- Headline40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri
- HeadlineAkademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925
- NasionalSekda Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau
- HeadlineKPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul
- HukumDugaan Dana Gotong Royong Rp. 950.000 Pertahun di SMPN 3 GENTENG Disorot Tajam, Kepala Sekolah Bungkam : Jangan Sembunyikan Pungutan di Balik Istilah INFAK

40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam.
Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan sekadar menyatakan akan menindaklanjuti, melainkan memastikan bahwa persoalan tersebut memiliki ujung yang jelas: pemeriksaan, penagihan, dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Sebab, pajak bukan milik pemerintah. Pajak adalah hak negara yang bersumber dari kewajiban hukum dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Ketika ada dugaan penerimaan negara yang tidak tertagih, publik berhak menuntut penjelasan.
Pemerintah Jangan Bersembunyi di Balik Pergantian Menteri
Pernyataan Purbaya dalam rapat dengan DPD RI pada 14 September 2026 bukan informasi yang boleh diperlakukan sebagai angin lalu. Dalam forum resmi tersebut, Purbaya menyinggung 40 pabrik baja asal China yang disebut tidak membayar pajak secara utuh, sekaligus mencurigai adanya permainan oknum dalam pengawasan perpajakan.
Purbaya menyebut bahwa satu perusahaan saja berpotensi memiliki kewajiban pajak ratusan miliar rupiah, bahkan bisa mendekati Rp1 triliun berdasarkan pemeriksaan yang lebih ketat. Angka tersebut masih merupakan dugaan yang memerlukan verifikasi melalui pemeriksaan resmi.
Di sinilah tanggung jawab pemerintah diuji.
Apakah negara akan membiarkan informasi tersebut berhenti sebagai dugaan?
Ataukah pemerintah berani membuka proses pemeriksaan secara transparan dan memastikan setiap kewajiban pajak yang terbukti harus dibayar?
Publik tidak membutuhkan janji penertiban yang berulang. Publik membutuhkan bukti bahwa negara benar-benar bekerja.
Identitas Perusahaan Harus Dijelaskan, Bukan Disembunyikan
Tuntutan agar pemerintah membongkar identitas 40 perusahaan tersebut bukan tuntutan untuk menghakimi perusahaan tanpa proses hukum. Ini adalah tuntutan agar pemerintah memberikan kejelasan mengenai objek pemeriksaan, status kewajiban, dan hasil penegakan hukum.
Jika identitas perusahaan belum dapat dibuka karena ketentuan kerahasiaan perpajakan, pemerintah harus menjelaskan batasan hukumnya secara terbuka.
Namun, kerahasiaan perpajakan tidak boleh berubah menjadi alasan untuk menghilangkan akuntabilitas negara.
Pemerintah tetap dapat menyampaikan informasi agregat mengenai jumlah perusahaan yang diperiksa, total potensi kekurangan pembayaran, jumlah yang telah ditagih, serta tindakan terhadap pelanggaran yang terbukti, sepanjang sesuai dengan ketentuan hukum.
Transparansi bukan berarti membuka seluruh informasi wajib pajak tanpa batas. Transparansi berarti memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, melalui mekanisme yang sah.
Pengusaha Domestik Jangan Jadi Korban Ketidakadilan
Masalah ini juga menyangkut persaingan usaha.
Purbaya menilai perusahaan domestik dapat dirugikan apabila perusahaan asing tidak memenuhi kewajiban pajak secara penuh. Ia menyebut situasi tersebut menciptakan persaingan yang tidak adil.
Jika dugaan itu terbukti, pemerintah harus memastikan adanya perlakuan hukum yang setara.
Pengusaha Indonesia tidak boleh merasa bahwa kepatuhan mereka justru menjadi beban, sementara pelanggaran perusahaan tertentu tidak mendapatkan tindakan yang sepadan.
Negara harus menjamin bahwa investasi asing dan perusahaan domestik sama-sama tunduk pada aturan perpajakan.
Bukan karena perusahaan itu berasal dari China, melainkan karena tidak ada modal yang boleh ditempatkan di atas hukum.
Presiden Prabowo Harus Pastikan Kasus Tidak Hilang
Pergantian Menteri Keuangan tidak boleh menghapus tanggung jawab kelembagaan pemerintah.
Apabila terdapat pemeriksaan yang telah diperintahkan, pemerintah perlu menjelaskan kelanjutannya. Apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum pajak, proses pemeriksaan internal dan penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa informasi tentang 40 perusahaan tersebut tidak dipolitisasi untuk menyerang atau melindungi pihak tertentu.
Yang dibutuhkan publik adalah kejelasan:
Apakah perusahaan-perusahaan itu telah diperiksa? Berapa kewajiban pajak yang terbukti? Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi pembiaran? Dan kapan negara memastikan kewajiban pajak dibayar?
Pertanyaan tersebut bukan bentuk permusuhan terhadap pemerintah. Itu adalah bagian dari pengawasan publik terhadap penggunaan kewenangan negara.
Negara Harus Membuktikan Keberaniannya
Kasus 40 perusahaan baja asal China menjadi ujian bagi keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perpajakan yang adil dan transparan.
Pemerintah tidak cukup hanya mengatakan bahwa kebocoran penerimaan negara akan ditutup. Pemerintah harus menunjukkan proses, hasil, dan pertanggungjawaban.
Jika perusahaan terbukti tidak memenuhi kewajiban pajak, kewajiban tersebut harus ditagih sesuai hukum. Jika terdapat oknum yang melindungi pelanggaran, mereka harus diperiksa. Jika dugaan tidak terbukti, pemerintah juga wajib menyampaikan klarifikasi.
Publik tidak boleh dibiarkan hanya mengetahui dugaan, sementara penguasa menyimpan seluruh jawaban.
Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan yang baru memiliki tanggung jawab untuk memastikan persoalan ini tidak berakhir dalam kesunyian birokrasi.
Sebab, uang pajak bukan milik pejabat. Bukan milik partai. Bukan milik pengusaha.
Pajak adalah kewajiban hukum yang hasilnya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Dan ketika ada dugaan kewajiban pajak yang tidak dipenuhi, negara wajib membuktikan bahwa hukum masih menjadi panglima—bukan kepentingan yang bersembunyi di balik kekuasaan. (X)
dito
18 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …
Andi Ledi Lubuk Linggau
17 Sep 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah, H Trisko Defriyansa memimpin rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau Tahun 2026, di Op Room Dayang Torek, Pemkot Lubuk Linggau, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal untuk mematangkan berbagai persiapan rangkaian kegiatan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau …
Dhio Justice Law
15 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …
dito
14 Sep 2026
Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika Salah satu Pengamat Politik dan Mantan Pejabat Pemerintah Moch. Said Didu menganalisis secara terbuka bahwa dalam gejolak politik akhir-akhir ini, peran tokoh politik dan mantan Penguasa yang didukung Oligarki domestik dan asing cukup strategis. Jaringan aktivitas pergerakan regional dan domestik menurutnya juga …
Dhio Justice Law
13 Sep 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – laki) NasionalPos.com, Jakarta – Dulu, kampus adalah tempat yang paling sering digunakan untuk mempertanyakan kekuasaan. Di ruang dan forum akademik, kebijakan penguasa dibedah, angka diuji, narasi resmi dicurigai, dan keputusan politik diperdebatkan dan ditantang dengan argumen ilmiah Ironis, kini kampus justru semakin sering diminta berjalan searah …
Andi Ledi Lubuk Linggau
09 Sep 2026
NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menerima audiensi Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Modern (IKPM) di kediaman pribadi Wali Kota, Rabu (9/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, H Rachmat Hidayat menyampaikan Pemkot Lubuk Linggau akan selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan IKPM. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah dengan ulama, khususnya para alumni Pondok Modern …
21 Nov 2024 2.357 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.804 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.579 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.576 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.490 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.456 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.290 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.