Home » Headline » Serangan ke Istana di Era Perang Algoritma

Serangan ke Istana di Era Perang Algoritma

Dhio Justice Law 13 Mei 2026 64

Oleh: Ridwan Umar

(DIrektur Lemtera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.Com, Jakarta – Dalam politik modern, karakter tidak lagi dibunuh dengan peluru.
Ia dibunuh dengan persepsi.

Isu tentang dugaan penyimpangan seksual yang diarahkan kepada Letkol Teddy sebetulnya tidak bisa dibaca hanya sebagai gosip personal. Terlalu naif jika melihatnya sekadar urusan privat seorang pejabat negara. Dalam lanskap kekuasaan hari ini, isu personal sering kali merupakan instrumen politik—alat untuk mengguncang legitimasi tanpa harus menyerang secara terbuka.

Dan publik perlu memahami satu hal penting:
dalam politik, menyerang orang dekat penguasa sering lebih efektif daripada menyerang penguasanya langsung.

Posisi Teddy bukan posisi biasa. Ia berada sangat dekat dengan pusat kendali kekuasaan Prabowo Subianto. Kedekatan itu melahirkan pengaruh, akses, dan kepercayaan. Maka ketika muncul isu yang menyasar kehidupan personalnya, yang sedang diuji bukan hanya reputasi Teddy—tetapi juga soliditas lingkar inti kekuasaan di sekitar Presiden.

Baca Juga :  Dishub Tegaskan Layanan Bus Transjakarta Terapkan SPM

Inilah pola klasik perang persepsi.

Karakter diserang bukan untuk membuktikan kebenaran, melainkan untuk menciptakan keraguan. Tidak perlu ada vonis. Tidak perlu ada bukti kuat. Dalam era digital, cukup ada narasi yang terus diulang, lalu opini publik akan bekerja sendiri membentuk stigma.

Fitnah modern tidak lagi membutuhkan fakta penuh.
Ia hanya membutuhkan algoritma.

Yang membuat situasi menjadi lebih serius adalah karena isu moral dan seksualitas masih sangat sensitif dalam masyarakat Indonesia. Begitu isu dilempar ke ruang publik, emosi akan bergerak lebih cepat daripada akal sehat. Orang tidak lagi sibuk mencari validitas, melainkan memilih posisi: percaya atau membela.

Di titik itu, substansi negara mulai tenggelam.

Publik tidak lagi membahas efektivitas kebijakan, arah ekonomi, konsolidasi pemerintahan, atau tantangan geopolitik. Energi bangsa habis untuk mengonsumsi drama personal elite. Politik akhirnya berubah menjadi industri distraksi.

Baca Juga :  Satlantas Polrestabes Surabaya Gelar Operasi Cipta Kondisi,Tindak 20 Pelanggaran Lalu Lintas di Jalan Raya Gubenur Suryo Surabaya

Dan dalam banyak kasus, distraksi adalah alat kekuasaan yang paling murah sekaligus paling efektif.

Bukan berarti pejabat publik tidak boleh dikritik. Kritik tetap penting dalam demokrasi. Tetapi demokrasi juga akan rusak jika ruang publik dipenuhi operasi persepsi yang menjadikan kehidupan pribadi sebagai senjata pembunuhan karakter tanpa dasar yang jelas.

Karena jika standar politik dibangun di atas rumor, maka tidak akan ada pejabat yang benar-benar aman. Hari ini Teddy, besok siapa pun bisa menjadi target.

Yang lebih berbahaya lagi: ketika publik mulai menikmati penghancuran karakter sebagai hiburan politik.

Sebab bangsa yang terlalu sibuk mengurusi ranjang elite biasanya terlambat menyadari apa yang sedang terjadi di meja kekuasaan.

Dan sering kali, ketika publik sadar sedang dialihkan, keputusan-keputusan strategis sudah terlanjur dibuat tanpa pengawasan yang sehat. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Himbauan MUI Khutbah Jum’at tentang Cegah Narkoba Sarana Efektif Sadarkan Umat Lawan Penyalahgunaan Narkoba

dito

26 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2026 ini , yang jatuh tepat di tanggal 26 Juni , maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan instruksi khusus melalui Surat Himbauan Nomor Kep-63/DP-MUI/VI/2026. MUI mengimbau seluruh masjid dan khatib di Indonesia untuk menggelar khutbah Jumat serentak dengan tema “Bahaya Narkoba dan Penyelamatan Generasi Bangsa …

Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

x
x