- Top NewsUPERTIS Resmi Buka Dies Natalis ke-6, Usung Tema “Green Campus, Green Integrity”
- EkonomiKontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional
- daerahJDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan
- NasionalViviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan
- HukumA.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)
Oleh: Ridwan Umar
(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)
NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik.
Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir.
Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi.
Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi.
Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat mata, namun dengan daya rusak yang sistematis. Ia tidak merobohkan gedung, tetapi menghancurkan fondasi yang jauh lebih vital: kepercayaan. Ketika kepercayaan runtuh, negara tidak perlu diserang—ia akan melemah dari dalam.
Polanya sederhana, tetapi efektif. Fakta dipotong. Konteks digeser. Emosi disuntikkan.
Hasilnya bukan sekadar kesalahan informasi, melainkan konstruksi realitas baru yang terasa benar bagi mereka yang ingin mempercayainya.
Dalam hitungan jam, sebuah peristiwa bisa kehilangan makna aslinya.
Yang semula informasi berubah menjadi provokasi.
Yang semula fakta menjadi bahan bakar mobilisasi.
Dan yang semula perbedaan pendapat menjelma konflik terbuka.
Disinformasi tidak membutuhkan kebenaran untuk bekerja.
Ia hanya membutuhkan kredibilitas semu dan momentum psikologis.
Lebih jauh lagi, ia memanfaatkan kelemahan paling manusiawi: kecenderungan untuk mempercayai apa yang selaras dengan keyakinan sendiri. Di titik ini, disinformasi tidak lagi sekadar alat eksternal, tetapi menjadi bagian dari mekanisme internal masyarakat itu sendiri. Orang tidak hanya menerima informasi yang salah—mereka ikut menyebarkannya dengan keyakinan penuh.
Inilah yang membuat disinformasi jauh lebih berbahaya dibanding propaganda konvensional. Ia tidak terasa sebagai ancaman, karena sering kali datang dalam bentuk yang familiar: unggahan teman, potongan video, atau narasi yang “terasa benar”.
Dalam masyarakat yang terpolarisasi, dampaknya berlipat ganda.
Kebenaran tidak lagi diuji melalui fakta, tetapi melalui afiliasi.
Apa yang benar ditentukan oleh siapa yang berbicara, bukan oleh apa yang disampaikan.
Di titik ini, ruang publik berubah fungsi.
Ia bukan lagi tempat pertukaran gagasan, tetapi arena pertarungan persepsi.
Dan ketika persepsi menjadi medan perang, batas antara kebenaran dan kebohongan menjadi kabur. Negara yang gagal menjaga kejernihan ruang informasi akan menghadapi ancaman yang tidak bisa dihadapi dengan kekuatan militer semata.
Lebih berbahaya lagi, disinformasi menciptakan ilusi partisipasi.
Masyarakat merasa sedang terlibat dalam proses demokrasi, padahal yang terjadi adalah manipulasi opini secara massal. Diskursus publik tampak hidup, tetapi sesungguhnya digerakkan oleh arus yang tidak terlihat.
Di sinilah letak paradoksnya: semakin terbuka sebuah masyarakat, semakin rentan ia terhadap infiltrasi narasi. Keterbukaan tanpa ketahanan informasi hanya akan mempercepat penyebaran distorsi.
Negara yang tidak menganggap disinformasi sebagai ancaman strategis akan selalu tertinggal.
Bukan karena kekurangan sumber daya, tetapi karena salah membaca medan tempur.
Sebab ini bukan lagi soal siapa yang memiliki senjata paling kuat,
melainkan siapa yang mampu mengendalikan makna.
Dan dalam perang seperti ini, waktu menjadi faktor yang menentukan.
Satu narasi yang dibiarkan tanpa koreksi selama beberapa jam bisa berkembang menjadi keyakinan kolektif.
Satu langkah keterlambatan bisa berubah menjadi kehilangan kendali.
Pada akhirnya, disinformasi bukan sekadar masalah komunikasi.
Ia adalah persoalan kedaulatan.
Negara yang kehilangan kendali atas narasi, pada dasarnya telah kehilangan sebagian dari dirinya sendiri. (X)
dito
04 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta. Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …
Primadoni,SH
04 Agu 2026
Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …
- Banyuwangi
03 Agu 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …
dito
02 Agu 2026
NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut. Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …
- Banyuwangi
02 Agu 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton memenuhi arena pertunjukan saat SMPK Santo Yusup Banyuwangi sukses menggelar pentas seni kolosal bertajuk PARAKRAMAH (Sukma Sang Ksatria) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, Sabtu (1/8/2026). Pertunjukan megah yang menjadi puncak rangkaian perayaan tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang …
Primadoni,SH
01 Agu 2026
PADANG, Nasionalpos.com – SMAN 3 Painan berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berhak mewakili Sumatera Barat ke tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih setelah tim SMAN 3 Painan mengungguli SMAN 1 Padang dan SMA IT ICBS Payakumbuh pada babak final yang digelar di Hotel Santika Padang, Sumatera …
21 Nov 2024 2.163 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.669 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.487 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.444 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.388 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.343 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.231 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.