Home » Ekonomi » Mengintip Cara “Unik” UPT Kementan Berantas Parasit di Tubuh Sapi

Mengintip Cara “Unik” UPT Kementan Berantas Parasit di Tubuh Sapi

Admin Nasionalpos 21 Feb 2022 107

NasionalPos.com,Padang  –– Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berkomitmen terus meningkatkan kualitas bibit ternak dan benih tanaman pakan ternak. Lantaran, sangat berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produktivitas produksi.

Salah satunya upaya yang dilakukan oleh UPT Kementan, Balai Pembibitan Ternak Unggul, Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas. Sistem pemeliharaan sapi di BPTUHPT Padang Mangatas ini terbilang unik, karena menggunakan sistem pastura grazing atau sapi diberikan kebebasan merumput di padang pengembala sepanjang waktu.

“Kami memiliki visi menjadi pusat penghasil sapi bibit unggul nasional dalam sistem pemeliharaan sapi melalui sistem pastura grazing,” ujar Kepala BPTUHPT, Dani Kusworo, Senin (21/2/2022).

Baca Juga :  Riyanta: Oknum Penegak Hukum Jadi Mafia Tanah, Laporkan ke Presiden dan Komnas HAM!

Dani menggambarkan sapi-sapi rumpun Simental dan Limosin yang sedang merumput di hamparan hijauan rumput, kerap kali dihampiri banyak burung jalak yang bertengger di pundaknya. Proses ini cukup positif bagi sapi karena burung jalak memakan parasit yang ada di tubuh sapi.

Salah satu parasit bagi ternak sapi adalah kutu atau caplak, yang menghisap darah sapi. Jika berlangsung dalam waktu lama bisa menyebabkan parasit darah bahkan menyebabkan kematian sapi.

Caplak ini akan semakin sulit diatasi pada ternak yang digembalakan di padang pengembalaan, karena caplak dapat dengan mudah berkembang biak terutama pada sapi eksotik seperti Simmental dan Limosin.

“Berada di padang pengembalaan membuat sapi-sapi menjadi nyaman, kutu-kutunya menjadi santapan enak bagi si Jalak,” ucap Dani.

Baca Juga :  Pertumbuhan Premi Terbesar BRI Insure Raih Penghargaan

Ia menjelaskan sejak tahun 2021 telah mencoba untuk memelihara beberapa ekor burung jalak. Beberapa burung yang dipelihara dalam penangkaran, menyebabkan semakin banyak burung jalak yang datang ke areal BPTUHPT Padang Mengatas.

Akhirnya, ratusan ekor burung jalak selalu mengikuti sapi yang digembalakan. Cara ini menuai hasil positif dalam rangka penanggulangan caplak dan kutu pada ternak lewat kearifan alam seperti menggunakan burung jalak.

Dani menilai, hasilnya juga cukup memuaskan, wabah caplak sangat jauh berkurang dibandingkan dengan tahun 2020. Sehingga angka kematian ternak akibat parasit darah juga sangat berkurang.

“Sangat memberikan manfaat yang besar, saling memberikan keuntungan di padang pengembalaan tanpa merusak ekosistemnya,” tutur dia.(*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketua DPN Bapermen Ajak Masyarakat Gunakan Jasa Syar’i Tour dan Travel untuk Umrah serta Haji Plus

Primadoni,SH

01 Jul 2026

Padang , Nasionalpos.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., CPM., CCPS., mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah dan haji plus. Ia merekomendasikan masyarakat menggunakan jasa Syar’i Tour dan Travel yang dinilai memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah. Menurut …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

x
x