Home » Nasional » daerah » Tradisi Mengarak Sokok, Grebeg Maulud ala Desa Pegayaman

Tradisi Mengarak Sokok, Grebeg Maulud ala Desa Pegayaman

dito 28 Sep 2023 226

NasionalPos.com, Singaraja-Siang di Pegayaman kali ini tampak berbeda. Panasnya cuaca musim kemarau tak menghalangi antusiasme warga masyarakat untuk turut serta meramaikan tradisi mengarak sokok.

Mengarak sokok adalah tradisi purba turunan leluhur yang digelar sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sepintas tradisi ini mirip dengan grebeg maulud yang lazim dilakukan oleh kaum muslim di pulau Jawa. Pembedanya adalah material yang digunakan dalam prosesi.

Jika grebeg maulud menitikberatkan pada hasil bumi yang menyimbolkan rasa syukur atas berkah kemakmuran yang dapat dinikmati bersama, telur pada arak-arakan sokok menyimbolkan Al-Quran dan haditsnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bandung Dorong Sinergi Visioner LKP Hadapi Era Digital 5.0

Tokoh masyarakat Desa Pegayaman, Ketut Muhammad Soeharto, mengatakan mengarak sokok adalah hasil akulturasi budaya dari leluhur masyarakat Pegayaman dan tradisi lokal yang telah lebih dulu ada di sana.

Oleh Soeharto, mengarak sokok disebut sebagai cara untuk membuat masyarakat yang bersedekah sokok itu bahagia. Apalagi tradisi ini hanya digelar setahun sekali.

“Mengarak sokok adalah tradisi untuk menghibur para pembuat sedekah sokok. Nilai utamanya adalah untuk memberikan rasa bahagia, bentuk dukungan, serta wujud syukur dari dan kepada masyarakat yang membuat sedekah sokok,” terangnya kepada wartawan, Kamis 28/9/2023 di Singaraja.

Baca Juga :  Polda Jabar Kolaborasi Dengan Masyarakat Usut Kasus Vina Cirebon

Tradisi ini dirayakan secara meriah oleh masyarakat Desa Pegayaman. Beberapa warga yang merantau bahkan tampak menyempatkan diri pulang sejenak untuk turut serta meramaikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kampung halaman.

Mengarak sokok diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI pada 10 Januari 2022 silam.

Telah ada sejak tahun 1648, tradisi mengarak sokok terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Pegayaman tiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sepintas mirip dengan grebeg maulud yang dirayakan oleh kaum muslim di pulau Jawa.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkuat Sinergi Posbankum Nagari, Bagian Hukum Setda Pesisir Selatan Koordinasi dengan Polsek Koto XI Tarusan

Primadoni,SH

03 Sep 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) didampingi pihak Kecamatan Koto XI Tarusan melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto XI Tarusan dalam rangka memperkuat sinergi program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Nagari. Koordinasi tersebut membahas penguatan pelaksanaan Posbankum Nagari sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat …

Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

x
x