Home » Headline » Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law 02 Jun 2026 58

Oleh: Ridwan Umar

(Sekjen Garda Bumiputera)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi.

Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite.

Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat proyek besar, impor pangan, konsesi lahan, hingga kebijakan yang perlahan membuat rakyat kehilangan kemampuan untuk mandiri. Rakyat dibuat sibuk bertahan hidup, sementara sumber daya nasional dikendalikan oleh kelompok yang sama dari waktu ke waktu.

Di titik inilah pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi lebih dari sekadar sektor ekonomi. Ia adalah alat perlawanan.

Sawah yang produktif sejatinya lebih berbahaya bagi oligarki dibanding ribuan slogan politik. Petani yang mandiri jauh lebih sulit dikendalikan dibanding rakyat yang hidup dari bantuan sesaat. Nelayan yang kuat tidak mudah tunduk pada permainan mafia impor. Peternak yang mampu menguasai pasar lokal adalah ancaman bagi kartel pangan yang selama ini hidup dari ketergantungan nasional.

Baca Juga :  19 Tokoh Muda Dikumpulkan KSP-Pijar Foundation

Masalah terbesar Indonesia bukan karena rakyat malas bekerja. Masalahnya adalah struktur ekonomi yang membuat rakyat terus bergantung.

Ketika pupuk dikendalikan,
harga ditentukan tengkulak,
laut dikuasai korporasi,
dan pangan bergantung impor,
maka yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketakutan kolektif.

Rakyat akhirnya dipaksa hidup dalam logika:
cukup bertahan hari ini, urusan besok belakangan.

Inilah ekosistem ideal bagi oligarki.

Karena rakyat yang lapar mudah diarahkan.
Rakyat yang miskin mudah dibeli.
Dan rakyat yang bergantung akan selalu takut melawan.

Maka gerakan ekonomi rakyat seharusnya tidak lagi dipahami sekadar program UMKM seremonial atau slogan “cinta produk lokal.” Ini adalah perjuangan merebut kembali kedaulatan ekonomi nasional dari cengkeraman elite yang terlalu lama menikmati negara.

Baca Juga :  Badan Otorita IKN Diharapkan Yakinkan Investor, Karena Belum Dapat DIPA APBN 2023

Sudah saatnya desa tidak hanya menjadi lumbung suara saat pemilu, tetapi menjadi pusat produksi nasional.

Sudah waktunya anak muda tidak terus didorong menjadi pemburu kerja semata, melainkan pencipta kekuatan ekonomi baru melalui pertanian modern, peternakan terpadu, dan industri perikanan berbasis teknologi.

Karena bangsa yang kuat bukan bangsa yang gaduh di media sosial, melainkan bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri tanpa bergantung pada permainan pasar global dan kepentingan segelintir elite.

Oligarki selalu takut pada satu hal:
rakyat yang mandiri secara ekonomi.

Sebab ketika rakyat mulai mampu menguasai tanahnya, pangannya, pasarnya, dan distribusinya sendiri, maka politik uang perlahan kehilangan daya tawarnya.

Dan mungkin di situlah revolusi Indonesia yang sesungguhnya akan lahir:
bukan dari istana,
tetapi dari sawah, kandang, dan laut yang kembali dikuasai rakyatnya sendiri. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

Mobil Siaga Kelurahan Kampung Melayu Sulit Diakses, Warga Terpaksa Minta Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Banyuwangi

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Pelayanan mobil siaga kesehatan atau ambulans di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan kendaraan operasional tersebut saat keluarganya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, Minggu (07/06/2026). Peristiwa itu dialami keluarga Astutik, warga Lingkungan Jajang Penatu RT/RW : 02/02, Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi. Saat …

x
x