Home » Headline » ‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law 12 Jun 2026 104

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer.
Cukup viral.

Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang tokoh, tetapi seberapa sering wajah dan namanya muncul di beranda publik.

Di titik itulah sosok seperti Bahlil Lahadalia menemukan momentumnya.

Lagu yang terdengar ringan dan jenaka itu sesungguhnya memiliki efek politik yang serius: membangun kedekatan emosional tanpa debat ideologis. Publik dibuat akrab, bukan kritis. Nama diulang terus-menerus, wajah terus muncul, lalu perlahan tercipta persepsi populer bahwa tokoh tersebut “dekat dengan rakyat”.

Baca Juga :  Berpusat di Pekanbaru, 12 Anggota Balai Jurnalis Pesisir Selatan Hadiri HPN 2025

Inilah propaganda modern yang paling efektif:
bukan propaganda yang memaksa orang percaya, tetapi cukup membuat orang terbiasa.

Dan politik selalu sangat diuntungkan oleh rasa terbiasa.

Yang menarik, fenomena ini juga mencerminkan transformasi Partai Golkar. Partai lama dikenal sebagai simbol elite mapan kini berusaha masuk ke ekosistem politik digital-populis. Golkar tampaknya sadar bahwa generasi media sosial tidak lagi hidup dalam ruang pidato panjang atau forum ideologis. Mereka hidup dalam dunia sound TikTok, meme, dan potongan video 15 detik.

Masalahnya, demokrasi yang terlalu tunduk pada budaya viral perlahan kehilangan kualitas intelektualnya.

Baca Juga :  Ini Bukti Kasus Munarman Sarat Politik, Noel Dicopot Dari Komut BUMN

Politik berubah menjadi industri perhatian. Tokoh diukur bukan dari kapasitas kenegaraan, tetapi dari engagement. Bukan dari kualitas kebijakan, tetapi dari kemampuan menjadi trending topic.

Akibatnya, kritik pun ikut melemah. Ketika seorang pejabat sudah berubah menjadi meme hiburan, publik cenderung lebih sibuk ikut bernyanyi daripada mempertanyakan kebijakan dan kekuasaan yang ia jalankan.

Inilah era ketika citra bisa mengalahkan substansi.

Mungkin itu sebabnya lagu seperti “Mas Bahlil Ganteng” terasa lucu di permukaan, tetapi menyimpan pesan politik yang dalam:
di Indonesia modern, jalan menuju kekuasaan tidak lagi selalu lewat pidato besar atau karya monumental.

Kadang cukup lewat joget, sound viral, dan algoritma. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Yayasan Trisakti Tolak Keras Rencana Ubah Status Universitas Trisakti Jadi PTN-BH

dito

27 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Adanya isu yang beredar tentang rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi RI untuk mengubah Status UNIVERSITAS TRISAKTI dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri, Badan Hukum (PTN-BH),       Menanggapi permasalahan tersebut, pada acara konferensi pers, Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Kantor Yayasan Trisakti di kawasan Rawasari Jakarta Timur. …

Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Malapetaka 27 Juli 96, Menjadi Momentum Refleksi Demokrasi Kekinian

dito

27 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 diperingati oleh jajaran DPP PDI Perjuangan melalui aksi tabur bunga di gedung DPP PDI-P di Diponegoro no 58 Jakarta Pusat.   Acara tabur bunga ini dipimpin oleh fungsionaris partai di depan Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.   Sementara itu acara tabur bunga, Digelar …

PMKRI SOROTI DUGAAN PEMBIARAN POLRES MANGGARAI, PENANGANAN KASUS PENGEROYOKAN KETUA PMKRI JAKARTA PUSAT DINILAI TIDAK PROFESIONAL

dito

26 Jul 2026

Nasional pos.com, Ruteng- Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus, menuai sorotan tajam.   Pasalnya hingga beberapa hari setelah laporan polisi dibuat, belum terlihat adanya langkah penegakan hukum yang memberikan kepastian kepada korban.   Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme Polres Manggarai dalam menangani perkara kekerasan yang terjadi …

Anak Dan Masa Depan Bangsa ( Refleksi Hari Anak Nasional 2026 )

dito

25 Jul 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kab. Bogor & Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta.       Dalam konteks Agama, anak adalah amanah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dirawat, dibimbing dan dipenuhi seluruh hak – haknya, serta dilindungi dari segala bentuk kekerasan.   Kenapa harus dilindungi …

Kongres PMKRI Di Ruteng, Ricuh, Ketua PMKRI Jakpus Di keroyok Hingga Alami Luka Berdarah

dito

25 Jul 2026

NasionalPos.com, Ruteng- Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota /MPA PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya telah terjadi Aksi tidak terpuji yang telah menimpa Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sdr. Yohanes …

“Dewi Uma: The Mirror Of Life Wariga Harmonisasi manusia dengan Alam Disambut Baik Warga Ukraina, Layak di kabarkan kepada Dunia”

dito

24 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Acara bincang-bincang tentang Wariga di The Wine Center, Bendungan Hilir, Central Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026 antara Dewi Uma, Pengabar Wariga yang mempopulerkan Wariga Mirror (The Mirror of Life) dengan Mr Igor Tereshchenko First Secretary for Economic Affair Embassy Of Ukraine in Republic of Indonesia.   Pada kesempatan tersebut, Mr Igor Tereshchenko, mengatakan …

x
x