Home » Headline » Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law 02 Jun 2026 117

Oleh: Ridwan Umar

(Sekjen Garda Bumiputera)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi.

Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite.

Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat proyek besar, impor pangan, konsesi lahan, hingga kebijakan yang perlahan membuat rakyat kehilangan kemampuan untuk mandiri. Rakyat dibuat sibuk bertahan hidup, sementara sumber daya nasional dikendalikan oleh kelompok yang sama dari waktu ke waktu.

Di titik inilah pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi lebih dari sekadar sektor ekonomi. Ia adalah alat perlawanan.

Sawah yang produktif sejatinya lebih berbahaya bagi oligarki dibanding ribuan slogan politik. Petani yang mandiri jauh lebih sulit dikendalikan dibanding rakyat yang hidup dari bantuan sesaat. Nelayan yang kuat tidak mudah tunduk pada permainan mafia impor. Peternak yang mampu menguasai pasar lokal adalah ancaman bagi kartel pangan yang selama ini hidup dari ketergantungan nasional.

Baca Juga :  Putusan MK Diapresiasi Nasdem, dan Ditaati PDIP

Masalah terbesar Indonesia bukan karena rakyat malas bekerja. Masalahnya adalah struktur ekonomi yang membuat rakyat terus bergantung.

Ketika pupuk dikendalikan,
harga ditentukan tengkulak,
laut dikuasai korporasi,
dan pangan bergantung impor,
maka yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketakutan kolektif.

Rakyat akhirnya dipaksa hidup dalam logika:
cukup bertahan hari ini, urusan besok belakangan.

Inilah ekosistem ideal bagi oligarki.

Karena rakyat yang lapar mudah diarahkan.
Rakyat yang miskin mudah dibeli.
Dan rakyat yang bergantung akan selalu takut melawan.

Maka gerakan ekonomi rakyat seharusnya tidak lagi dipahami sekadar program UMKM seremonial atau slogan “cinta produk lokal.” Ini adalah perjuangan merebut kembali kedaulatan ekonomi nasional dari cengkeraman elite yang terlalu lama menikmati negara.

Baca Juga :  Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2024, Polres Ponorogo Tegaskan Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spectek

Sudah saatnya desa tidak hanya menjadi lumbung suara saat pemilu, tetapi menjadi pusat produksi nasional.

Sudah waktunya anak muda tidak terus didorong menjadi pemburu kerja semata, melainkan pencipta kekuatan ekonomi baru melalui pertanian modern, peternakan terpadu, dan industri perikanan berbasis teknologi.

Karena bangsa yang kuat bukan bangsa yang gaduh di media sosial, melainkan bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri tanpa bergantung pada permainan pasar global dan kepentingan segelintir elite.

Oligarki selalu takut pada satu hal:
rakyat yang mandiri secara ekonomi.

Sebab ketika rakyat mulai mampu menguasai tanahnya, pangannya, pasarnya, dan distribusinya sendiri, maka politik uang perlahan kehilangan daya tawarnya.

Dan mungkin di situlah revolusi Indonesia yang sesungguhnya akan lahir:
bukan dari istana,
tetapi dari sawah, kandang, dan laut yang kembali dikuasai rakyatnya sendiri. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Buka Sosialisasi Pengelolaan LB3 Bagi Pelaku Usaha Penghasil LB3

Andi Ledi Lubuk Linggau

07 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat membuka Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) bagi pelaku usaha penghasil LB3, baik medis maupun nonmedis, di Cinema Hall Lantai 5 Pemkot Lubuk Linggau, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Wujudkan Lubuk Linggau Bersih, Sehat, Aman, Nyaman, Maju dan Sejahtera – Lubuk Linggau Juara”. Dalam …

Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito

07 Sep 2026

National pos.com. Jakarta- Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.     Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas …

Masyarakat Nahdliyyin tidak Hendaki Muktamar NU ke 35 menuju ke 2029

dito

07 Sep 2026

NasionalPos.com-Jakarta Pasca terselenggaranya Muktamar NU ke 35 di Tambak Beras Jombang Jawa Timur, tentunya memicu terjadinya pihak yang tidak setuju dengan hasil Muktamar NU ke 35, terkesan ada campur tangan penguasa hari ini, demikian di sampaikan ustadz Damuri Fikri kepada wartawan, Senin, 7/9/2026 di Jakarta.   “Ya, kesan muktamar NU ke 35 menjadi ajang mencari …

Ketua Dewan Pembina Persatuan Golf Indonesia terima kunjungan Panitia LA Connection charity golf tournamen

dito

05 Sep 2026

NasionalPost.com, Jakarta- Panitia LA Connection charity golf tournamen yang merupakan komunitas para alumni yang pernah kuliah di kota Los Anggeles dan kota kota lain di Amerika Serikat, berencana menggelar kegiatan LA Connection charity golf tournamen di pondok indah golf course pada 28 Oktober 2026 mendatang, demikian disampaikan oleh ketua panitia Sofyan Saleh kepada wartawan, Sabtu, …

Insentif Baru BGN Harus Diikuti Grading SPPG

dito

05 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan bahwa insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari. “Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono seusai rapat dengan Komisi IX DPR, Kamis, …

Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

x
x