Home » Nasional » daerah » Mandeh “Raja Ampatnya Sumatera” Harapan Baru Energi Bersih, Investor Jepang Tertarik Bangun PLTS di Bukik Ameh

Mandeh “Raja Ampatnya Sumatera” Harapan Baru Energi Bersih, Investor Jepang Tertarik Bangun PLTS di Bukik Ameh

Primadoni,SH 30 Okt 2025 455

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Kawasan wisata bahari Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), selama ini dikenal karena pesona laut birunya yang tenang, gugusan pulau-pulau kecil, serta panorama perbukitan yang menawan. Namun kini, kawasan yang dijuluki “Raja Ampatnya Sumatera” itu kembali mencuri perhatian, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena potensinya di bidang energi terbarukan.

Investor asal Jepang menunjukkan minat besar untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bukik Ameh, salah satu titik strategis di kawasan Mandeh. Rabu (29/10/2025), rombongan investor tersebut melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang direncanakan sebagai area pembangunan PLTS.

Kunjungan itu difasilitasi oleh PT Awina Sinergi International dan disambut hangat oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bersama sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam kegiatan tersebut, para investor meninjau kontur lahan, akses jalan, serta intensitas cahaya matahari yang menjadi faktor utama dalam pengembangan energi surya.

Menurut perwakilan PT Awina Sinergi International, Bukik Ameh memiliki karakteristik lahan yang sangat ideal untuk instalasi panel surya berskala besar. Dengan intensitas sinar matahari yang tinggi dan stabil sepanjang tahun, kawasan ini berpotensi menghasilkan daya listrik hingga 50–100 megawatt (MW).

“Kami sangat tertarik. Kawasan ini memiliki kombinasi sempurna antara ketersediaan lahan dan potensi energi matahari yang besar. Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimistis proyek PLTS di sini bisa segera diwujudkan,” ujar salah seorang perwakilan investor asal Jepang.

Rencana pembangunan PLTS tersebut disambut positif oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Ia menyebut proyek ini sebagai langkah strategis dalam membuka babak baru pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan.

“Mandeh bukan hanya tentang wisata. Kami ingin kawasan ini juga dikenal sebagai pusat energi terbarukan di Sumatera Barat. Energi surya adalah masa depan, dan Mandeh memiliki semua yang dibutuhkan untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Viral Isu Minim Bendera di Siguntur, Hasil Cek Lapangan: Warga Justru Semarakkan HUT RI dengan Berbagai Lomba dan Goro

Hendrajoni menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penuh rencana investasi ini, mulai dari proses perizinan hingga koordinasi teknis lintas sektor. Ia juga menjamin bahwa pelaksanaan proyek akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan investasi ini membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci agar semua pihak merasa aman dan diuntungkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hendrajoni menjelaskan bahwa pembangunan PLTS ini akan memberi dampak positif yang luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Selain memenuhi kebutuhan listrik di wilayah pesisir, proyek ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.

“Selama ini masih banyak daerah di Pesisir Selatan yang belum terjangkau listrik secara optimal. Dengan adanya PLTS ini, kami berharap tidak hanya pasokan listrik yang meningkat, tapi juga kesejahteraan warga,” ujarnya.

Pembangunan PLTS di Bukik Ameh juga diyakini akan memperkuat infrastruktur pendukung sektor pariwisata Mandeh. Ketersediaan energi yang stabil akan mendorong tumbuhnya resort, homestay, serta fasilitas wisata lainnya yang membutuhkan pasokan listrik berkelanjutan.

Dengan adanya energi bersih, wisatawan akan menikmati kenyamanan lebih saat berkunjung ke kawasan Mandeh. Hal ini tentu akan meningkatkan daya saing pariwisata Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, keberadaan proyek PLTS juga memiliki nilai edukatif. Masyarakat lokal akan berkesempatan mengenal teknologi energi terbarukan, sekaligus terlibat langsung dalam proses pembangunan dan operasionalnya.

Pemerintah daerah berharap warga sekitar Bukik Ameh turut serta mendukung proyek ini, baik sebagai tenaga kerja, penyedia jasa transportasi, maupun pelaku usaha lokal lainnya.

Baca Juga :  Sidang KWI Kedua Tahun 2024 Sampaikan Pesan Kepeduliaan Terhadap Masalah Kemanusiaan

“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari perubahan ini. Dengan berpartisipasi aktif, manfaat ekonomi dan sosialnya akan terasa lebih besar,” kata Hendrajoni.

Dari sisi lingkungan, proyek PLTS ini menjadi langkah nyata menuju pembangunan rendah emisi di Sumatera Barat. Energi surya dipilih karena ramah lingkungan dan tidak menghasilkan polusi.

“Dengan energi bersih, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menjaga alam agar tetap lestari untuk anak cucu kita,” ujar Hendrajoni menambahkan.

Secara nasional, pembangunan PLTS Mandeh juga mendukung agenda transisi energi bersih Indonesia. Pemerintah pusat menargetkan porsi energi terbarukan mencapai 23 persen dalam bauran energi nasional pada tahun 2025.

Jika terealisasi, proyek PLTS Mandeh dengan kapasitas hingga 100 MW ini berpotensi menjadi salah satu proyek percontohan energi hijau di Sumatera Barat dan kawasan barat Indonesia.

Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, proyek ini juga akan menjadi simbol perubahan Mandeh dari kawasan wisata bahari menjadi pusat inovasi energi yang berpihak pada kelestarian alam.

Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan investor Jepang ini bisa segera diformalkan melalui nota kesepahaman (MoU), sebelum berlanjut ke tahap studi kelayakan dan pembangunan fisik.

“Dukungan semua pihak sangat penting, mulai dari pemerintah, investor, akademisi, hingga masyarakat. Bersama, kita bisa wujudkan Mandeh sebagai destinasi wisata dan energi yang membanggakan,” tutur Hendrajoni optimistis.

Ketika nanti PLTS itu berdiri megah di Bukik Ameh, cahaya matahari Mandeh tak hanya menyinari laut dan perbukitan indah, tetapi juga menjadi sumber energi bagi kehidupan, pembangunan, dan masa depan hijau Pesisir Selatan. ***

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Resmi Dibuka ; Warga Kini Bisa Lapor Langsung ke Kapolda Lampung Lewat Hotline Ini

Taufik Hidayat

22 Okt 2026

Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung membuka layanan pengaduan masyarakat melalui hotline “Lapor Pak Kapolda Lampung”. Layanan tersebut menjadi saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, informasi, maupun aspirasi secara langsung. Informasi mengenai layanan tersebut disampaikan melalui materi publikasi Polda Lampung menampilkan Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani. Dalam publikasi itu, masyarakat dapat menghubungi hotline pengaduan …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Perkuat Kualitas Penegakan Hukum, Polres Pesisir Barat Jalani Supervisi Semester II Ditreskrimum Polda Lampung

Taufik Hidayat

21 Okt 2026

Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan Supervisi Semester II TA 2026 dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung pada hari Rabu (21/10/2026) pukul 09.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Aula Polres Pesisir Barat. Kegiatan supervisi tersebut diikuti oleh seluruh personel Reskrim dari Polres Pesisir Barat dan Polres Lampung Barat yang dipusatkan di …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Sentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi

Taufik Hidayat

20 Okt 2026

Pesisir Barat — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Peratin (PilPeratin) Kabupaten Pesisir Barat yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026, suasana demokrasi mulai terasa di tengah masyarakat kabupaten Pesisir Barat, termasuk di Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Selasa (20-10-2026). Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kontestasi tersebut adalah Irwan Hakim, calon …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

x
x