- NasionalViviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan
- HukumA.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA
- NasionalHUT Ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi Berlangsung Spektakuler, Pentas Seni Kolosal “PARAKRAMAH” Teguhkan Karakter, Budaya, dan Semangat Pancasila
- daerahSMAN 3 Painan Juara I Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Sumbar, Siap Wakili Provinsi ke Ajang Nasional
- daerahBawaslu Pesisir Selatan: Distribusi X-banner PPID Dilanjutkan untuk Perkuat KIP

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah
Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya.
Pada tahun 1952, H. Amran Sidi menikah dengan seorang putri Padang Panjang bernama Rusma. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat orang anak.
Kehidupan keluarga kecil itu berjalan sebagaimana keluarga pada umumnya, hingga takdir berkata lain. Pada tahun 1958, Rusma meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi H. Amran Sidi dan keempat anaknya yang masih kecil.
Di akhir tahun yang sama, 1958, H. Amran Sidi kembali menikah. Pilihannya jatuh kepada Jusma, seorang putri Rambatan, Batusangkar, yang dikenalnya ketika Jusma sering melintas di Padang Panjang, tempat ia menuntut ilmu. Pernikahan ini menjadi awal kisah panjang kebersamaan yang sarat perjuangan.
H. Amran Sidi dan Jusma menetap di Padang Panjang, hidup bersama empat anak dari pernikahan sebelumnya. Jusma menerima mereka dengan sepenuh hati. Ia dikenal sangat dekat dan penuh kasih kepada keempat anak sambungnya, merawat mereka seolah anak kandung sendiri.
Tiga tahun pernikahan berlalu. Pada tahun 1961, kebahagiaan keluarga bertambah dengan lahirnya seorang putri cantik yang diberi nama Retno Yulvi. Namun, kebahagiaan itu berjalan beriringan dengan kenyataan hidup yang tidak mudah.
Kondisi ekonomi di Padang Panjang saat itu tidak stabil. Dengan lima orang anak yang harus dinafkahi, H. Amran Sidi bekerja apa saja—mulai dari servis jam hingga pekerjaan serabutan.
Akhirnya, dengan sisa uang yang ada dan tekad untuk mengubah nasib, H. Amran Sidi dan Jusma memutuskan merantau ke Kota Padang. Mereka mengontrak rumah sederhana di Los Baro, Padang. Saat itu, Retno Yelvi masih bayi, baru berusia hitungan bulan.
Di Kota Padang inilah kehidupan mulai menunjukkan secercah cahaya. Perlahan namun pasti, apa pun yang dikerjakan H. Amran Sidi seakan diberi keberkahan.
Dari kerja keras tanpa lelah, ia berkembang menjadi distributor garam di Sumatera Barat, bahkan merambah ke Jambi, Riau, hingga Medan. Ia bermukim dan berusaha di Jalan M. Yamin, Padang.
Usaha yang dirintis dari nol itu terus berkembang. Selain berdagang, H. Amran Sidi juga menekuni dunia kontraktor. Banyak pertokoan di Jalan Pemuda, Jalan M. Yamin, serta Pasar Raya Padang yang dibangun melalui tangan dan tanggung jawabnya.
Di balik keberhasilan itu, Jusma memainkan peran penting dengan tangan dinginnya, kejelian melihat peluang, dan aktivitasnya sebagai aktivis perempuan, ia menjadi pendamping sejati dalam setiap langkah.
Pada tahun 1973, H. Amran Sidi dan Jusma menunaikan Rukun Islam kelima, berangkat ibadah haji bersama. Perjalanan spiritual ini semakin menguatkan tekad mereka untuk berbuat lebih banyak bagi umat dan pendidikan.
Dalam perjalanan hidupnya, H. Amran Sidi kemudian menikah lagi dengan Zairat, seorang pegawai gudang garamnya yang juga bertugas sebagai sekretaris. Dari pernikahan ini lahir dua anak, Rika Amran dan Sari Amran. Seiring waktu, Zairat memilih menjadi ibu rumah tangga dan posisinya di gudang digantikan oleh Maimunah.
Tahun 1975 menjadi titik penting lainnya. Muktamar Aisyiyah digelar di Surabaya. Hj. Jusma, bersama Hj. Nurma Tajab dan Hj. Asma Malin, berangkat mewakili Sumatera Barat. Sebelum ke Surabaya, tiga srikandi ini singgah di kediaman Mohammad Natsir, tokoh nasional dan mantan Perdana Menteri Republik Indonesia. Di sana, mereka menyerap banyak pemikiran dan gagasan demi kemajuan pendidikan dan agama di Sumatera Barat.
Mereka juga bertemu tokoh-tokoh perempuan Sumbar lainnya yang hadir di kediaman M. Natsir.
Sepulang dari Surabaya, Hj. Jusma menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada H. Amran Sidi, termasuk usulan M. Natsir untuk mendirikan sebuah yayasan pendidikan di Sumatera Barat.
” Gayung bersambut. H. Amran Sidi langsung menyatakan persetujuannya.
Maka pada 20 September 1979, bertepatan dengan hari kelahiran H. Amran Sidi, berdirilah Yayasan Pendidikan Baiturahmah, di bawah Akta Notaris Abdul Kadir Usman Nomor 60, beralamat di Jalan Damar, Padang.
Susunan pengurusnya adalah:
Ketua: H. Amran Sidi Sutan Sulaiman
Sekretaris: Hj. Jusma
Bendahara: Retno Yelvi
Yayasan ini berkembang pesat:
SD (1981), SMP (1983), SMA (1984), STIE (1986), Sekolah Ilmu Kedokteran Gigi (1987), Akper Baiturahmah (1996), hingga pengembangan rumah sakit.
Pada 1982, seorang bernama Maizarnis mendaftar sebagai guru di Yayasan Baiturahmah. Setelah evaluasi, ia dinilai tidak layak menjadi pendidik dan dipindahkan sebagai pegawai yayasan.
H. Amran Sidi dan Hj. Jusma juga menawarkan tempat tinggal bagi guru atau pegawai yang masih lajang. Dari beberapa nama, hanya Maizarnis yang menerima tawaran tersebut.
Seiring waktu, Maizarnis kerap mendampingi H. Amran Sidi dalam berbagai kegiatan, termasuk perjalanan dinas ke luar kota hingga Jakarta.
Pada 1984, H. Amran Sidi menikahi Maizarnis. Pernikahan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Retno Yelvi, dan mereka sempat tinggal serumah dengan Hj. Jusma. Dari pernikahan ini lahir tiga anak: Wahyu Amran, Fadli Amran, dan Ikhsan Amran.
Ketegangan dalam rumah tangga tidak terhindarkan. Hj. Jusma akhirnya meminta Maizarnis pindah ke rumah di Jalan Pattimura No. 16 Padang, rumah milik Hj. Jusma dan H. Amran.
Meski tidak lagi tidur di rumah Hj. Jusma, setiap pagi H. Amran Sidi selalu singgah untuk menikmati secangkir kopi buatan Hj. Jusma, dan sore hari kembali melakukan hal yang sama—sebuah kebiasaan kecil yang menyimpan makna besar.
Demi pengembangan yayasan dan rumah sakit, Hj. Jusma menjual sejumlah aset dan tanah, lalu membeli lahan di Air Pacah. Dari pengorbanan itulah berdiri Rumah Sakit Siti Rahmah dan Kampus Baiturahmah yang kini tampak megah.
Namun, tragedi besar terjadi pada 27 Januari 1996. Kota Padang digemparkan oleh meninggalnya pendiri Yayasan Baiturahmah bersama pembantunya. Peristiwa itu hingga kini disebut belum terungkap sepenuhnya, meninggalkan luka dan tanda tanya mendalam, terutama bagi Retno Yelvi.
Pada tahun yang sama, 1996, Maizarnis dan keluarganya mendirikan Yayasan Baiturahmah 1, 2, 3, dan 4 dengan akta yang berada di bawah Yayasan Baiturahmah. Hingga H. Amran Sidi wafat pada tahun 2021, pengelolaan Yayasan Baiturahmah disebut berada di bawah kendali Maizarnis dan keluarganya.
Penulis : drg. Retno Yelvi (Pendiri Yayasan Baiturahmah Padang)
- Banyuwangi
03 Agu 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …
dito
02 Agu 2026
NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut. Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …
- Banyuwangi
02 Agu 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton memenuhi arena pertunjukan saat SMPK Santo Yusup Banyuwangi sukses menggelar pentas seni kolosal bertajuk PARAKRAMAH (Sukma Sang Ksatria) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sabtu (1/8/2026). Pertunjukan megah yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang …
Primadoni,SH
01 Agu 2026
PADANG, Nasionalpos.com – SMAN 3 Painan berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih setelah tim SMAN 3 Painan mengungguli SMAN 1 Padang dan SMA IT ICBS Payakumbuh pada babak final yang digelar di Hotel Santika Padang, Sumatera …
Primadoni,SH
31 Jul 2026
Pessel, Nasionalpos.com — Komitmen terhadap Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kini terus diperkuat oleh berbagai lembaga publik, termasuk satu di antaranya Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Menurut Anggota, Bambang Putra Niko, penguatan komitmen tersebut dibuktikan dengan dilanjutkannya pendistribusian _x-banner_ tata cara mengakses informasi melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). “Sekarang kami …
Andi Ledi Lubuk Linggau
31 Jul 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachimat Hidayat melantik pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah, kepala dan tata usaha Puskesmas, serta mengangkat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Lubuk …
21 Nov 2024 2.158 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.666 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.486 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.443 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.388 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.340 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.228 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.