Home » Headline » FORLUMNITASDIK-TRISAKTI Desak Menkopolhukam Tolak PTN-BH-Kan Usakti, Bubarkan Yayasan Trisakti Versi Pemerintah

FORLUMNITASDIK-TRISAKTI Desak Menkopolhukam Tolak PTN-BH-Kan Usakti, Bubarkan Yayasan Trisakti Versi Pemerintah

dito 20 Jun 2024 298

NasionalPos.com, Jakarta- Forum Alumni Lintas Satuan Pendidikan Trisakti (Forlumnitasdik-Trisakti) mengganggap bahwa rencana Kemendikburistek untuk merubah status Universitas Trisakti dari PTS ke PTN, dengan berbagai alibi  justru merupakan langkah intervensi pemerintah dan bahkan langkah itu di dahului dengan upaya mengambil alih pengelolaan Yayasan Trisakti sebagai pemilik dan pengelola Universitas Trisakti beserta Satuan Pendidikan lainnya, melalui pembentukan kepengurusan Yayasan Trisakti beranggotakan oknum Aparatur Sipil Negara dari lintas Kementerian, ada dari kemendikbudristek, kemenhukam dsb, demikian disampaikan Giri. Pamungkas alumni Sekolah Tinggi Media & Komunikasi Trisakti’2009 kepada wartawan, Kamis, 20 Juni 2024 di Jakarta

“Mereka yang membentuk kepengurusan Yayasan Trisakti justru menciptakan konflik semakin memanas di lingkungan Yayasan Trisakti, sehingga menimbulkan kecemasan, kebingungan maupun kegalauan di kalangan mahasiswa maupun di civitas akademika enam satuan pendidikan.” Ungkap Giri Pamungkas.

Padahal, lanjut Giri, pasca konflik hukum dengan Thoby Mutis dkk, kondisi Yayasan Trisakti sudah stabil sebab sudah mendapatkan Keputusan incrach dari Mahkamah Agung yang meneguhkan Yayasan Trisakti sebagai pendiri dan pengelola secara sah Universitas Trisakti beserta lima satuan pendidikannya, meskipun secara de facto pihak Yayasan Trisakti belum dapat menguasai assetnya, akan tetapi kondisi tersebut bukan berarti konflik tersebut berkepanjangan,  menghambat dan merugikan perkembangan Universitas Trisakti berserta lima satuan pendidikannya,

Baca Juga :  Hari Santri 2025 Dimulai, Santri Didorong Jawab Tantangan Zaman

Justru dengan langkah Pemerintah menunjuk perwakilan dari Kemenkumham, Kemendikbudristek, dan Kemenkeu di dalam Dewan Pembina dan Badan Pengurus Yayasan Trisakti, berdampak  menciptakan kembali konflik semakin memanas dan tidak terkendali, hingga memecah belah menjadi beberapa kubu.

“Langkah pemerintah membuat kepengurusan Yayasan Trisakti tandingan itu, adalah tindakan yang mengabaikan hukum, etika dan moral, yang mengherankan, tindakan itu justru di dukung  bukan hanya oleh Menkopulhukam melainkan juga oleh para alumni yang sangat memahami hukum dan katanya menjunjung moralitas sebagai insan jebolan Perguruan Tinggi, ini sangat memprihatinkan.” Tukas Giri Pamungkas.

Lebih lanjut Giri mengatakan dengan kondisi tersebut, maka sesungguhnya cawe-cawe pemerintah tersebut justru berimplikasi merugikan bagi civitas akademika Uninersitas Trisakti beserta lima satuan Pendidikan, terutama dari kalangan Mahasiswa baik yang masih berkuliah maupun mahasiswa yang sudah lulus (Alumni), pasalnya begitu ada perubahan status Usakti dari PTS menjadi PTN, maka satuan pendidikan di bawah yayasan Trisakti yang statusnya bisa terdegradasi menjadi setingkat Fakultas dan setingkat Prodi,

Selain itu, jika status Universitas Trisakti yang sejak berdirinya adalah Perguruan Tinggi Swasta, kemudian dirubah menjadi Perguruan Tinggi Negeri, bakal menimbulkan persoalan baru bukan hanya pada persoalan administrasi maupun Branch image di masyarakat, melainkan juga menimbulkan masalah yuridis keabsahan di badan peradilan, adapun selama ini telah tercatat secara yuridis nama Universitas Trisakti sebagai Perguruan Tinggi Swasta bukan sebagai Perguruan Tinggi Negeri.

Baca Juga :  TPPU Hasbi Hasan, KPK Dalami Pembelian Rumah Mewah

“Langkah itu juga dapat berimpilkasi memicu kecurigaan masyarakat terhadap pemerintah, yang getol banget intervensi ke Yayasan Trisakti, sampai sampai membuat Yayasan Trisakti tandingan, jangan-jangan ingin menguasai asset yang dimiliki Yayasan Trisakti bernilai trilyunan rupiah, tidak hanya itu, dampak lainnya, adalah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah di bidang Perguruan Tinggi, semakin menurun, hingga memicu krisis kepercayaan kepada pemerintah, ini yang mesti di pikirkan oleh Menkopulhukam, jangan asal mendukung tanpa mencermati dan memahami permasalahan.” tukas Giri.

Oleh karena itu, sambung Giri, pihaknya bersurat ke Menkopolhukam Hadi Tjahjanto yang usia jabatannya tinggal 4 bulan lagi, agar Menkopolhukam Hadi Tjahjanto, mencermati kondisi permasalahan sebenarnya, secara obyektif  dan tidak melibatkan diri dengan konspirasi oknum kemendikbudristek yang diduga untuk merampas asset Trisakti bernilai puluhan trilyunan rupiah, untuk itu pihaknya berharap Menkopolhukam dapat menfasilitasi penyelesaian masalah Trisakti ini tanpa memihak siapapun.   .

“ Kami juga mendesak Menkopolhukam agar Menolak PTN-BH-kan Usakti dan Bubarkan Yayasan Trisakti Boneka Oknum Pemerintah, Pemerintah harus kembali ke khitahnya sebagai pembina bukan sebagai pemain, karena itu Menkopolhukam harus bisa menfasiltasi pembentukan Yayasan Trisakti Bersama sebagai langkah solusinya.”pungkas Giri

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kongres & MPA PMKRI: Momentum Reflektif Dalam Persimpangan Jalan Sebagai Kekuatan Moral

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan delegasi dari 72 Cabang di seluruh Indonesia menghadiri Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026. Menanggapi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut, Dr Paulus Januar drg, MSi, CMC yang mantan Ketua Presidium …

Poros Rawamangun Desak Terbentuk nya Team Investigasi Terbengkalai nya Gedung SDN yang Roboh

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kondisi memprihatinkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak selama hampir dua tahun menuai kritik dari berbagai kalangan.   Lambannya penanganan sekolah tersebut menjadi ironi, mengingat lokasinya berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun kepada wartawan, Rabu, …

Berobat ke LN, Nanik S Denyang Mundur Sebagai Kepala BGN

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Nanik Sudaryati Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat,” kata Nanik dalam status di akun Facebook-nya. “Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second …

Bedah Novel Menghadang Kubilai Khan Digelar di Solo, Ajak Publik Selami Heroisme Leluhur Nusantara

dito

21 Jul 2026

NasionalPos.com, Solo-  Upaya menghidupkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan sejarah Nusantara kepada masyarakat, bakal diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku Novel Menghadang Kubilai Khan karya A.J. Susmana yang digelar di Kota Solo.   Kegiatan bertema “Epic Nusantara: Mengenalkan Sikap Heroik Leluhur Nusantara” itu akan berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan …

Pemprov DKI Jakarta Berhentikan Kirim Sampah Ke TPST Bantar Gebang, Jakarta Terancam Darurat Sampah

dito

19 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pemprov DKI bakal Stop kirim sampah ke Bantargebang adalah tindakan membahayakan sekali dan Jakarta Pasti Akan Darurat Sampah , mengapa demikian karena secara kesiapan kebijakan memilah Sampah dari sumber baru dimulai dan belum terasa hasilnya,   Yang kedua sarana pengelolaan Sampah modern baik RDF atau pun ITF belum dilaksanakan dan masih dalam tahap …

Dr. Itje Chodidjah: Pembelajaran Harus Disesuaikan dengan Karakter Generasi Saat Ini

Primadoni,SH

18 Jul 2026

Pessel, Nasionalpos.com – Praktisi Pendidikan, Konsultan Pelatihan Guru, dan Edukator Independen Dr. Itje Chodidjah, M.A. mengimbau para guru di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik yang hidup di era yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Imbauan tersebut disampaikan Dr. Itje saat menjadi …

x
x