Home » Nasional » daerah » 24 Ribu Masyarakat Miskin Menanggung Tunggakan BPJS Pasisie Rancak, Program Tipu – tipu Bupati Rusma Yul Anwar ?

24 Ribu Masyarakat Miskin Menanggung Tunggakan BPJS Pasisie Rancak, Program Tipu – tipu Bupati Rusma Yul Anwar ?

Primadoni,SH 23 Nov 2024 279

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), di bawah kepemimpinan Rusma Yul Anwar (RA) dinilai telah gagal dalam memberikan perlindungan dasar bidang kesehatan untuk masyarakat dikabupaten tersebut.

Sebab program BPJS Pasisie Rancak Yang digadang-gadangkan mampu memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat miskin dikabupaten itu tidak aktif lagi. Akibat non aktifnya BPJS Pasisie Rancak tersebut, sebanyak 24 ribu penduduk miskin harus menanggung tunggakan Iyuran BPJS Pasisie Rancak yang merupakan program andalan oleh Bupati Rusma Yul Anwar.

Kekecewaan ini semakin dirasakan masyarakat setelah Pemkab Pessel memiliki kebijakan melakukan pengaktifan peserta baru BPJS Kesehatan Pasisia Rancak sebanyak 3.247 orang lagi sejak 1 November hingga Desember tahun ini.

Sementara yang sudah terjebak tunggakan puluhan ribu saat ini, belum terlihat solusi kongrit yang akan dilakukan untuk menyelesaikannya.

Hal itu ditegaskan Anggota Komisi III DPRD Pessel, Ardiul, dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), kepada wartawan Jumat (22/11) di Painan.

“Jika Pemkab Pessel memang peduli terhadap jaminan kesehatan masyarakat miskin, semestinya yang dituntaskan itu adalah 24 ribu masyarakat miskin yang terjebak dengan tungggakan saat ini. Sebab bila tidak ada upaya untuk menyelesaikan dengan segera, maka tunggakannya akan semakin membesar atau menggunung,” kata Ardiul.

Ia menilai pengaktifan peserta baru BPJS Pasisia Rancak di penghujung tahun itu, ada indikasi kepentingan politik Pilkada.

“Saya katakan demikian, sebab masyarakat miskin yang masuk sebagai peserta baru BPJS Pasisia Rancak ini, bisa saja diarahkan untuk memilih salah satu pasangan calon yang mereka anggap berjasa untuk mendapatkan kartu tersebut. Tentunya dengan cara melakukan penyaluran sebelum masa pencoblosan dilakukan. Siapa kandidatnya, masyarakat tentu akan tahu sendiri,” ungkap Ardiul lagi.

Baca Juga :  Jaksa Agung RI Berikan Arahan Strategis pada Kunjungan Kerja di Kejaksaan Tinggi Lampung

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Pessel, Dani Sopian, ketika dihubungi Jumat (22/11).

“Semestinya penambahan peserta baru BPJS Pasisia Rancak yang berjumlah sebanyak 3.247 orang itu diaktifkan sejak awal Januari 2024. Bukan di awal November hingga Desember 2024 ini. Makanya ini menimbulkan kecurigaan. Sebab pola ini juga sudah pernah dilakukan menjelang pemilihan umum (Pemilu) Legislatif pada 14 Februari 2024 lalu,” ujarnya.

Ditambahkan Ardiul lagi bahwa sekarang sebagian besar masyarakat miskin yang mendapatkan kartu BPJS Pasisia Rancak menjelang Pemilu tanggal 14 Februari 2024 lalu itu, juga sudah banyak yang di off kan dengan alasan enam bulan tidak digunakan, dan masih tergolong pada keluarga produktif.

“Berdasarkan data yang saya dapatkan, per 1 September 2024, peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh Pemkab Pessel hanya 78,46 persen yang aktif dari 113 ribu lebih peserta jumlah Universal Health Coverage (UHC) Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD,” ujarnya.

Karena dari 113 ribu ada sebanyak 21,54 persen kartunya telah mati karena tidak dibayar, sehingga ada sebanyak 24 ribu lebih kartu BPJS penduduk miskin Pessel yang telah mati dan tidak bisa digunakan lagi.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bantuan Keuangan Pemprov Jateng, Seorang Kades di Magelang Terancam Hukuman Seumur Hidup

“Jika ingin mengaktifkan kembali, maka masyarakat miskin ini harus membayarnya secara mandiri. Ini jelas sangat memberatkan, sebab diantaranya ada yang sudah off lebih dari 3 tahun. Makanya kebijakan ini bisa dikatakan menyakitkan bagi 24 ribu penduduk miskin yang terjebak tunggakan saat ini,” ujarnya.

Kepala BPJS Pessel, Rezna Afre Yanti, ketika dihubungi Padang Ekspres menjelaskan bahwa jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD per 1 Oktober di daerah itu sebanyak 89.936 yang terdiri dari 83.000 JKSS dan 6.936 APBD Murni.

“Terhitung mulai 1 November 2024 Pemkab Pessel melakukan penambahan sebanyak 3.247 jiwa peserta baru. Berdasarkan penambahan itu, maka Pemkab Pessel sudah menganggarkan sebanyak 93.175 jiwa. Jumlah ini adalah dalam kondisi aktif,” jelasnya.

Terkait berapa jumlah peserta BPJS Kesehatan yang PBI bersumber dari APBD yang dinonaktifkan Pemkab Pessel per 1 Oktober 2024 dijelaskan Rezna mencapai 21,54 persen.

“Jumlah data UHC PBI APBD Pessel lebih kurang 113 ribu. Dari jumlah itu yang aktif per 1 Oktober 2024 hanya sebanyak 89.928 orang, atau sekitar 78,46 persen,” jelasnya.

Salah seorang warga masyarakat Painan, Syahrial mengatakan bahwa program yang diluncurkan oleh pemkab Pessel dibawah kepemimpinan Rusma Yul Anwar adalah program tipu-tipu.

” Ya, kalau menurut saya ini adalah program tipu-tipu, jadi akibat program BPJS Pasisie Rancak ini, masyarakat yang miskin harus menanggung tunggakannya, apa namanya ini, kalau bukan program tipu-tipu, urang lah tau ,” Ujarnya.

 

Don

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Semakin humanis satpas sim tegal hadir layani masyarakat dengan ramah dan profesionalisme,membuat rakyat merasa terlayani dan di hargai

Indri Kalteng

11 Okt 2026

  Tegal- Nasionalpos.comPelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di jajaran Polres Tegal terus mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Petugas memberikan pelayanan dengan ramah, santun, serta membantu pemohon memahami setiap tahapan proses penerbitan SIM agar berjalan tertib, mudah, dan transparan. Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang datang untuk mengurus SIM mendapatkan arahan dari petugas mulai dari proses pendaftaran, …

Unbrah Jadi Tuan Rumah Rakernas APTFI 2026, Diikuti 880 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi Farmasi

Zulwandi

10 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Universitas Baiturrahmah (Unbrah) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis hingga Sabtu (8–10 Oktober 2026) di ZHM Grendzuri Hotel Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diikuti sekitar 880 peserta dari berbagai perguruan tinggi farmasi di Indonesia. …

Sekda Pimpin Rakor Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan

Andi Ledi Lubuk Linggau

08 Okt 2026

NASIONALPOS.COM//LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekda Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa memimpin rapat koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Kota Lubuk Linggau di Ruang Rapat Moneng Sepati Lt.5 Pemkot Lubuk Linggau, Kamis(8/10/2026) Dalam arahannya, H Trisko Defriyansa menekankan pentingnya kolaborasi …

Kunjungan kerja turut dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 Letkol Inf Danny Steven Surbakti, S.A.P., M.M

Andi Ledi Lubuk Linggau

08 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/Kabupaten musira Rawas –  Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas dalam rangka meninjau Marshalling Area (MA) Yonif TP 947/Pangeran Amin, yang berlokasi di kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 …

Andi Darwin R Ranreng, SH MH: Hormati Putusan MK, Hormati Pula Konsekuensinya

dito

07 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Final dan Mengikat, Tetapi TIdak bisa bisu   Praktisi Hukum Advokat Andi Darwin R. Ranreng saat di temui wartawan , Rabu, 7/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa semua pihak agar menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.   “Menghormati putusan tidak cukup dengan menerima amarnya …

Umi Calon Kades Nomor Urut Satu Ingin Menjadikan Desa Padaasih Lebih Maju dan Kuat

ardi

07 Okt 2026

NasionalPos.com,Subang — Calon Kades Sumiati Agus SKM,MEM atau lebih akrabnya disapa sehari hari oleh warga masyarakat Padaasih Umi indung Lembur Padaasih mengikuti pengundian nomor urut Calon Kades desa Padaasih di Sekretariat Pilkades Desa Padaasih Subang Jawa Barat .Selasa (06/10/26). Dalam pengundian nomor urut calon kepala desa Padaasih Umi mendapatkan nomor urut Satu (1) dan disambut …

x
x