Home » Headline » ‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law 12 Jun 2026 216

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer.
Cukup viral.

Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang tokoh, tetapi seberapa sering wajah dan namanya muncul di beranda publik.

Di titik itulah sosok seperti Bahlil Lahadalia menemukan momentumnya.

Lagu yang terdengar ringan dan jenaka itu sesungguhnya memiliki efek politik yang serius: membangun kedekatan emosional tanpa debat ideologis. Publik dibuat akrab, bukan kritis. Nama diulang terus-menerus, wajah terus muncul, lalu perlahan tercipta persepsi populer bahwa tokoh tersebut “dekat dengan rakyat”.

Baca Juga :  Rencana FSTJ Kembangkan Varietas Padi Sejenis Basmati Di Apresiasi Mahasiswa IPB

Inilah propaganda modern yang paling efektif:
bukan propaganda yang memaksa orang percaya, tetapi cukup membuat orang terbiasa.

Dan politik selalu sangat diuntungkan oleh rasa terbiasa.

Yang menarik, fenomena ini juga mencerminkan transformasi Partai Golkar. Partai lama dikenal sebagai simbol elite mapan kini berusaha masuk ke ekosistem politik digital-populis. Golkar tampaknya sadar bahwa generasi media sosial tidak lagi hidup dalam ruang pidato panjang atau forum ideologis. Mereka hidup dalam dunia sound TikTok, meme, dan potongan video 15 detik.

Masalahnya, demokrasi yang terlalu tunduk pada budaya viral perlahan kehilangan kualitas intelektualnya.

Baca Juga :  Sebanyak 23.339 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Calon PPPK Kemenag Tahap 2

Politik berubah menjadi industri perhatian. Tokoh diukur bukan dari kapasitas kenegaraan, tetapi dari engagement. Bukan dari kualitas kebijakan, tetapi dari kemampuan menjadi trending topic.

Akibatnya, kritik pun ikut melemah. Ketika seorang pejabat sudah berubah menjadi meme hiburan, publik cenderung lebih sibuk ikut bernyanyi daripada mempertanyakan kebijakan dan kekuasaan yang ia jalankan.

Inilah era ketika citra bisa mengalahkan substansi.

Mungkin itu sebabnya lagu seperti “Mas Bahlil Ganteng” terasa lucu di permukaan, tetapi menyimpan pesan politik yang dalam:
di Indonesia modern, jalan menuju kekuasaan tidak lagi selalu lewat pidato besar atau karya monumental.

Kadang cukup lewat joget, sound viral, dan algoritma. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x