Home » Headline » Mundurnya Airlangga Sebagai Ketum Partai Golkar, Wujud Keteladanan Kematangan Dalam Kepemimpinan

Mundurnya Airlangga Sebagai Ketum Partai Golkar, Wujud Keteladanan Kematangan Dalam Kepemimpinan

dito 11 Agu 2024 107

NasionalPos.com, Jakarta- Mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar menuai banyak sorotan publik, Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto turut berkomentar tentang mundurnya Airlangga Hartarto ini.

“Setelah berhasil membawa partai Golkar ke posisi papan atas nasional dengan merebut suara parlemen terbanyak kedua dalam Pemilu 2019 dan 2024 merupakan sebuah langkah signifikan yang mencerminkan sikap negarawan sejati”, katanya kepada nasionalpos.com, Minggu, 11/8/2024 di Jakarta.

Menurutnya, sebagai seorang pemimpin partai politik, Airlangga menunjukkan bahwa dia memahami waktu dan tempat untuk melangkah maju dan mundur, demi kepentingan yang lebih besar.

“Setelah meraih kesuksesan dalam pemilu, fokusnya beralih untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan baik dalam pemerintahan maupun partai. Tentu, sikap ini menunjukkan bahwa kepentingan negara dan rakyat berada di atas ambisi pribadi maupun kekuasaan belaka”, jelasnya.

Pakar Geografi Politik Universitas Islam 45 (Unisma) inj menyebutkan langkah Airlangga juga menunjukkan sikap untuk memberikan ruang bagi regenerasi kepemimpinan di Partai Golkar.

“Dengan mundur pada saat puncak prestasi, ia membuka jalan bagi kader-kader muda dan pemimpin baru untuk melanjutkan visi dan misi partai serta bentuk komitmen untuk menjadikan Golkar sebagai partai yang modern dan dinamis, yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan terus relevan dalam kancah politik Indonesia”, ungkapnya.

Baca Juga :  Gunungapi Marapi Kembali Meletus, Bandara BIM Ditutup Sementara

Bebernya, mundurnya Airlangga ini di tengah hiruk pikuk transisi politik nasional bentuk partai yang modern.

“Sikap Airlangga dan kesuksesan di pemilu dan transisi kepemimpinan yang mulus menunjukkan bahwa Golkar adalah partai yang terorganisir dengan baik dan mampu menghadapi tantangan besar. Hal ini dapat meningkatkan citra Golkar sebagai partai yang stabil dan profesional”, bebernya.

Selain itu, keputusan Airlangga untuk mundur menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga fokus dalam tugas-tugas pemerintahan.

“Sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga menghadapi tantangan besar dalam memulihkan ekonomi pasca-pandemi, memperkuat daya saing industri nasional, dan memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi”, tandasnya.

Ia pun berpendapat, sosok Airlangga adalah negarawan sejati dengan memfokuskan energinya sepenuhnya pada tugas dan kepentingan negara.

Baca Juga :  BPBD Catat 18 Kejadian Pohon Tumbang Sejak Kemarin

“Airlangga dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan negara, sebuah prioritas yang lebih penting dari sekadar mempertahankan kekuasaan di partai”, cetusnya.

Ia juga menegaskan, keputusan Airlangga ini juga mencerminkan pengakuan bahwa kepemimpinan partai dan pemerintahan membutuhkan perhatian penuh dan dedikasi yang tidak terbagi.

“Dengan melepaskan salah satu peran, Airlangga memastikan bahwa dirinya dapat berfungsi secara optimal dalam kapasitasnya di pemerintahan, tanpa teralihkan oleh dinamika politik internal partai. Ini adalah langkah bijak yang menunjukkan kedewasaan politik dan komitmen untuk melayani negara dengan sebaik-baiknya”, ungkapnya.

Baginya, mundurnya Airlangga juga bisa dilihat sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun Golkar menjadi partai yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan memimpin transisi yang terencana dan terstruktur, Airlangga memberikan teladan bagi kepemimpinan yang matang dan bertanggung jawab. Langkah ini akan mendorong Golkar untuk terus berinovasi dalam kebijakan dan pendekatannya, menjaga relevansi di tengah perubahan lanskap politik yang sangat dinamis”, pungkasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x