Home » Headline » Pengamat : Siapapun Pemenang Pilpres 2024 Bakal Hadapi Pekerjaan Rumah Tak Ringan

Pengamat : Siapapun Pemenang Pilpres 2024 Bakal Hadapi Pekerjaan Rumah Tak Ringan

dito 01 Mei 2023 218

NasionalPos.com, Jakarta- Beberapa waktu lalu, ketika Romo Magnis Suseno, SJ menjadi salah seorang narasumber Webinar diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke 35 Yayasan Bhumiksara, dalam acara itu, Romo Magnis mengeluarkan pernyataan tentang siapapun capresnya bakal menghadapi lima tantangan global serius, yang ditayangkan di media mimbarrepublik.com.

Sontak, pernyataan itu mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah Setyoko pengamat politik.

Saat dihubungi wartawan, Setyoko mengatakan bahwa apa yang disebutkan oleh Prof Magnis itu suatu ungkapan fenomena yang terjadi di dunia International, dan itu suatu realitas yang tidak terbantahkan,

“Misalnya terkait Perang Rusia Ukraina — Rusia masih belum bisa ditentukan siapa pemenangnya, dan kapan perang tersebut berakhir belum dapat diprediksi. “ucap Setyoko kepada pers, Senin, 1 Mei 2023 di Jakarta.

Menurut Setyoko, selain itu, Prof Magnis dalam pernyataannya juga menyinggung soal “Oligarkhi” di seluruh dunia/universal, tentunya hal tersebut menjadi fenomena yang nampaknya semakin berkembang dengan subur di berbagai negara, dan menurut kacamata filsafat sosial, oligarkhi sebagai kekuatan ekonomi yang ditentukan oleh elite politik/pemerintahan di setiap negara.

Baca Juga :  Hari Juang TNI AD 2023: Prajurit akan Terus Tumbuh untuk Membela Nusa dan Bangsa

Kondisi kekuatan ekonomi tersebut, lanjut Setyoko sebagai materi pokok yang menentukan roda kehidupan politik di setiap negara di muka bumi ini.

“Nah mengenai Radikalisme, Ekstremisme Ideologis/Agamis, yang diungkap Prof Magnis sebagai tantangan global itu juga sudah menggejala dan serius harus dihadapi.”tukas Setyoko.

Setyoko juga mengatakan bahwa selain itu, ada masalah yang tidak kalah strategisnya, yakni masalah separatisme bersenjata dan juga masalah Terorisme International mengancam kedaulatan suatu negara yang diduga diciptakan oleh konspirasi global, hal itu mungkin luput dari tinjauan Prof. Magnis, padahal masalah tersebut, merupakan ancaman real yang bukan hanya terjadi di masyarakat International melainkan juga real terjadi di Indonesia, yang harus cepat diatasi oleh BIN, TNI-Polri, serta tentunya menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh Presiden & Wapres hasil Pilpres 2024 mendatang.

“Hal tak kalah urgen, disampaikan Prof Magnis, adalah soal keambrukan lingkungan alami serta artificial intelligence menurut saya bukan hanya tantangan strategis tp juga merupakan ancaman strategis .”ungkap Setyoko.

Masalah tersebut, sambung Setyoko, juga harus cepat ditangani dan tentunya bakal menjadi pekerjaan rumah yang mau tidak mau, suka tidak suka dihadapi dan harus dapat diselesaikan oleh siapapun Presiden & Wapres hasil Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga :  Komandan Seskoal Pimpin Paparan Bahas MOU dan Perubahan Kurikulum Sesko TNI di Seskoal

Setyoko juga menegaskan mengenai toleransi dan intoleransi masih butuh perhatian ekstra dari pemerintah sekarang, dan juga pemenang pilpres 2024 nanti, sedangkan masalah perwujudan keadilan sosial perlu dipertegas kebijakannya serta dipercepat perwujudan Pasal 33 UUD’45,

“Selain itu perlu segera dipikirkan bagaimana soal kemungkinan dipercepatnya nasionalisasi Free Port, proyek pertambangan/perminyakan asing lainnya, Caltex, Stanvac, Exxon, dst, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan sosial.”tegas Setyoko.

Diakhir penuturannya, Setyoko berharap agar perkara pemberantasan korupsi perlu adanya suatu aturan tentang pembuktian terbalik bagi terduga korupsi, selain itu juga mengenai kinerja dan wewenang KPK dikembalikan seperti sebelum adanya UU KPK hsl revisi 2019 lalu, mslnya ada Dewan Pengawas KPK wajib dihapus keberadaannya, serta juga perlu dihapus Undang-Undang yang cenderung menguntungkan kekuasaan dan juga asing.

“Semua itu bakal menjadi pekerjaan rumah yang harus di hadapi dan diselesaikan oleh siapapun pemenang Pilpres 2024 mendatang.”pungkas Setyoko.

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Kantor Hukum Layangkan Pemberitahuan Aksi, Kepastian Hukum di Polresta Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

20 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALIS. COM – Gelombang penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan bakal menjadi sorotan. Kantor Hukum Rifki Pria Hartawan Usman, S.H. & Rekan secara resmi menyampaikan pemberitahuan aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di depan Kantor Polresta Banyuwangi. Dalam surat pemberitahuan tertanggal 19 Oktober 2026 yang ditujukan kepada Kapolresta Banyuwangi, …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Dugaan Penggelapan hingga Dokumen Tanah Perusahaan, Empat Laporan di Banyuwangi Jadi Perhatian

- Banyuwangi

19 Okt 2026

Banyuwangi, Nasionalis.com – Penanganan empat laporan polisi di Polresta Banyuwangi menjadi perhatian tim kuasa hukum yang mendampingi pelapor berinisial DPS dan IBP. Mereka meminta kejelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang mencakup dugaan tindak pidana terkait urusan keluarga, keuangan, dokumen hak atas tanah perusahaan, hingga penerimaan dana yang dipersoalkan. Sebagai tindak lanjut, tim kuasa hukum menyatakan …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

x
x