Home » Headline » Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law 28 Apr 2026 114

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik.
Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir.

Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi.
Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi.

Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat mata, namun dengan daya rusak yang sistematis. Ia tidak merobohkan gedung, tetapi menghancurkan fondasi yang jauh lebih vital: kepercayaan. Ketika kepercayaan runtuh, negara tidak perlu diserang—ia akan melemah dari dalam.

Polanya sederhana, tetapi efektif. Fakta dipotong. Konteks digeser. Emosi disuntikkan.
Hasilnya bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan konstruksi realitas baru yang terasa benar bagi mereka yang ingin mempercayainya.

Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa bisa kehilangan makna aslinya.
Yang semula informasi berubah menjadi provokasi.
Yang semula fakta menjadi bahan bakar mobilisasi.
Dan yang semula perbedaan pendapat menjelma konflik terbuka.

Disinformasi tidak membutuhkan kebenaran untuk bekerja.
Ia hanya membutuhkan kredibilitas semu dan momentum psikologis.

Baca Juga :  BEI-Nasdaq Kerja Sama Perkuat Teknologi Pasar Modal

Lebih jauh lagi, ia memanfaatkan kelemahan paling manusiawi: kecenderungan untuk mempercayai apa yang selaras dengan keyakinan sendiri. Di titik ini, disinformasi tidak lagi sekadar alat eksternal, tetapi menjadi bagian dari mekanisme internal masyarakat itu sendiri. Orang tidak hanya menerima informasi yang salah—mereka ikut menyebarkannya dengan keyakinan penuh.

Inilah yang membuat disinformasi jauh lebih berbahaya dibanding propaganda konvensional. Ia tidak terasa sebagai ancaman, karena sering kali datang dalam bentuk yang familiar: unggahan teman, potongan video, atau narasi yang “terasa benar”.

Dalam masyarakat yang terpolarisasi, dampaknya berlipat ganda.
Kebenaran tidak lagi diuji melalui fakta, tetapi melalui afiliasi.
Apa yang benar ditentukan oleh siapa yang berbicara, bukan oleh apa yang disampaikan.

Di titik ini, ruang publik berubah fungsi.
Ia bukan lagi tempat pertukaran gagasan, tetapi arena pertarungan persepsi.

Dan ketika persepsi menjadi medan perang, batas antara kebenaran dan kebohongan menjadi kabur. Negara yang gagal menjaga kejernihan ruang informasi akan menghadapi ancaman yang tidak bisa dihadapi dengan kekuatan militer semata.

Baca Juga :  Perlu Penyesuaian Restribusi Lokbin & Loksem

Lebih berbahaya lagi, disinformasi menciptakan ilusi partisipasi.
Masyarakat merasa sedang terlibat dalam proses demokrasi, padahal yang terjadi adalah manipulasi opini secara massal. Diskursus publik tampak hidup, tetapi sesungguhnya digerakkan oleh arus yang tidak terlihat.

Di sinilah letak paradoksnya: semakin terbuka sebuah masyarakat, semakin rentan ia terhadap infiltrasi narasi. Keterbukaan tanpa ketahanan informasi hanya akan mempercepat penyebaran distorsi.

Negara yang tidak menganggap disinformasi sebagai ancaman strategis akan selalu tertinggal.
Bukan karena kekurangan sumber daya, tetapi karena salah membaca medan tempur.

Sebab ini bukan lagi soal siapa yang memiliki senjata paling kuat,
melainkan siapa yang mampu mengendalikan makna.

Dan dalam perang seperti ini, waktu menjadi faktor yang menentukan.
Satu narasi yang dibiarkan tanpa koreksi selama beberapa jam bisa berkembang menjadi keyakinan kolektif.
Satu langkah keterlambatan bisa berubah menjadi kehilangan kendali.

Pada akhirnya, disinformasi bukan sekadar masalah komunikasi.
Ia adalah persoalan kedaulatan.

Negara yang kehilangan kendali atas narasi, pada dasarnya telah kehilangan sebagian dari dirinya sendiri. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

HUT Ke-75 SMPK Santo Yusup Banyuwangi Berlangsung Spektakuler, Pentas Seni Kolosal “PARAKRAMAH” Teguhkan Karakter, Budaya, dan Semangat Pancasila

- Banyuwangi

02 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton memenuhi arena pertunjukan saat SMPK Santo Yusup Banyuwangi sukses menggelar pentas seni kolosal bertajuk PARAKRAMAH (Sukma Sang Ksatria) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sabtu (1/8/2026). Pertunjukan megah yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang …

SMAN 3 Painan Juara I Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Sumbar, Siap Wakili Provinsi ke Ajang Nasional

Primadoni,SH

01 Agu 2026

PADANG, Nasionalpos.com  – SMAN 3 Painan berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih setelah tim SMAN 3 Painan mengungguli SMAN 1 Padang dan SMA IT ICBS Payakumbuh pada babak final yang digelar di Hotel Santika Padang, Sumatera …

x
x