Home » Top News » 2030 TAHUN STRATEGIS INDONESIA

2030 TAHUN STRATEGIS INDONESIA

dito 14 Mei 2026 265

Disampaikan dan di tulis Oleh   : Dr. Kristiya Kartika, M,Si, M.Kom. *)

Tahun 2030 banyak dijadi kan tahun penting dan strategis oleh banyak kalangan, baik lntelektual/llmuwan Ekonomi maupun Non-Ekonomi, Pemikir serta Perumus Strategi Pembangunan, Pengamat Kritis Strategi Pembangunan, Pemikir lndependen dan kritis berbagai ilmu, maupun Pengelola Bisnis serta Profesional bisnis dibidang-bidang terkait.

Bahkan kini penilaian tahun 2030 sebagai tahun penting dan strategis juga “memaksa” dijadi kan materi kajian dan perhatian para Pengamat politik bahkan Pengelola politik.

Perkembangan geopolitik global aktual, khususnya Perang lsrarel-AS lawan Iran,juga menjadi faktor yg. turut menjadikan tahun 2030, sebagai momentum yang wajib dikaji, elemen strategis apa yang akan terjadi, khususnya bagi Indonesia.

Situasi geopolitik yang juga memiliki implikasi pada sektor fiskal, diperkirakan  makin  mematangkan  lahirnya situasi kritis dalam negeri yg bisa bermuara lahirnya “dua bencana strategis” yakni : “tetap tidak terwujudnya kemakmuran/ kebahagiaan mayoritas-massa Rakyat” dan “pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa”.

Antitesis dan Sintesis dari fenomena geopolitik global serta kualitas pengelolaan negara atas berbagai masalah domestik, bukanlah sebuah “khayalan politik”, jika ada kekhawatiran nasional akan terjadinya “dua bencana strategis” tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi.

KRISIS FISKAL MENYENTUH LANGSUNG NASIB RAKYAT.

Sejak beberapa waktu yang lalu, pemikiran dan opini kritis yang menegaskan betapa beban pajak yg dirasakan berat dan nyata oleh Rakyat, faktualnya                                                          digunakan banyak untuk membayar utang luar negeri Negara. Perencanaan dan penggunaan utang luar negeri menjadi wewenang Pengelola Negara dengan berbagai prosedur formal yg tidak dalam pengetahuan dan pengawasan riil mayoritas massa-Rakyat.

Penegasan disertai sanksi nyata ditekankan pada Rakyat, terkait kewajiban Pajak. Sehingga secara sosial, budaya maupun hukum, Rakyat bisa dan kerap  diaksentuasikan sebagai “pihak melawan hukum” atau “warga negara yang curang atas tanggungjawabnya kepada Negara”, kalau terlambat atau tidak mampu membayar pajak, adalah sebuah realitas, bahwa pendapatan Negara dari pajak adalah sekitar 70 % atau lebih, dari seluruh pendapatan negara. Dan pendapatan Negara sebesar sekitar 70 % atau lebih tadi digunakan untuk membayar 40 % utang luar negeri yang dibuat oleh pengelola negara.

Ancaman yg juga dikawatirkan banyak Pengamat, tersendatnya persediaan minyak sebagai akibat krisis Selat Hormuz, juga menambah kemungkinan lahirnya krisis ekonomi domestik. Strategi belanja agresif yg diharapkan menjadi penggerak utama ternyata belum mampu menstimulus sektor riil secara signifikan. Realitas lain, konsumsi rumah tangga justru tertekan oleh inflasi pangan dan tekanan energi yang serius. Pertumbuhan ekonomi,dalam realitas gagal menembus hambatan struktural.

Analisis para pengamat dan akademisi ada dua faktor yg cukup berpengaruh atas kondisi kesehatan perekonomian kita. Yang pertama, faktor pertumbuhan ekonomi dan faktor besaran defisit anggaran. Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal 1/2026 tercatat hanya 5,1 %, sementara pemerintah punya angka 5,7 % sebagai target. Padahal tesis dalam ilmu ekonomi,jika pertumbuhan meleset, maka Risiko Fiskal meningkat.

Faktor Strategis yg seharusnya dilakukan negeri ini, sejak beberapa waktu lalu hingga kini adalah melaksanakan program investasi khususnya disektor-sektor produktif, included bidang energi yg. didukung kemajuan teknologi dan membuka peluang besar bagi kaum muda sebagai Tenaga Ahli serta Pengelola Bisnis. Saat ini hal tersebut cukup sulit dilakukan, karena terhadang kewajiban Negara yg harus menyediakan anggaran untuk merespons pembengkakan subsidi energi sebagai resiko tingginya harga minyak dunia ditambah tanggung jawab bunga hutang sebesar sekitar Rp. 500 Trilyun. Disisi lain,Tax Ratio pada tahun 2025 turun keangka 9,31%.Tahun sebelumnya 10,08 %, Juga pada tahun 2026, yang baru memasuki perhitungan bulan Maret, APBN sudah alami defisit/rugi Rp. 430,4 Trilyun. Maka tidak salah lagi, kalau para Pengamat, Pelaku Bisnis, Aktivis dan Akademisi meyakini, bahwa aksentuasi pemasukan Anggaran Pendapatan Negara adalah terletak pada effektivitas kewajiban pembayaran Pajak oleh Rakyat.

Baca Juga :  DISOROT !!! Terlibat Kecelakaan Maut, Mobnas BPKPAD Pessel Jadi Barang Rongsokan ? Suhandri : Saya Bertanggung Jawab

 

ANALISIS LANGKAH NEGARA YANG LAHIRKAN KRISIS.

Tesis yang memang benar, bahwa krisis atau kondisi “Collapse” suatu Negara penyebabnya tetap ada keterkaitan yang saling menentukan antara fenomena dan realitas ekonomi, politik, sosial, kultural dan keamanan.

Langkah-langkah Pemerintah Indonesia yang menyebabkan sikap skeptis bahkan sinis dari negara lain,termasuk juga para Aktivis, Pelaku Bisnis, Pengamat, llmuwan, antara lain diwarnai terutama terlibatnya Indonesia di BOP (Board of Peace), Penandatangan ART ( Agreement , Reciprocal Trade), larangan atas masuknya dan ditahannya Kapal2 laut Iran oleh Pemerintah Indonesia, Sikap resmi Pemerintah yang tidak atau lambat menanggapi wafatnya Tokoh namer satu Iran akibat serangan Israel dan AS,ditambah tidak ada sikap kecaman atas penyerangan tadi, juga membekaskan sikap tidak simpatik terhadap Pengelola Republik ini dari berbagai kalangan domestik dan global.

Tidak kalah pentingnya, sikap para Tokoh Ulama yang semula menuntut RI mundur dari BOP, tapi setelah bertemu elemen penting Pemerintah, membuat statement yg berubah yakni agar RI tetap menjadi bagian BOP.

KEINGINAN KITA SEBAGAI KADER BANGSA.

Dari beberapa catatan diatas, lahir pertanyaan kritis dan mendasar tentang sikap bangsa ini, dalam menghadapi dugaan besar lahirnya kondisi “collapse”, yang akan menimpa Rakyat tidak terlalu lama lagi.

Aksentuasi terhadap prediksi waktu akan terjadinya “collapse” tersebut, khususnya berdasarkan aspek kegelisahan dan ketidakyakinan mayoritas Massa-Rakyat terhadap sikap dan model pengelolaan negeri ini ditambah kondisi geopolitik global. Sikap skeptis Mayoritas Massa­ Rakyat lebih banyak sebagai faktor Penentu dari pada kondisi geopolitik global. “Sebab-sebab didalam” lebih menentukan dari pada “kondisi diluar”.

Analisis obyektif sebaiknya dicoba dilakukan oleh bangsa ini,terutama dengan menggunakan analisis perspektif realistis saat ini.

Pertanyaan strategis berikutnya untuk lapis masyarakat yang sadar dan yakin akan terjadinya perubahan cukup mendasar adalah pilihan apa yg harus kita pilih : mengutamakan nasib Massa-Rakyat dalam makna substansial meski alami keterbelahan kesatuan bangsa ini ; ataukah tetap mengutamakan kebersamaan dalam Negara Kesatuan Bangsa ini,dengan konsekuensi nasib dan  kualitas Mayoritas-Massa Rakyat bukan menjadi target utama ??!

Baca Juga :  Drs. Sirajum Munir, M.Pd Seorang Figur Kepala Sekolah yang Sederhana Namun Penuh Dedikasi Tinggi

Yang pasti,apapun kondisi yang akan terjadi “key words” nya adalah pasti dan harus terjadi Perubahan kualitas atas nasib dan massa depan masyarakat kita. Dan perubahan itu bisa memerlukan penyesuaian- penyesuaian sesuai kebutuhan atau tuntutan aktual/obyektif atas Negara ini sebagai bagian dari komunitas geopolitik global.

Penguatan struktur ekonomi merupakan salah satu langkah utama yang harus dilaksanakan segera. Berbagai kajian mengeksplisitkan, struktur ekonomi kita semakin kuat jika kita kedepan mengandalkan industri pengolahan yg bisa memperkuat ekspor.

Hanya saja industri perlu mendapat dukungan dari bahan baku impor yang bisa menjadi faktor ketergantungan tersendiri,Dukungan industri pengolahan yang lebih memberikan kemungkinan penguatan terhadap struktur ekonomi kita kedepan,jika didukung oleh pengolahan produk pertanian/ agro industri.

Dengan mengandalkan sumber daya pertanian yang melimpah, seperti pernah disinggung oleh Dody Budi Waluyo saat menjabat tugas sebagai Asisten Gubernur Bl, pengembangan agroindustri dalam industri pengolahan dapat menjadi alternatif industri masa depan karena memiliki keunggulan untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.

Sedangkan Ketahanan nasional yang dimaksud included potensi yang besar dalam perspektif tersedianya bahan baku produk pertanian yg. berlimpah, kekuatan pasar nasional, serta penyerapan tenaga kerja nasional,bahkan agroindustri mempunyai potensi besar dalam aspek ekspor.

Keunggulan yang dimiliki agroindustri nasional,termasuk untuk ekspor khususnya jenis industri makanan dan minuman serta industri kertas dan produk kertas.

Pengelola Pemerintahan seyogyanya kedepan lebih berkonsentrasi memperkuat agro industri gula memperperkuat struktur ekonomi nasional. Langkah ini lebih strategis dan realistis dari pada mengembangkan industri-industri lain yang tidak disertai kesiapan dalam banyak hal khususnya teknologi dan bahan baku, termasuk aspek analisis potensi market-nya.

Langkah memperkuat struktur ekonomi yang juga berpotensi ekspor dan lapangan kerja ini harus dilaksanakan sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi “collapse“, seperti yang diprediksi banyak kalangan.

Meski kondisi” bisa terjadi,tapi kesiapan bangsa ini untuk tetap mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat dibalik kondisi yang mengkhawatirkan tadi, harus tetap dilakukan. Meski keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa ini mutlak tetap diwujudkan.

Tahun 2030 wajar dijadikan batas waktu paling akhir atas upaya perbaikan bangsa ini demi nasib dan masa depan Mayoritas Massa – Rakyat serta keutuhan bangsa, dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian lebih jauh dan lebih kongkrit.

Kita nampaknya akan berperan sebagai Pejuang “untuk” dan “bersama-sama Rakyat”, dalam era Perubahan ini. Tidak sekedar sebagai Pemikir

 

*). Ketua ITBNI (lnstitut Teknologi  & Bisnis Nasional Indonesia). Mantan Ketua Umum DPN INKINDO (lkatan Nasional Konsultan Indonesia), Sekjen. LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)­ Kementerian PU,Vice President, TCDPAP (Technical Consuntancy Development Program for Asia and the pasific). Juga Tim Kerja Menteri PAN-RB. Pendidikan terakhir, lulus Program Doktor Program Studi Bussines Management pada San Beda University, Manila, Philippine. Mantan Ketua PRESIDIUM GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia). *****

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
KNPI Kota Padang Sukses Gelar RAPIMPURDA XVI, Matangkan Persiapan Musda

Zulwandi

18 Okt 2026

Padang, Nasionalpos.com — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sukses menyelenggarakan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (RAPIMPURDA) XVI pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Padang tersebut berjalan lancar dan dihadiri oleh pengurus KNPI Kota Padang, perwakilan KNPI Sumatera Barat, serta sejumlah organisasi kepemudaan lainnya. RAPIMPURDA XVI …

Kadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup

Andi Ledi Lubuk Linggau

16 Okt 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Lubuk Linggau, H Resta Irwan Putra membuka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Silampari Wali Kota Cup I Tahun 2026 di Cinema Hall Lt.5 Pemkot Kota Lubuk Linggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Jum’at(16/10/2026). Kadispora, H Resta Irawan Putra dalam sambutannya …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Plt Asisten I Lepas Paskibraka Lubuk Linggau Ikuti Wawasan Kebangsaan ke IPDN Sumbar

Andi Ledi Lubuk Linggau

12 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Erwin Armeidi, melepas anggota Paskibraka Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 untuk mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan ke IPDN Kampus Sumatera Barat di Kompleks Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Senin (12/10/2026). Dalam sambutannya, Erwin Armeidi menyampaikan bahwa kunjungan wawasan kebangsaan ke IPDN …

Semakin humanis satpas sim tegal hadir layani masyarakat dengan ramah dan profesionalisme,membuat rakyat merasa terlayani dan di hargai

Indri Kalteng

11 Okt 2026

  Tegal- Nasionalpos.comPelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di jajaran Polres Tegal terus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas memberikan pelayanan dengan ramah, santun, serta membantu pemohon memahami setiap tahapan proses penerbitan SIM agar berjalan tertib, mudah, dan transparan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang datang untuk mengurus SIM mendapatkan arahan dari petugas mulai dari proses pendaftaran, …

Unbrah Jadi Tuan Rumah Rakernas APTFI 2026, Diikuti 880 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi Farmasi

Zulwandi

10 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (8–10 Oktober 2026) di ZHM Grendzuri Hotel Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diikuti sekitar 880 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia. …

x
x