Home » Headline » MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law 11 Jun 2026 166

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik mulai melihat wajah lain dari kekuasaan:
wajah rakus yang lama bersembunyi di balik slogan pengabdian.

Di negeri ini, korupsi memang jarang datang sendirian.
Ia hampir selalu datang bersama keluarga, kroni, dan lingkar kekuasaan.

Maka ketika nama-nama yang dekat dengan elite mulai muncul di sekitar proyek strategis negara, rakyat tidak sedang berprasangka buruk. Rakyat hanya sedang membaca pola lama yang terus berulang:
kekuasaan berubah menjadi meja makan keluarga.

Dan di situlah MBG terancam berubah dari program sosial menjadi pesta babi politik — pesta para elite yang berebut jatah di tengah rakyat yang dipaksa percaya bahwa semua ini dilakukan demi kepentingan publik.

Baca Juga :  Situs Judi Online Turun Drastis, IWO: Kemenkominfo Harus Lanjut Berantas Judol

Ironisnya, kerakusan itu sering tampil dengan wajah paling patriotik. Mereka berbicara tentang nasionalisme sambil membangun dinasti bisnis. Mereka menjual narasi pengabdian sambil mengatur jalur keuntungan. Mereka berdiri di podium atas nama rakyat, tetapi yang sebenarnya dijaga adalah lingkar keluarga dan kepentingan sendiri.

Inilah penyakit kronis kekuasaan di Indonesia:
jabatan publik terlalu sering diperlakukan seperti hak milik pribadi.

Negara akhirnya tidak lagi terlihat sebagai institusi pelayanan, melainkan sebagai ladang distribusi pengaruh. Proyek pemerintah menjadi ruang transaksi. Relasi keluarga berubah menjadi jalur percepatan akses ekonomi. Dan hukum sering kali mendadak lumpuh ketika berhadapan dengan nama besar di lingkar kekuasaan.

Karena itu, dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam proyek MBG tidak boleh diselesaikan dengan klarifikasi normatif atau pencitraan media. Ini harus dibuka terang-benderang.

Baca Juga :  Kantong Parkir Bus Disiapkan Saat Misa Paus Fransiskus di GBK, Ini Daftarnya

Usut seluruh relasi bisnisnya.
Telusuri konflik kepentingannya.
Periksa aliran proyek dan keuntungan ekonominya.

Sebab demokrasi yang sehat tidak dibangun oleh slogan moral, tetapi oleh keberanian membersihkan kekuasaan dari praktik nepotisme.

Jika ada pejabat yang menggunakan pengaruh jabatannya untuk membuka jalan bisnis bagi keluarga atau kelompoknya, maka secara moral ia sudah kehilangan legitimasi untuk berbicara tentang pengabdian kepada rakyat.
TIdak ada alasan bagi mereka untuk tetap duduk di kursi kekuasaan. Mereka harus mundur!

Saat yang sama, harus diusut tuntas kasus pidana korupsinya.

Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, melainkan kehormatan negara itu sendiri.

Dan sejarah selalu menunjukkan:
rezim tidak mulai busuk ketika oposisi menyerang terlalu keras, tetapi ketika para elitnya mulai merasa negara adalah ternak pribadi yang bisa dibagi-bagi di meja keluarga. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x