Home » Nasional » daerah » Tradisi Mengarak Sokok, Grebeg Maulud ala Desa Pegayaman

Tradisi Mengarak Sokok, Grebeg Maulud ala Desa Pegayaman

dito 28 Sep 2023 267

NasionalPos.com, Singaraja-Siang di Pegayaman kali ini tampak berbeda. Panasnya cuaca musim kemarau tak menghalangi antusiasme warga masyarakat untuk turut serta meramaikan tradisi mengarak sokok.

Mengarak sokok adalah tradisi purba turunan leluhur yang digelar sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sepintas tradisi ini mirip dengan grebeg maulud yang lazim dilakukan oleh kaum muslim di pulau Jawa. Pembedanya adalah material yang digunakan dalam prosesi.

Jika grebeg maulud menitikberatkan pada hasil bumi yang menyimbolkan rasa syukur atas berkah kemakmuran yang dapat dinikmati bersama, telur pada arak-arakan sokok menyimbolkan Al-Quran dan haditsnya.

Baca Juga :  Komnas HAM dorong pemerintah revisi RUU TNI dan Polri sesuai prosedur

Tokoh masyarakat Desa Pegayaman, Ketut Muhammad Soeharto, mengatakan mengarak sokok adalah hasil akulturasi budaya dari leluhur masyarakat Pegayaman dan tradisi lokal yang telah lebih dulu ada di sana.

Oleh Soeharto, mengarak sokok disebut sebagai cara untuk membuat masyarakat yang bersedekah sokok itu bahagia. Apalagi tradisi ini hanya digelar setahun sekali.

“Mengarak sokok adalah tradisi untuk menghibur para pembuat sedekah sokok. Nilai utamanya adalah untuk memberikan rasa bahagia, bentuk dukungan, serta wujud syukur dari dan kepada masyarakat yang membuat sedekah sokok,” terangnya kepada wartawan, Kamis 28/9/2023 di Singaraja.

Tradisi ini dirayakan secara meriah oleh masyarakat Desa Pegayaman. Beberapa warga yang merantau bahkan tampak menyempatkan diri pulang sejenak untuk turut serta meramaikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampung halaman.

Baca Juga :  Apresiasi Sinergi Swasta, Pj. Gubernur Heru Berharap Semakin Banyak Hunian Layak Hadir di Jakarta

Mengarak sokok diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI pada 10 Januari 2022 silam.

Telah ada sejak tahun 1648, tradisi mengarak sokok terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Pegayaman tiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sepintas mirip dengan grebeg maulud yang dirayakan oleh kaum muslim di pulau Jawa.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Perkuat Kualitas Penegakan Hukum, Polres Pesisir Barat Jalani Supervisi Semester II Ditreskrimum Polda Lampung

Taufik Hidayat

21 Okt 2026

Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan Supervisi Semester II TA 2026 dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung pada hari Rabu (21/10/2026) pukul 09.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Aula Polres Pesisir Barat. Kegiatan supervisi tersebut diikuti oleh seluruh personel Reskrim dari Polres Pesisir Barat dan Polres Lampung Barat yang dipusatkan di …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Sentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi

Taufik Hidayat

20 Okt 2026

Pesisir Barat — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Peratin (PilPeratin) Kabupaten Pesisir Barat yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026, suasana demokrasi mulai terasa di tengah masyarakat kabupaten Pesisir Barat, termasuk di Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Selasa (20-10-2026). Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kontestasi tersebut adalah Irwan Hakim, calon …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Beri Motivasi dan Edukasi, Waka Polres Pesisir Barat Pimpin Upacara Bendera di MAN 1 Pesisir Tengah

Taufik Hidayat

19 Okt 2026

Pesisir Barat – Dalam rangka pembinaan generasi muda dan pencegahan kenakalan remaja, Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan menjadi Pembina Upacara di MAN 1 Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, pada hari Senin (19/10/2026) Pukul 07.30 WIB. Kegiatan upacara bendera tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Pesisir Barat *Kompol Sugeng Sumanto, S.E., M.H.* sebagai Pembina Upacara, didampingi …

x
x