Home » Nasional » Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi 10 Jul 2026 83

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan atau harus pindah ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi atau dokter spesialis untuk mendapat perawatan khusus. Jum’at (10/07/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di bulan Juni, Kejadian ini muncul kepermukaan setelah kedua belah pihak yang bertikai tidak menemukan penyelesaian.

Tenaga kesehatan (Perawat) berinisial AH saat diwawancarai Awak Media menjelaskan ” Kejadian itu bermula saat ada seorang pasien datang ke UPTD Puskesmas Krui dengan tidak sadarkan diri, setelah mendapatkan pertolongan dengan memberikan infus dan terapi, pasien tersebut kemudian sadar dan mengeluhkan nyeri dada berat, setelah diperiksa dokter pasien diarahkan untuk dirujuk ke RSU Handayani, Saya kemudian disuruh Dokter untuk mencari supir ambulance berinisial T ke halaman belakang UPTD Puskesmas Krui tetapi tidak ketemu ” ujar AH saat memberikan keterangan dengan awak media pada hari Kamis (09-07-2026).

” Karena Supir ambulance T tidak mempunyai HP, saya kemudikan menghubungi Security AD untuk minta tolong carikan Supir ambulance, tetapi jawaban nya seperti meremehkan dengan (cengengesan) kemudian security tersebut menghubungi saya melalui sambungan WhatsApp dengan kata kata kasar. Saya mempertanyakan hal tersebut dengan mengajak Security AD ke halaman depan untuk mengobrol, Security AD pun datang dan tiba tiba langsung mencekik saya sebanyak 2 kali sambil berkata panggil saudara saudaramu akhirnya perkelahian pun terjadi dan tidak terhindarkan” Kata Perawat AH.

Baca Juga :  Pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo, Gerbang Polri dan ASEAN Jaga Kawasan dari Kejahatan Transnasional

Perawat AH juga menambahkan ” ia tidak membuat laporan kepolisian atas kejadian yang dialaminya itu karena akan di mediasi oleh Pihak UPTD Puskesmas Krui, saya seperti di iming imingi dengan Pihak UPTD Puskesmas Krui agar tidak melanjutkan masalah itu ke ranah hukum, hari ini saya kaget ada surat panggilan untuk saya dari pihak kepolisian untuk klarifikasi terkait dugaan Penganiayaan sebagai terlapor, Kami dari pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan balik oknum security AD tersebut” Kata Perawat AH.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi dengan Kepala UPTD Puskesmas Krui Indah Wahana Sukma, S.ST., M.M. melalui sambungan telepon WhatsApp ” ia menyampaikan sedang zoom dan DL ke bandar lampung dan agar menanyakan hal tersebut ke Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.

Baca Juga :  BNNP Sumbar Menangkap Paksa Terhadap Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu di-Pancung Soal

Kasubbag Tata Usaha (TU) Hardianto, A.Md.Kep.saat memberikan keterangan resmi nya melalui sambungan WhatsApp ” ia membenarkan bahwa peristiwa memang benar terjadi di UPTD Puskesmas Krui dan kami sudah berusaha agar terjadinya mediasi secara kekeluargaan” kata ian.

Pelanggaran Berat dalam Profesi

Perawat dan satpam adalah pilar utama rumah sakit. Perawat bertugas memberikan layanan kesehatan, sementara satpam menjaga keamanan dan ketertiban. Perkelahian di antara keduanya menciptakan masalah besar dan mencoreng UPTD Puskesmas Krui yang bisa menyebabkan :

1. Kepercayaan Pasien Hancur: UPTD Puskesmas Krui seharusnya menjadi tempat yang aman untuk penyembuhan. Keributan membuat pasien merasa takut dan tidak nyaman.

2. Pelanggaran Etika: Profesi medis menuntut kesabaran dan empati. Perkelahian mencerminkan hilangnya profesionalisme.

3. Gangguan Pelayanan: Saat tenaga kesehatan dan tenaga keamanan berselisih, fokus perawatan pasien pun bisa terbengkalai dan terganggu.

Kejadian Perkelahian yang terjadi di ruang lingkup UPTD Puskesmas Krui sangat disayangkan apalagi sedang ada pasien yang membutuhkan pertolongan. insiden kekerasan atau keributan di fasilitas kesehatan bisa merusak citra pelayanan medis di UPTD Puskesmas Krui. Hal ini melanggar kode etik dan tanggung jawab profesi di mana kedua belah pihak seharusnya saling melindungi nyawa dan menjaga ketertiban umum.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Hadiri Rapat Paripurna DPRD Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

10 Agu 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD terhadap hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Lubuk Linggau Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan …

Sambut HUT ke-81 RI, Robi Binur Imbau Warga Kibarkan Merah Putih

Primadoni,SH

08 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Robi Binur, mengimbau masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) umumnya, khususnya Kecamatan Koto XI Tarusan untuk memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Imbauan tersebut …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

x
x