainnya maupun profesi pengabdian masyarakat lainnya.

“Perlu kita sadari bersama, dalam sistem demokrasi kita, negara ini berdiri di atas empat pilar utama kekuasaan, yakni Badan Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, dan Pers. Namun ada fakta pahit yang harus diungkap: hanya Perslah pilar negara yang tidak mendapatkan gaji, tidak dijamin kesejahteraannya, dan seolah tidak dipikirkan nasibnya oleh pemerintah. Ketiga pilar lainnya hidup terjamin, fasilitas lengkap, namun Pers harus berjuang sendiri membiayai keberlangsungannya demi menjaga negara ini,” tegas M. Nurullah RS dengan nada berapi-api.

Ia kemudian membandingkan dengan profesi lain yang selama ini dikenal sebagai pengabdi masyarakat, guna menegaskan betapa beratnya beban yang dipikul wartawan tanpa imbalan yang setimpal.

“Saat ini, hanya Perslah profesi yang benar-benar independen, mandiri, dan berhak menyandang gelar ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’. Mengapa saya katakan demikian? Coba kita lihat profesi guru: saat ini guru PNS bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa, karena mereka sudah memiliki gaji yang cukup selama 12 bulan, ditambah gaji ke-13 dan ke-14, serta tunjangan sertifikasi yang sangat layak. Bahkan guru yang bertugas di sekolah swastapun saat ini sudah mendapatkan kepastian gaji bulanan dan tunjangan sertifikasi dari negara. Jadi, sebutan pahlawan tanpa tanda jasa itu kini sudah tidak lagi pas disematkan kepada mereka, karena kesejahteraan mereka sudah sangat diperhatikan negara,” jelas Nurullah panjang lebar.

Baca Juga :  Ini Bukti Kasus Munarman Sarat Politik, Noel Dicopot Dari Komut BUMN

Berbeda dengan profesi lainnya, lanjut Nurullah, nasib insan pers masih jauh dari kata sejahtera. “Pers bisa bekerja dua kali 24 jam, siang malam tak kenal lelah, turun ke hutan naik ke gunung demi menyajikan informasi dan mengawasi jalannya pemerintahan, namun fakta pahitnya: tidak ada satu rupiah pun gaji atau tunjangan yang diterima dari negara. Kami bekerja sepenuhnya atas dasar panggilan tanggung jawab sosial dan kewajiban menjaga hak publik untuk mengetahui,” tambahnya.

Lebih jauh, Nurullah menegaskan betapa vitalnya peran pers bagi eksistensi bangsa. Ia menyebut pers sebagai “Ratu Dunia” dan media adalah “Jendela Dunia”. Tanpa keberadaan pers yang aktif, kritis, dan mandiri, dunia akan terasa gelap karena ketiadaan informasi yang benar. Demikian pula halnya dengan pembangunan negara; tanpa pers yang mengawasi dan menyebarluaskan informasi, laju kemajuan bangsa dipastikan akan berjalan lambat, tidak terkontrol, dan jauh tertinggal dari negara lain.

“Demi mendukung negara demokrasi yang bersih, jujur, dan adil, atau yang sering kita sebut JURDIL, sudah saatnya nasib insan pers dan kesejahteraannya benar-benar diperhatikan. Kita harus sadar satu hal penting: Pers itu juga manusia, bukan malaikat. Kami juga punya anak dan istri yang harus dinafkahi, kami punya keluarga yang harus ditanggung hidupnya, serta memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat maupun negara. Tidak mungkin kami diharapkan menjaga kebenaran dan keadilan, namun kebutuhan dasar kami saja tidak terjamin,” tegasnya dengan nada penuh haru.

“Pers adalah garda terdepan pengawas pembangunan, mitra sekaligus pengontrol jalannya pemerintahan. Tidak berlebihan jika saya selaku Ketua Umum DPP PWDPI bertekad akan selalu berada di barisan paling depan untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan seluruh kaum jurnalis di tanah air. Kami ingin Pers tetap bersih, berwibawa, dan bebas dari praktik buruk seperti pemerasan atau berita bayaran,” ujarnya.

Ia mengakui, salah satu akar masalah yang memicu munculnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab adalah belum terjaminnya kesejahteraan dasar para wartawan. Ketidakpastian penghasilan sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan untuk penyimpangan. Oleh karena itu, perjuangan PWDPI adalah dua hal yang beriringan: menuntut perhatian negara atas nasib insan pers, sekaligus menegakkan disiplin dan etika profesi agar Pers Indonesia benar-benar bersih dan terhormat.

Baca Juga :  Ini Profil AKBP Agus Purwanta yang Dilantik Jadi Kapolres Lotara

“Kesejahteraan adalah hak, integritas adalah kewajiban. Kami ingin Pers yang sejahtera, namun tetap independen dan tidak dikendalikan kekuasaan. Kami ingin Pers yang kuat menegakkan kebenaran, tapi tetap patuh pada koridor hukum negara,” tegasnya.

M. Nurullah RS kembali mengingatkan bahwa seluruh gerakan dan perjuangan organisasi PWDPI senantiasa berpijak kuat pada landasan hukum yang berlaku di Indonesia. Seluruh insan pers di bawah naungan PWDPI wajib berpedoman dan tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta peraturan turunan lainnya termasuk UU Nomor 45 Tahun 2023, yang semakin memperkuat perlindungan, kebebasan, dan tanggung jawab pers dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Kami mengutamakan kepatuhan hukum. Setiap langkah perjuangan kesejahteraan wartawan, setiap kritik yang kami sampaikan, semuanya kami dasarkan pada UU Pers. Kami ingin membentuk wartawan yang sejahtera secara ekonomi, namun juga bersih hati, terdidik, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, M. Nurullah RS berharap pemerintah pusat maupun daerah semakin peka dan memahami betapa besarnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Dukungan dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan wartawan adalah investasi mahal demi terciptanya informasi yang akurat, transparan, dan pembangunan yang merata serta terkendali dengan baik.

“Berikan perhatian yang layak, berikan perlindungan hukum yang pasti, dan pastikan kesejahteraan kami terjaga. Maka, Pers akan semakin kuat menjaga negeri ini dari kegelapan informasi. PWDPI siap menjadi mitra kritis pemerintah, sekaligus pelindung utama hak-hak insan pers yang profesional dan berintegritas,” pungkas Ketua Umum DPP PWDPI ini. (Humas DPP PWDPI).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Polres Lubuk Linggau Perketat Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Almasih.

Admin Redaksi

14 Mei 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Guna menjamin kekhusyukan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih, jajaran Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan mengerahkan personel secara masif untuk melakukan pengamanan di seluruh gereja di wilayah Kota Lubuk Linggau, Kamis (14/05/2026). Kegiatan pengamanan ini dilakukan sebagai langkah preventif Polres Lubuk Linggau dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan …

2030 TAHUN STRATEGIS INDONESIA

dito

14 Mei 2026

Disampaikan dan di tulis Oleh   : Dr. Kristiya Kartika, M,Si, M.Kom. *) Tahun 2030 banyak dijadi kan tahun penting dan strategis oleh banyak kalangan, baik lntelektual/llmuwan Ekonomi maupun Non-Ekonomi, Pemikir serta Perumus Strategi Pembangunan, Pengamat Kritis Strategi Pembangunan, Pemikir lndependen dan kritis berbagai ilmu, maupun Pengelola Bisnis serta Profesional bisnis dibidang-bidang terkait. Bahkan kini penilaian …

Drs. Sirajum Munir, M.Pd Seorang Figur Kepala Sekolah yang Sederhana Namun Penuh Dedikasi Tinggi

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

12 Mei 2026

Foto Ekslusif : Drs. Sirajum Munir, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep    NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Saat ini pimpinan tertinggi SMAN 1 Sumenep telah bergeser kepada Drs. Sirajuddim Munir, M.Pd, seorang figur pimpinan yang berprofil sederhana, jumawa dan murah tertawa, namun penuh dengan dedikasi yang tinggi. Kelebihan yang Ia miliki kini menghantarkan dirinya …

Wako-Wawako Hadiri Rapat ParipurnaPenyampaian Rekomendasi Terhadap LKPJ Wali Kota 2025

Admin Redaksi

11 Mei 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Lubuk Linggau,  H Rachmat Hidayat-H Rustam Effendi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Lubuk Linggau Tahun 2025 di Gedung DPRD Kota Lubuk Linggau, Senin (11/5/2026). Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Lubuk …

Pemkot Lubuk Linggau Gelar Kegiatan Identifikasi dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara

Admin Redaksi

11 Mei 2026

Nasionalpos.com/Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herdawan menghadiri sekaligus membuka kegiatan Identifikasi, Pendaftaran dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara di ruang audio visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuk Linggau, Senin (11/5/2026). Dalam sambutannya, Herdawan menyampaikan pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya dan sumber ilmu pengetahuan …

PAKAR HUKUM SOROT HILIRISASI ASPAL BUTON DI KARAWANG

dito

09 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kebijakan pemerintah memusatkan industri pengolahan dan hilirisasi aspal alam Buton di kawasan Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam dari kalangan pakar hukum tata negara dan hukum sumber daya alam. Kebijakan ini dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi serta prinsip keadilan pemerataan pembangunan wilayah, demikian di sampaikan oleh Andi Darwin Ranreng, S.H., M.H. – pakar …

x
x