Home » Headline » Pengamat : Siapapun Pemenang Pilpres 2024 Bakal Hadapi Pekerjaan Rumah Tak Ringan

Pengamat : Siapapun Pemenang Pilpres 2024 Bakal Hadapi Pekerjaan Rumah Tak Ringan

dito 01 Mei 2023 168

NasionalPos.com, Jakarta- Beberapa waktu lalu, ketika Romo Magnis Suseno, SJ menjadi salah seorang narasumber Webinar diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke 35 Yayasan Bhumiksara, dalam acara itu, Romo Magnis mengeluarkan pernyataan tentang siapapun capresnya bakal menghadapi lima tantangan global serius, yang ditayangkan di media mimbarrepublik.com.

Sontak, pernyataan itu mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah Setyoko pengamat politik.

Saat dihubungi wartawan, Setyoko mengatakan bahwa apa yang disebutkan oleh Prof Magnis itu suatu ungkapan fenomena yang terjadi di dunia International, dan itu suatu realitas yang tidak terbantahkan,

“Misalnya terkait Perang Rusia Ukraina — Rusia masih belum bisa ditentukan siapa pemenangnya, dan kapan perang tersebut berakhir belum dapat diprediksi. “ucap Setyoko kepada pers, Senin, 1 Mei 2023 di Jakarta.

Menurut Setyoko, selain itu, Prof Magnis dalam pernyataannya juga menyinggung soal “Oligarkhi” di seluruh dunia/universal, tentunya hal tersebut menjadi fenomena yang nampaknya semakin berkembang dengan subur di berbagai negara, dan menurut kacamata filsafat sosial, oligarkhi sebagai kekuatan ekonomi yang ditentukan oleh elite politik/pemerintahan di setiap negara.

Baca Juga :  Setahun Pemerintah Prabowo-Gibran, Kondisi Hukum Ada Perubahan, Patut Di Optimalkan Di masa Mendatang

Kondisi kekuatan ekonomi tersebut, lanjut Setyoko sebagai materi pokok yang menentukan roda kehidupan politik di setiap negara di muka bumi ini.

“Nah mengenai Radikalisme, Ekstremisme Ideologis/Agamis, yang diungkap Prof Magnis sebagai tantangan global itu juga sudah menggejala dan serius harus dihadapi.”tukas Setyoko.

Setyoko juga mengatakan bahwa selain itu, ada masalah yang tidak kalah strategisnya, yakni masalah separatisme bersenjata dan juga masalah Terorisme International mengancam kedaulatan suatu negara yang diduga diciptakan oleh konspirasi global, hal itu mungkin luput dari tinjauan Prof. Magnis, padahal masalah tersebut, merupakan ancaman real yang bukan hanya terjadi di masyarakat International melainkan juga real terjadi di Indonesia, yang harus cepat diatasi oleh BIN, TNI-Polri, serta tentunya menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh Presiden & Wapres hasil Pilpres 2024 mendatang.

“Hal tak kalah urgen, disampaikan Prof Magnis, adalah soal keambrukan lingkungan alami serta artificial intelligence menurut saya bukan hanya tantangan strategis tp juga merupakan ancaman strategis .”ungkap Setyoko.

Masalah tersebut, sambung Setyoko, juga harus cepat ditangani dan tentunya bakal menjadi pekerjaan rumah yang mau tidak mau, suka tidak suka dihadapi dan harus dapat diselesaikan oleh siapapun Presiden & Wapres hasil Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga :  Terkait Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Teroris Musuh Kemanusiaan Bukan Pejuang Agama

Setyoko juga menegaskan mengenai toleransi dan intoleransi masih butuh perhatian ekstra dari pemerintah sekarang, dan juga pemenang pilpres 2024 nanti, sedangkan masalah perwujudan keadilan sosial perlu dipertegas kebijakannya serta dipercepat perwujudan Pasal 33 UUD’45,

“Selain itu perlu segera dipikirkan bagaimana soal kemungkinan dipercepatnya nasionalisasi Free Port, proyek pertambangan/perminyakan asing lainnya, Caltex, Stanvac, Exxon, dst, untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan sosial.”tegas Setyoko.

Diakhir penuturannya, Setyoko berharap agar perkara pemberantasan korupsi perlu adanya suatu aturan tentang pembuktian terbalik bagi terduga korupsi, selain itu juga mengenai kinerja dan wewenang KPK dikembalikan seperti sebelum adanya UU KPK hsl revisi 2019 lalu, mslnya ada Dewan Pengawas KPK wajib dihapus keberadaannya, serta juga perlu dihapus Undang-Undang yang cenderung menguntungkan kekuasaan dan juga asing.

“Semua itu bakal menjadi pekerjaan rumah yang harus di hadapi dan diselesaikan oleh siapapun pemenang Pilpres 2024 mendatang.”pungkas Setyoko.

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x