- HeadlineNegara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)
- PolitikDPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung
- PolitikPartai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan
- Top NewsKapolres Sumenep Perbaiki Jembatan Demi Kelancaran Aktivitas Warga
- Top NewsWujud Kepedulian Kapolres Sumenep, Tampung Aspirasi Masyarakat Pada Giat Curhat Kamtibmas

MENDALAMI NASIB BANGSA KEDEPAN (Sebuah Perenungan Obyektif).
NasionalPos.com, Jakarta- Merenung dikedalaman malam seraya berserah diri kepadaNya, adalah pilihan langkah yang perlu dan tepat dilakukan kader bangsa, guna mengarungi, memahami dan mendalami kisah dramatik yg sedang berkecamuk di negeri bumi pertiwi ini. Perenungan yg jernih membantu lahirnya pikiran dan gagasan strategis kedepan yang obyektif, demikian di sampaikan Kristiya Kartika kepada wartawan, Selasa, 9/7/2024 di Jakarta
“ Terkait dengan kondisi saat ini, saya mencermatinya, sesungguhnya Substansi apa dibalik peristiwa di sekitar Pemilu dan Pilpres 2024 dan mungkin juga akan terjadi lagi saat Pilkada nanti, yg bisa dimanfaatkan untuk tetap dipertahankannya persatuan, kesatuan dan kemajuan bangsa ? Langkah apa yg paling sesuai dan tepat untuk dilakukan sebagai antisipasi positif-obyektif yg bermanfaat bagi kepentingan mayoritas massa rakyat ?” ucap Dr Kristiya Kartika.
Itulah lanjutnya, beberapa pertanyaan utama yang kini terus menggoda nurani kader bangsa, dibalik bergejolaknya berbagai tindakan reaktif yang makin kritis, ditambah tuntutan sederhana, sehingga situasi tersebut, dapat di gambarkan dengan apa yang di tuturkan melalui bahasa populer serta kongkrit dari seorang seniman Iwan Fals melalui lagu lamanya yang kini digelorakan lagi oleh Seniman Jogja asal Baturaja, Sumsel, Tri Suaka “manusia setengah dewa”. Lagu tersebut kini kembali banyak disuarakan lagi oleh kalangan seniman/ kaum muda dan aktivis kampus.
“Mengapa itu kembali di suarakan kembali, tentunya ada kegelisahan dan bahkan harapan terhadap lahirnya seorang Presiden yang perkasa tapi tegas dan konsisten berpihak pada kepentingan rakyat yg hampir selalu menjadi obyek penderita di berbagai babakan perjalanan negeri ini.” Tutur Dr Kristiya Kartika mantan Ketua Umum Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dua periode
Dr Kartika lebih lanjut mengungkapkan bahwa dirinya mencermati situasi saat ini, yang nampaknya memunculkan fenomena betapa sulitnya Seseorang berpikir obyektif, padahal salah satu metode untuk membuahkan pemikiran yg benar, tepat serta terbukti berguna secara riil, harus diawali oleh sikap sang pemikir yang berani keluar dari lingkup yg sedang mendominasi keadaan secara maksimum.
Sikap obyektif bisa dikelompokkan sebagai sikap yang mandiri, meskipun mungkin kerap dianggap kurang populer. Dan berbeda dengan kriteria orang yang tidak bersikap, atau ikut yg menguntungkan nanti, adapun Berpikir mandiri, bisa dilukiskan seseorang yang sudah punya pilihan sikap sebelum terjadi sesuatu yang memancing dan melahirkan beberapa pilihan group yang mendukung atau menolak.
“Seseorang yg mandiri, berpikir keras apa yang diperkirakan akan terjadi lagi di masa depan yang “lebih strategis” atau “lebih menentukan”, setelah terjadi suatu peristiwa yang melahirkan kemungkinan “pembelahan” sikap tersebut, “ungkap Dr Kristiya Kartika.
Fenemona tersebut, sambungnya, terjadi Pada peristiwa yang mayoritas masyarakat bersikap menyayangkan atau mengecam lantaran banyak sikap dan kebijakan yg tidak wajar dan tidak jujur disekitar Pemilu dan Pilpres 2024, masih ada kalangan tertentu dari mereka yang menyayangkan atau mengecam situas Pilpres maupun Pileg 2024 lalu, namun menjadi kelompok minoritas atau sedikit sekali seseorang untuk mencoba berpikir lebih jauh kedepan demi kepentingan yang lebih mendasar yakni tidak ada perpecahan atas NKRI, dan mereka tersebut lebih berpikir untuk Kepentingan di masa mendatang, yang sesungguhnya merupakan kepentingan mayoritas massa-rakyat, yakni kepentingan tetap utuhnya NKRI merupakan muara darI segala kepentingan insan di Nusantara ini.
“Namun realitasnya, tidak semua orang berpikir untuk kepentingan negara, bahkan lebih banyak kuantitasnya cenderung berpikir untuk kepentingan suatu kelompok, kepentingan kekuasaan yang oligarkis atau bahkan kepentingan corporasi yang mengabaikan kepentingan bangsa dan negara, ini sungguh memprihatinkan.”tukas Dr Kristiya Kartika.
Padahal, imbuh Dr Kritiya Kartika, Ada berbagai latar belakang yg menjadi pertimbangan agar keutuhan NKRI tetap terwujud. Nilai perjuangan yg dirumuskan, digelorakan dan dipertahankan oleh perintis kemerdekaan hingga para pahlawan adalah warisan nilai -nilai dasar idiologi Pancasila yg mutlak dilestarikan, Nilai-nilai budaya, tata-krama, sikap rela berkorban demi kepentingan Negara dll, yang semestinya menjadi motto perjuangan ditengah-tengah bergeraknya masyarakat global kearah yang semakin sulit diprediksi kepastiannya.
“Karena unsur-unsur terpenting eksistensi sebuah negara adalah Wilayah, Pemerintahan dan Rakyat, maka kader bangsa yg sportif dengan argumentasi apapun harus menolak perpecahan wilayah NKRI, perpecahan pemerintahan NKRI dan perpecahan rakyat diseluruh nusantara.”tukas Dr Kristiya
Dr Kristiya Kajian juga menjelaskan bahwa kajian strategis atas posisi pentingnya peran “Negara” dan disisi lain diperlukannya iklim “demokratisasi” kedepan, telah mencapai semacam kesimpulan bahwa keduanya sesungguhnya memiliki saling keterkaitan untuk kepentingan sebuah Negara dan rakyatnya. Ada kelebihan sekaIigus kelemahan jika suatu negara memerankan posisi strategisnya dalam mengelola dan melaksanakan pembangunan kepada Pemerintah atau Negara saja.
Demikian juga sebaliknya jika peran strategis tersebut dilaksanakan dengan mengandalkan kekuatan utamanya kepada demokrasi/kebebasan yg substansinya diwarnai liberalisasi-kapitalisasi serta peran swasta semata, nah, menurutnya, dengan berakhirnya era kepemimpinan Presiden/wakil presiden saat ini pada 20 Oktober yang akan datang, bersamaan dengan momentum lahirnya era kepemimpinan baru.
Sebagai penyelenggara Pemilihan Umum, KPU sudah menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden/Wakil Presiden baru. Pertanyaan yg segera mencuat, setelah MPR melantik kepemimpinan baru, apakah diprediksi NKRI makin maju, biasa-biasa saja, atau malah mundur ??!!
“Dalam menganalisis kepemimpinan seseorang kedepan, kita perlu menggunakan pendekatan dalam banyak perspektif yang obyektif, seperti aspek kultural-peradaban diri dan keluarganya, latar belakang pendidikan, pengalaman hidup, komunitas pergaulan dan lingkungan hidup serta lainnya. “ kata Dr Kristiya Kartika.
Lebih lanjut Dr Kristiya mengatakan dengan memahami beberapa latar belakang dan pengalaman hidup seseorang secara relatif lengkap, kita akan bisa memprediksi bagaimana sikap seseorang jika suatu saat nanti suatu keadaan kritis menjadi tanggungjawabnya. Sikap dan dukungan kepada capres/ cawapres dalam pemilu yang adil dan jujur, pertama-tama harus memperhatikan hal-hak diatas selain juga mempertimbangkan aspek Partai atau koalisi pendukungnya.
Begitu juga jika setelah diputuskan pasangan yg terpilih, perspektif realitas sikap harus didasarkan pada kepentingan yg paling dibutuhkan komunitas luas bangsa, yakni tetap terpeliharanya persatuan bangsa. Bukan perpecahan Indonesia !!!
Menurutnya, berdasarkan kriteria-kriteria obyektif diatas, kita harus berani berpraduga bahwa seorang Prabowo dengan segala latar belakangnya, masih bisa menjadi Presiden yang menomorsatukan terpeliharanya persatuan Indonesia yg didalamnya meliputi pemerintah, wilayah, dan rakyat. Sementara untuk memajukan bangsa Indonesia terutama dalam dimensi pembangunan ekonomi-industri, masih tetap diperlukan dukungan, kreasi serta partisipasi elemen-elemen strategis lainnya.
Dengan demikian, saat ini setelah kita mengalami konflik kepentingan yg luas melalui forum pemilu dan pilpres 2024, kemarin, tantangan terbesarnya adalah terhindarnya perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa. Kemajuan ekonomi-industri yang didukung oleh pembangunan pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin diwujudkan jika perpecahan bangsa dan negara terjadi. Sebaliknya dengan modal utama persatuan bangsa dan negara, kemajuan ekonomi-industri serta penguasaan ilmu dan teknologi memungkinkan untuk diraih.
“Seorang Prabowo dengan latar belakang kultural keluarga yg tidak monolitik, seperti antara lain agama, suku bangsa dan didukung pendidikan kemiliteran dengan mengutamakan metode berpikir cinta bangsa, disiplin-tegas dan disiplin instruksional atasan, masih bisa dijadikan harapan menjaga Indonesia dari perpecahan, “tandas Dr Kristiya Kartika
Dia juga mengatakan bahwa Dalam psikologi politik berlaku asas : “sebab-sebab didalam lebih menentukan dari pada pengaruh2 dari luar”. Karenanya pengaruh lingkungan dari luar dimasa setelah dewasa, termasuk lingkungan terdekatnya, atas diri seseorang Prabowo masih bisa terkalahkan oleh bibit-bibit sikap / sifat yg mengalir deras dalam darahnya sejak awal dan melekat dalam dirinya sejak kecil/muda.
Namun yang juga menentukan kondisi Indonesia dimasa pasca Jokowi adalah penataan ketatanegaraan dan kemasyarakatan serta penegakan hukum melalui pemberlakuan secara effektif budaya tata krama manusia berdasarkan nilai-nilai dasar Pancasila, yang perlu segera di tata ulang dalam konstitusi melalui kembalinya UUD 1945 ke bentuk asli yang disertai sedikit penyempurnaan.
Selain masalah tata kenegaraan tersebut, jika di cermati dari dimensi kaderisasi bangsa, ada pengalaman yg harus dijadikan “aksioma politik”. Latar belakang kala muda dari seorang kader bangsa dibidang keprajuritan “lebih menjanjikan” untuk mengutamakan kepentingan rakyat saat kader itu menjabat Presiden, dari pada pengalaman masa muda seseorang dibidang lainnya, termasuk kader bisnis semata, yang tanpa sentuhan politik kebangsaan dalam aktivitas sebelumnya,
“Sehingga dengan demikian apa yang kami kemukakan ini merupakan sebuah permenungan yang diharapkan dapat menjadi bahan untuk mendalami nasib bangsa ke depan, menjadi bangsa yang maju kah, atau malah mengalami kemunduruan, apakah menjadi Indonesia Emas atau Cemas? Ya, mari kita renungkan bersama-sama, jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang, tapi tanyakan ke masing-masing pribadi setiap anak bangsa pemilik negeri Indonesia yang pada tahun 2045 mendatang berusia 100 Tahun”pungkas Dr Kristiya Kartika yang Kini aktif dalam Forum Urun Rembuk Aliansi Kebangsaan
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
27 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Senin, 27 April 2026, wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Kapolres Sumenep dengan menginisiasi sekaligus memimpin langsung kegiatan perbaikan jembatan di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga diketahui mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
27 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Sumenep – Senin, 27 April 2026, Kapolres Sumenep melaksanakan kegiatan Curhat Kamtibmas bersama masyarakat di Desa Babalan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi serta mengetahui berbagai permasalahan yang berkembang di lingkungan warga. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sumenep hadir bersama jajaran dan disambut oleh …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
27 Apr 2026
NASIONALPOS.com | SUMENEP, Jatim– Seorang warga lanjut usia di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur miliknya sendiri pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban berinisial J (76), perempuan, warga Dusun Libiliyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah sebelumnya korban dilaporkan …
Admin Redaksi
25 Apr 2026
Garut,Nasionalpos.com Garut, Polemik tentang dunia pendidikan di kab.Garut yang selama ini.didengar dengan bumbu yg begitu tidak sedap dan tidak enak didengar .seperti halnya di dunia pendidikan yang selama ini digembor gemborkan tentang Dana pendidikan yang pantastis Namun sungguh aneh yang menimpa anak didik pkbm yang berada dikecamatan garut kota .kelurahan kota kulon, dimana salah …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
25 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Hari Raya Idul Fitri 1447 / 2026 telah berlalu, namun hal itu tidak berarti petugas BPTD Perhubungan terminal Bus Arya Wiraraja Sumenep bisa santai dalam aktifitas keseharian dalam menjalankan tugasnya. Handoko Imam Hanafi, S.Sos. adalah Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep di bawah BPTD Kelas …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
22 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep menggelar kegiatan operasi gabungan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Selasa (21/04/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Jalan Raya Pangarangan, Kabupaten Sumenep, dengan melibatkan personel Satlantas Polres Sumenep …
21 Nov 2024 1.745 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.427 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.309 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.242 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.236 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.196 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.099 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.