Home » Headline » Serangan ke Istana di Era Perang Algoritma

Serangan ke Istana di Era Perang Algoritma

Dhio Justice Law 13 Mei 2026 53

Oleh: Ridwan Umar

(DIrektur Lemtera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.Com, Jakarta – Dalam politik modern, karakter tidak lagi dibunuh dengan peluru.
Ia dibunuh dengan persepsi.

Isu tentang dugaan penyimpangan seksual yang diarahkan kepada Letkol Teddy sebetulnya tidak bisa dibaca hanya sebagai gosip personal. Terlalu naif jika melihatnya sekadar urusan privat seorang pejabat negara. Dalam lanskap kekuasaan hari ini, isu personal sering kali merupakan instrumen politik—alat untuk mengguncang legitimasi tanpa harus menyerang secara terbuka.

Dan publik perlu memahami satu hal penting:
dalam politik, menyerang orang dekat penguasa sering lebih efektif daripada menyerang penguasanya langsung.

Posisi Teddy bukan posisi biasa. Ia berada sangat dekat dengan pusat kendali kekuasaan Prabowo Subianto. Kedekatan itu melahirkan pengaruh, akses, dan kepercayaan. Maka ketika muncul isu yang menyasar kehidupan personalnya, yang sedang diuji bukan hanya reputasi Teddy—tetapi juga soliditas lingkar inti kekuasaan di sekitar Presiden.

Baca Juga :  Opsi Penetapan Hasil Pemilu Pada 20 Maret 2024 di Buka KPU

Inilah pola klasik perang persepsi.

Karakter diserang bukan untuk membuktikan kebenaran, melainkan untuk menciptakan keraguan. Tidak perlu ada vonis. Tidak perlu ada bukti kuat. Dalam era digital, cukup ada narasi yang terus diulang, lalu opini publik akan bekerja sendiri membentuk stigma.

Fitnah modern tidak lagi membutuhkan fakta penuh.
Ia hanya membutuhkan algoritma.

Yang membuat situasi menjadi lebih serius adalah karena isu moral dan seksualitas masih sangat sensitif dalam masyarakat Indonesia. Begitu isu dilempar ke ruang publik, emosi akan bergerak lebih cepat daripada akal sehat. Orang tidak lagi sibuk mencari validitas, melainkan memilih posisi: percaya atau membela.

Di titik itu, substansi negara mulai tenggelam.

Publik tidak lagi membahas efektivitas kebijakan, arah ekonomi, konsolidasi pemerintahan, atau tantangan geopolitik. Energi bangsa habis untuk mengonsumsi drama personal elite. Politik akhirnya berubah menjadi industri distraksi.

Baca Juga :  Personel Satgas Yonif Mekanis 203/AK Beri Nama Untuk Anak Baru Lahir di Desa Lowanom Distrik Malagayneri

Dan dalam banyak kasus, distraksi adalah alat kekuasaan yang paling murah sekaligus paling efektif.

Bukan berarti pejabat publik tidak boleh dikritik. Kritik tetap penting dalam demokrasi. Tetapi demokrasi juga akan rusak jika ruang publik dipenuhi operasi persepsi yang menjadikan kehidupan pribadi sebagai senjata pembunuhan karakter tanpa dasar yang jelas.

Karena jika standar politik dibangun di atas rumor, maka tidak akan ada pejabat yang benar-benar aman. Hari ini Teddy, besok siapa pun bisa menjadi target.

Yang lebih berbahaya lagi: ketika publik mulai menikmati penghancuran karakter sebagai hiburan politik.

Sebab bangsa yang terlalu sibuk mengurusi ranjang elite biasanya terlambat menyadari apa yang sedang terjadi di meja kekuasaan.

Dan sering kali, ketika publik sadar sedang dialihkan, keputusan-keputusan strategis sudah terlanjur dibuat tanpa pengawasan yang sehat. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

Mobil Siaga Kelurahan Kampung Melayu Sulit Diakses, Warga Terpaksa Minta Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Banyuwangi

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Pelayanan mobil siaga kesehatan atau ambulans di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan kendaraan operasional tersebut saat keluarganya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, Minggu (07/06/2026). Peristiwa itu dialami keluarga Astutik, warga Lingkungan Jajang Penatu RT/RW : 02/02, Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi. Saat …

x
x