Home » Headline » Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law 02 Jun 2026 162

Oleh: Ridwan Umar

(Sekjen Garda Bumiputera)

NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi.

Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite.

Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat proyek besar, impor pangan, konsesi lahan, hingga kebijakan yang perlahan membuat rakyat kehilangan kemampuan untuk mandiri. Rakyat dibuat sibuk bertahan hidup, sementara sumber daya nasional dikendalikan oleh kelompok yang sama dari waktu ke waktu.

Di titik inilah pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi lebih dari sekadar sektor ekonomi. Ia adalah alat perlawanan.

Sawah yang produktif sejatinya lebih berbahaya bagi oligarki dibanding ribuan slogan politik. Petani yang mandiri jauh lebih sulit dikendalikan dibanding rakyat yang hidup dari bantuan sesaat. Nelayan yang kuat tidak mudah tunduk pada permainan mafia impor. Peternak yang mampu menguasai pasar lokal adalah ancaman bagi kartel pangan yang selama ini hidup dari ketergantungan nasional.

Baca Juga :  FOKBI DKI Gelar Kompetisi Seni Budaya

Masalah terbesar Indonesia bukan karena rakyat malas bekerja. Masalahnya adalah struktur ekonomi yang membuat rakyat terus bergantung.

Ketika pupuk dikendalikan,
harga ditentukan tengkulak,
laut dikuasai korporasi,
dan pangan bergantung impor,
maka yang tumbuh bukan kemandirian, melainkan ketakutan kolektif.

Rakyat akhirnya dipaksa hidup dalam logika:
cukup bertahan hari ini, urusan besok belakangan.

Inilah ekosistem ideal bagi oligarki.

Karena rakyat yang lapar mudah diarahkan.
Rakyat yang miskin mudah dibeli.
Dan rakyat yang bergantung akan selalu takut melawan.

Maka gerakan ekonomi rakyat seharusnya tidak lagi dipahami sekadar program UMKM seremonial atau slogan “cinta produk lokal.” Ini adalah perjuangan merebut kembali kedaulatan ekonomi nasional dari cengkeraman elite yang terlalu lama menikmati negara.

Baca Juga :  Yayasan Trisakti Tolak Keras Rencana Ubah Status Universitas Trisakti Jadi PTN-BH

Sudah saatnya desa tidak hanya menjadi lumbung suara saat pemilu, tetapi menjadi pusat produksi nasional.

Sudah waktunya anak muda tidak terus didorong menjadi pemburu kerja semata, melainkan pencipta kekuatan ekonomi baru melalui pertanian modern, peternakan terpadu, dan industri perikanan berbasis teknologi.

Karena bangsa yang kuat bukan bangsa yang gaduh di media sosial, melainkan bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri tanpa bergantung pada permainan pasar global dan kepentingan segelintir elite.

Oligarki selalu takut pada satu hal:
rakyat yang mandiri secara ekonomi.

Sebab ketika rakyat mulai mampu menguasai tanahnya, pangannya, pasarnya, dan distribusinya sendiri, maka politik uang perlahan kehilangan daya tawarnya.

Dan mungkin di situlah revolusi Indonesia yang sesungguhnya akan lahir:
bukan dari istana,
tetapi dari sawah, kandang, dan laut yang kembali dikuasai rakyatnya sendiri. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x