Home » Nasional » Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi 10 Jul 2026 136

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan atau harus pindah ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau dokter spesialis untuk mendapat perawatan khusus. Jum’at (10/07/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di bulan Juni, Kejadian ini muncul kepermukaan setelah kedua belah pihak yang bertikai tidak menemukan penyelesaian.

Tenaga kesehatan (Perawat) berinisial AH saat diwawancarai Awak Media menjelaskan ” Kejadian itu bermula saat ada seorang pasien datang ke UPTD Puskesmas Krui dengan tidak sadarkan diri, setelah mendapatkan pertolongan dengan memberikan infus dan terapi, pasien tersebut kemudian sadar dan mengeluhkan nyeri dada berat, setelah diperiksa dokter pasien diarahkan untuk dirujuk ke RSU Handayani, Saya kemudian disuruh Dokter untuk mencari supir ambulance berinisial T ke halaman belakang UPTD Puskesmas Krui tetapi tidak ketemu ” ujar AH saat memberikan keterangan dengan awak media pada hari Kamis (09-07-2026).

” Karena Supir ambulance T tidak mempunyai HP, saya kemudikan menghubungi Security AD untuk minta tolong carikan Supir ambulance, tetapi jawaban nya seperti meremehkan dengan (cengengesan) kemudian security tersebut menghubungi saya melalui sambungan WhatsApp dengan kata kata kasar. Saya mempertanyakan hal tersebut dengan mengajak Security AD ke halaman depan untuk mengobrol, Security AD pun datang dan tiba tiba langsung mencekik saya sebanyak 2 kali sambil berkata panggil saudara saudaramu akhirnya perkelahian pun terjadi dan tidak terhindarkan” Kata Perawat AH.

Baca Juga :  Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni Resmi Buka Festival Literasi Daerah 2025

Perawat AH juga menambahkan ” ia tidak membuat laporan kepolisian atas kejadian yang dialaminya itu karena akan di mediasi oleh Pihak UPTD Puskesmas Krui, saya seperti di iming imingi dengan Pihak UPTD Puskesmas Krui agar tidak melanjutkan masalah itu ke ranah hukum, hari ini saya kaget ada surat panggilan untuk saya dari pihak kepolisian untuk klarifikasi terkait dugaan Penganiayaan sebagai terlapor, Kami dari pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan balik oknum security AD tersebut” Kata Perawat AH.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi dengan Kepala UPTD Puskesmas Krui Indah Wahana Sukma, S.ST., M.M. melalui sambungan telepon WhatsApp ” ia menyampaikan sedang zoom dan DL ke bandar lampung dan agar menanyakan hal tersebut ke Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.

Baca Juga :  Polsek Balongbendo Melaksanakan Pengamanan Ketat Rapat Pleno Terbuka

Kasubbag Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.saat memberikan keterangan resmi nya melalui sambungan WhatsApp ” ia membenarkan bahwa peristiwa memang benar terjadi di UPTD Puskesmas Krui dan kami sudah berusaha agar terjadinya mediasi secara kekeluargaan” kata ian.

Pelanggaran Berat dalam Profesi

Perawat dan satpam adalah pilar utama rumah sakit. Perawat bertugas memberikan layanan kesehatan, sementara satpam menjaga keamanan dan ketertiban. Perkelahian di antara keduanya menciptakan masalah besar dan mencoreng UPTD Puskesmas Krui yang bisa menyebabkan :

1. Kepercayaan Pasien Hancur: UPTD Puskesmas Krui seharusnya menjadi tempat yang aman untuk penyembuhan. Keributan membuat pasien merasa takut dan tidak nyaman.

2. Pelanggaran Etika: Profesi medis menuntut kesabaran dan empati. Perkelahian mencerminkan hilangnya profesionalisme.

3. Gangguan Pelayanan: Saat tenaga kesehatan dan tenaga keamanan berselisih, fokus perawatan pasien pun bisa terbengkalai dan terganggu.

Kejadian Perkelahian yang terjadi di ruang lingkup UPTD Puskesmas Krui sangat disayangkan apalagi sedang ada pasien yang membutuhkan pertolongan. insiden kekerasan atau keributan di fasilitas kesehatan bisa merusak citra pelayanan medis di UPTD Puskesmas Krui. Hal ini melanggar kode etik dan tanggung jawab profesi di mana kedua belah pihak seharusnya saling melindungi nyawa dan menjaga ketertiban umum.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x