Home » Headline » ‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law 12 Jun 2026 83

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer.
Cukup viral.

Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang tokoh, tetapi seberapa sering wajah dan namanya muncul di beranda publik.

Di titik itulah sosok seperti Bahlil Lahadalia menemukan momentumnya.

Lagu yang terdengar ringan dan jenaka itu sesungguhnya memiliki efek politik yang serius: membangun kedekatan emosional tanpa debat ideologis. Publik dibuat akrab, bukan kritis. Nama diulang terus-menerus, wajah terus muncul, lalu perlahan tercipta persepsi populer bahwa tokoh tersebut “dekat dengan rakyat”.

Baca Juga :  H-2 Puncak Harganas, Kepala BKKBN Tinjau Lokasi yang Bakal Dikunjungi Presiden Jokowi

Inilah propaganda modern yang paling efektif:
bukan propaganda yang memaksa orang percaya, tetapi cukup membuat orang terbiasa.

Dan politik selalu sangat diuntungkan oleh rasa terbiasa.

Yang menarik, fenomena ini juga mencerminkan transformasi Partai Golkar. Partai lama dikenal sebagai simbol elite mapan kini berusaha masuk ke ekosistem politik digital-populis. Golkar tampaknya sadar bahwa generasi media sosial tidak lagi hidup dalam ruang pidato panjang atau forum ideologis. Mereka hidup dalam dunia sound TikTok, meme, dan potongan video 15 detik.

Masalahnya, demokrasi yang terlalu tunduk pada budaya viral perlahan kehilangan kualitas intelektualnya.

Baca Juga :  Menurut Konstitusi Negara, Semua Capres adalah Petugas Partai

Politik berubah menjadi industri perhatian. Tokoh diukur bukan dari kapasitas kenegaraan, tetapi dari engagement. Bukan dari kualitas kebijakan, tetapi dari kemampuan menjadi trending topic.

Akibatnya, kritik pun ikut melemah. Ketika seorang pejabat sudah berubah menjadi meme hiburan, publik cenderung lebih sibuk ikut bernyanyi daripada mempertanyakan kebijakan dan kekuasaan yang ia jalankan.

Inilah era ketika citra bisa mengalahkan substansi.

Mungkin itu sebabnya lagu seperti “Mas Bahlil Ganteng” terasa lucu di permukaan, tetapi menyimpan pesan politik yang dalam:
di Indonesia modern, jalan menuju kekuasaan tidak lagi selalu lewat pidato besar atau karya monumental.

Kadang cukup lewat joget, sound viral, dan algoritma. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Warga Desak APH & Satpol PP Banyuwangi “JANGAN TUTUP MATA!!! Aduan Masyarakat Jangan Diabaikan

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan masih beroperasinya aktivitas Prostitusi Terselubung di kawasan PAKEM, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, kembali menuai sorotan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat penegak hukum (APH), agar segera turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya …

Saling Tuding dan Saling Lapor, Konflik Perawat dan Security di Puskesmas Krui Masuk Ranah Hukum

- Banyuwangi

10 Jul 2026

Pesisir Barat, Nasinalpos.com – Sebuah Peristiwa memalukan yang mencoreng nama baik Dunia Medis di kabupaten Pesisir Barat Lampung kini menjadi sorotan masyarakat, Salah Seorang tenaga pengamanan (Security) berinisial AD diduga terlibat perkelahian dengan seorang tenaga kesehatan (perawat) berinisial AH di UPTD Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat saat ada seorang pasien membutuhkan rujukan …

HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

TNI AL Gelar Rekonsiliasi Internal untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

ardi

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …

Piala Presiden 2026 Digelar di Bandung dan Surabaya, Delapan Klub Siap Bersaing

Dame.T

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 kembali digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 dengan Bandung dan Surabaya ditetapkan sebagai tuan rumah. Memasuki penyelenggaraan edisi kedelapan, turnamen ini akan diikuti delapan klub yang terbagi ke dalam dua grup dan memainkan total 16 pertandingan. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers …

x
x