- daerahPRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026
- HeadlinePPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha
- Top NewsWako Hadiri Lustrum I Unpari
- NasionalJelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU
- Headline‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah
Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya.
Pada tahun 1952, H. Amran Sidi menikah dengan seorang putri Padang Panjang bernama Rusma. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai empat orang anak.
Kehidupan keluarga kecil itu berjalan sebagaimana keluarga pada umumnya, hingga takdir berkata lain. Pada tahun 1958, Rusma meninggal dunia, meninggalkan duka mendalam bagi H. Amran Sidi dan keempat anaknya yang masih kecil.
Di akhir tahun yang sama, 1958, H. Amran Sidi kembali menikah. Pilihannya jatuh kepada Jusma, seorang putri Rambatan, Batusangkar, yang dikenalnya ketika Jusma sering melintas di Padang Panjang, tempat ia menuntut ilmu. Pernikahan ini menjadi awal kisah panjang kebersamaan yang sarat perjuangan.
H. Amran Sidi dan Jusma menetap di Padang Panjang, hidup bersama empat anak dari pernikahan sebelumnya. Jusma menerima mereka dengan sepenuh hati. Ia dikenal sangat dekat dan penuh kasih kepada keempat anak sambungnya, merawat mereka seolah anak kandung sendiri.
Tiga tahun pernikahan berlalu. Pada tahun 1961, kebahagiaan keluarga bertambah dengan lahirnya seorang putri cantik yang diberi nama Retno Yulvi. Namun, kebahagiaan itu berjalan beriringan dengan kenyataan hidup yang tidak mudah.
Kondisi ekonomi di Padang Panjang saat itu tidak stabil. Dengan lima orang anak yang harus dinafkahi, H. Amran Sidi bekerja apa saja—mulai dari servis jam hingga pekerjaan serabutan.
Akhirnya, dengan sisa uang yang ada dan tekad untuk mengubah nasib, H. Amran Sidi dan Jusma memutuskan merantau ke Kota Padang. Mereka mengontrak rumah sederhana di Los Baro, Padang. Saat itu, Retno Yelvi masih bayi, baru berusia hitungan bulan.
Di Kota Padang inilah kehidupan mulai menunjukkan secercah cahaya. Perlahan namun pasti, apa pun yang dikerjakan H. Amran Sidi seakan diberi keberkahan.
Dari kerja keras tanpa lelah, ia berkembang menjadi distributor garam di Sumatera Barat, bahkan merambah ke Jambi, Riau, hingga Medan. Ia bermukim dan berusaha di Jalan M. Yamin, Padang.
Usaha yang dirintis dari nol itu terus berkembang. Selain berdagang, H. Amran Sidi juga menekuni dunia kontraktor. Banyak pertokoan di Jalan Pemuda, Jalan M. Yamin, serta Pasar Raya Padang yang dibangun melalui tangan dan tanggung jawabnya.
Di balik keberhasilan itu, Jusma memainkan peran penting dengan tangan dinginnya, kejelian melihat peluang, dan aktivitasnya sebagai aktivis perempuan, ia menjadi pendamping sejati dalam setiap langkah.
Pada tahun 1973, H. Amran Sidi dan Jusma menunaikan Rukun Islam kelima, berangkat ibadah haji bersama. Perjalanan spiritual ini semakin menguatkan tekad mereka untuk berbuat lebih banyak bagi umat dan pendidikan.
Dalam perjalanan hidupnya, H. Amran Sidi kemudian menikah lagi dengan Zairat, seorang pegawai gudang garamnya yang juga bertugas sebagai sekretaris. Dari pernikahan ini lahir dua anak, Rika Amran dan Sari Amran. Seiring waktu, Zairat memilih menjadi ibu rumah tangga dan posisinya di gudang digantikan oleh Maimunah.
Tahun 1975 menjadi titik penting lainnya. Muktamar Aisyiyah digelar di Surabaya. Hj. Jusma, bersama Hj. Nurma Tajab dan Hj. Asma Malin, berangkat mewakili Sumatera Barat. Sebelum ke Surabaya, tiga srikandi ini singgah di kediaman Mohammad Natsir, tokoh nasional dan mantan Perdana Menteri Republik Indonesia. Di sana, mereka menyerap banyak pemikiran dan gagasan demi kemajuan pendidikan dan agama di Sumatera Barat.
Mereka juga bertemu tokoh-tokoh perempuan Sumbar lainnya yang hadir di kediaman M. Natsir.
Sepulang dari Surabaya, Hj. Jusma menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada H. Amran Sidi, termasuk usulan M. Natsir untuk mendirikan sebuah yayasan pendidikan di Sumatera Barat.
” Gayung bersambut. H. Amran Sidi langsung menyatakan persetujuannya.
Maka pada 20 September 1979, bertepatan dengan hari kelahiran H. Amran Sidi, berdirilah Yayasan Pendidikan Baiturahmah, di bawah Akta Notaris Abdul Kadir Usman Nomor 60, beralamat di Jalan Damar, Padang.
Susunan pengurusnya adalah:
Ketua: H. Amran Sidi Sutan Sulaiman
Sekretaris: Hj. Jusma
Bendahara: Retno Yelvi
Yayasan ini berkembang pesat:
SD (1981), SMP (1983), SMA (1984), STIE (1986), Sekolah Ilmu Kedokteran Gigi (1987), Akper Baiturahmah (1996), hingga pengembangan rumah sakit.
Pada 1982, seorang bernama Maizarnis mendaftar sebagai guru di Yayasan Baiturahmah. Setelah evaluasi, ia dinilai tidak layak menjadi pendidik dan dipindahkan sebagai pegawai yayasan.
H. Amran Sidi dan Hj. Jusma juga menawarkan tempat tinggal bagi guru atau pegawai yang masih lajang. Dari beberapa nama, hanya Maizarnis yang menerima tawaran tersebut.
Seiring waktu, Maizarnis kerap mendampingi H. Amran Sidi dalam berbagai kegiatan, termasuk perjalanan dinas ke luar kota hingga Jakarta.
Pada 1984, H. Amran Sidi menikahi Maizarnis. Pernikahan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Retno Yelvi, dan mereka sempat tinggal serumah dengan Hj. Jusma. Dari pernikahan ini lahir tiga anak: Wahyu Amran, Fadli Amran, dan Ikhsan Amran.
Ketegangan dalam rumah tangga tidak terhindarkan. Hj. Jusma akhirnya meminta Maizarnis pindah ke rumah di Jalan Pattimura No. 16 Padang, rumah milik Hj. Jusma dan H. Amran.
Meski tidak lagi tidur di rumah Hj. Jusma, setiap pagi H. Amran Sidi selalu singgah untuk menikmati secangkir kopi buatan Hj. Jusma, dan sore hari kembali melakukan hal yang sama—sebuah kebiasaan kecil yang menyimpan makna besar.
Demi pengembangan yayasan dan rumah sakit, Hj. Jusma menjual sejumlah aset dan tanah, lalu membeli lahan di Air Pacah. Dari pengorbanan itulah berdiri Rumah Sakit Siti Rahmah dan Kampus Baiturahmah yang kini tampak megah.
Namun, tragedi besar terjadi pada 27 Januari 1996. Kota Padang digemparkan oleh meninggalnya pendiri Yayasan Baiturahmah bersama pembantunya. Peristiwa itu hingga kini disebut belum terungkap sepenuhnya, meninggalkan luka dan tanda tanya mendalam, terutama bagi Retno Yelvi.
Pada tahun yang sama, 1996, Maizarnis dan keluarganya mendirikan Yayasan Baiturahmah 1, 2, 3, dan 4 dengan akta yang berada di bawah Yayasan Baiturahmah. Hingga H. Amran Sidi wafat pada tahun 2021, pengelolaan Yayasan Baiturahmah disebut berada di bawah kendali Maizarnis dan keluarganya.
Penulis : drg. Retno Yelvi (Pendiri Yayasan Baiturahmah Padang)
dito
15 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya. Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …
dito
14 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …
Admin Redaksi
12 Jun 2026
Nasionalpos.com/LUBUKLINGGAU-Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat hadiri kegiatan Lustrum I Universitas PGRI Silampari (Unpari) yang dilaksanakan di gedung embun Semibar, kamis (11/6/2026). Turut hadir mendampingi wali kota di kegiatan tersebut jajaran kepala OPD dilingkungan pemerintah Kota Lubuklinggau, serta ketua umum pengurus besar PGRI Unifah Rosyidi, Kabag SDM Polres Lubuklinggau Kompol Ermi, ketua badan pembina …
dito
12 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini, Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …
Dhio Justice Law
12 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …
Dhio Justice Law
11 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …
21 Nov 2024 1.959 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.555 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.402 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.346 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.316 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.281 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.173 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.