Home » Top News » Di Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, FSAB Mengajak Membulatkan Tekad Untuk Bangkit Bersama Pancasila

Di Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, FSAB Mengajak Membulatkan Tekad Untuk Bangkit Bersama Pancasila

dito 01 Okt 2022 123

NasionalPos.com, Jakarta– Tanggal 30 September, 57 tahun silam, telah terjadi suatu peristiwa kelam dalam sejarah Bangsa Indonesia, yaitu gugurnya 6 Jenderal TNI Angkatan Darat dan satu Perwira TNI Angkatan Darat. Peristiwa tersebut merupakan ujian terhadap Pancasila yang menghadapi serangan ideologis sangat kuat, yang menimbulkan kekacuan sosial politik, dan hampir memecah belah Bangsa Indonesia. Namun karena “kesaktian Pancasila”, perpecahan dapat dicegah dan situasi sosial politik dapat dipulihkan. Pancasila berhasil menyingkirkan pihak-pihak yang berupaya menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

Untuk memperingati kesaktian Pancasila tersebut, maka tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), kepada wartawan, Sabtu, 1 Oktober 2022 di Jakarta.

“Kemudian setiap tanggal 1 Oktober dijadikan sebagai momentum peringatan kebulatan tekad untuk mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia yang tidak boleh digantikan oleh ideologi manapun yang ada dan berkembang di dunia” ungkap Suryo Susilo.

Dalam konteks situasi kekinian, lanjut Suryo, peringatan Hari Kesaktian Pancasila sangat relevan, jika dikaitkan dengan kondisi Bangsa Indonesia yang sedang menghadapi problematika di berbagai bidang kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, budaya, pertahanan maupun keamanan, apalagi di saat pandemi covid-19, yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan, disinilah, kemudian muncul berbagai tawaran solusi yang tanpa disadari berbasis pada ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, melalui beragam cara dan bentuknya, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, untuk merubah paradigma berpikir, pola hidup dan bahkan perilaku masyarakat, sehingga tanpa disadari menafikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Baca Juga :  1.187 Sertifikat Tanah Dibagikan di Kecamatan Makasar

Fenomena tersebut apabila dicermati dengan seksama dapat menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi keberadaan Pancasila, melainkan juga pada keberlangsungan kehidupan bangsa Indonesia, karena menjadikan rapuhnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Memang, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mengalami keterpurukan, antara lain dengan terus maraknya korupsi, sulitnya lapangan pekerjaan, meningkatnya harga bahan pokok, kinerja aparat penegak hukum yang merosot akibat diterpa banyak kasus yang mengusik rasa keadilan, namun apakah karena keterpurukan itu, kita harus meninggalkan Pancasila lalu beralih ke ideologi lain ? Jawabannya tentu TIDAK. Dalam situasi apapun, Pancasila harus tetap menjadi ideologi bagi Negara Indonesia, pandangan hidup (way of life) Bangsa Indonesia, pedoman berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, dan Pancasila juga merupakan karakter bangsa Indonesia” tukas Suryo Susilo.

Selain itu, Suryo juga mengungkapkan dirinya menyesalkan bahwa setiap akhir bulan September, selalu dibahas tragedi 30 September 1965 yang kemudian berkembang pro dan kontra, serta saling menyalahkan. Semestinya masing-masing pihak bisa introspeksi dan berupaya untuk berdamai dengan masa lalu, serta menjadikan konflik-konflik masa lalu sebagai pelajaran yang sangat mahal bagi Bangsa Indonesia, agar tidak terulang lagi di masa depan, karena terbukti bahwa pada akhirnya “yang menang jadi arang, yang kalah jadi abu”.

“Kesadaran itulah yang mendasari berdirinya FSAB, yang dibentuk oleh putra-putri yang dahulu orang tuanya terlibat konflik yang menimbulkan banyak korban, dan telah sepakat untuk “Berhenti mewariskan konflik, tidak membuat konflik baru”, tukas Suryo

Baca Juga :  Launching 8 Kampung Tangguh Anti Narkoba,  Polres Pessel Berkomitmen Perangi Narkotika 

Suryo juga mengingatkan bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia fokus pada upaya untuk memperkokoh persatuan dalam menghadapi pihak-pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang tidak menghendaki Pancasila menjadi ideologi Bangsa Indonesia. Mereka melakukan serangan ideologis melalui berbagai cara, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, untuk mempengaruhi mindset masyarakat, terutama generasi milineal, agar persatuan Bangsa Indonesia yang heterogen menjadi rapuh, dan akhirnya terpecah belah.

Fenomena tersebut imbuh Suryo, sudah sepatutnya diwaspadai melalui upaya edukasi, komunikasi dan pemberian informasi tentang Pancasila secara komprehensif, historis, filosofis, serta memberikan keteladanan mengenai pola hidup, pola pikir, pola perilaku maupun pola kebijakan yang mendasarkan pada Pancasila, sehingga Pancasila dapat menjadi “cahaya dalam kegelapan”, dan juga sebagai api yang mengobarkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Oleh karena itu sangat tepat sekali jika peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat dijadikan momentum untuk kebangkitan bersama Pancasila, karena tanpa Pancasila, Bangsa Indonesia tidak memiliki landasan, arah dan tujuan; tanpa Pancasila, Bangsa Indonesia akan mudah dipecah-belah.

“Mari di Hari Peringatan Kesaktian Pancasila ini, kita bulatkan tekad dan satukan kehendak untuk Bangkit Bersama Pancasila, guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” pungkas Suryo Susilo. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Bukti Nyata Korupsi MBG Terstruktur dengan Ditetapkannya Kepala BGN Sebagai Tersangka, Ketum PWDPI Nurullah, Minta Kejagung & KPK Usut Tuntas

Admin Redaksi

04 Jun 2026

Jakarta,Nasionalpos.com Jakarta– Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nurullah RS, menyambut baik langkah Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) yang secara resmi menetapkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata dan pengakuan resmi bahwa seluruh …

BAZNAS Pesisir Selatan Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Nagari Painan

Primadoni,SH

03 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com –– Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Selatan, Yose Leonardo, SH., M.Kn., menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan di Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Nagari Painan, Bambang Sriyanto, di Kantor Wali Nagari Painan. …

Pemkot Lubuk Linggau Peringati Harlah Pancasila 2026

Admin Redaksi

03 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menjadi Inspektur Upacara para peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Lubuk Linggau tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Juara Kota Lubuk Linggau, Rabu (3/6/2026). Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, ASN, PPPK, tenaga non-ASN, organisasi kepemudaan serta berbagai elemen masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota …

Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Empat Satker Dukung Asta Cita dan Stabilitas Nasional

Admin Redaksi

02 Jun 2026

Nasionalpos.com/Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., membuka secara resmi Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bidang Hukum (Bidkum), Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel Tahun Anggaran 2026 di Hotel Salatin Palembang, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam …

Batasi Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi Saatnya Masa Jabatan Legislator Indonesia Dibatasi Dua Periode

dito

30 Mei 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh: Andi Nugroho Saputro , staf ahli Poros Rawamangun   Demokrasi modern berdiri di atas satu prinsip utama: kekuasaan harus dibatasi agar tidak berubah menjadi dominasi permanen. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prinsip itu telah diterapkan secara tegas terhadap cabang kekuasaan eksekutif.   Presiden dibatasi hanya dua periode sebagaimana diatur dalam …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

x
x