Home » Headline » PAL Jaya: Penjaga Lingkungan Jakarta yang Selama Ini Kurang Dikenal”

PAL Jaya: Penjaga Lingkungan Jakarta yang Selama Ini Kurang Dikenal”

dito 17 Jul 2026 1

NasionalPos.com, Jakarta-

“Peradaban sebuah kota tidak hanya diukur dari gedung pencakar langit atau jalan bebas hambatnya, tetapi dari bagaimana kota itu mengelola air limbahnya.”

 

Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa sanitasi adalah fondasi peradaban modern. Sayangnya, sanitasi justru merupakan sektor yang paling jarang mendapat perhatian publik.

 

Selama ini masyarakat lebih mengenal Perumda PAL Jaya sebagai penyedia layanan sedot lumpur tinja, demikian di sampaikan oleh Andy Nugroho S Executive manager Poros Rawamangun kepada wartawan, Jumat, 17/7/2026 di Jakarta.

 

“Padahal, di balik armada truk penyedot yang kerap terlihat di permukiman, PAL Jaya sesungguhnya memegang peran yang jauh lebih strategis: menjaga kesehatan masyarakat, melindungi lingkungan hidup, dan membangun fondasi Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.” Ungkap Andy Nugroho S Executive Manager Poros Rawamangun

 

Ironisnya, lanjut Andy Nugroho S, semakin baik sistem sanitasi bekerja, semakin sedikit masyarakat menyadari keberadaannya. Tidak seperti jalan layang, taman kota, atau transportasi publik yang mudah terlihat, infrastruktur sanitasi berada jauh di bawah permukaan tanah. Namun justru di sanalah letak denyut kehidupan sebuah kota modern.

 

“Jakarta selama puluhan tahun menghadapi persoalan klasik berupa pencemaran sungai, menurunnya kualitas air tanah, tingginya kandungan limbah domestik, serta ancaman penyakit akibat sanitasi yang belum memadai. ” Tukas Andy Nugroho S.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dengan jumlah penduduk yang telah melampaui 11 juta jiwa pada siang hari, limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari mencapai jutaan liter. Tanpa sistem pengelolaan yang baik, limbah tersebut berakhir di saluran drainase, sungai, bahkan meresap ke dalam tanah yang menjadi sumber air bagi masyarakat.

 

“Di sinilah mandat PAL Jaya menjadi sangat penting, sebagai Perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini tidak lagi sekadar mengoperasikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). ” Tandasnya

 

Dalam beberapa tahun terakhir, sambungnya, PAL Jaya telah bertransformasi menjadi operator sistem sanitasi perkotaan yang mencakup pengelolaan air limbah domestik melalui jaringan perpipaan, pembangunan dan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Layanan sambungan rumah, operasi dan pemeliharaan jaringan sewer, pengelolaan lumpur tinja terjadwal, layanan teknis sanitasi, hingga edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

Baca Juga :  Cegah Jual-Beli Obat Ilegal, Negara Butuh RUU Pengawasan Obat dan Makanan

 

Menurut Andy, transformasi tersebut merupakan bagian dari perubahan besar sistem sanitasi Jakarta melalui Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) atau Jakarta Sewerage System (JSS), proyek yang sering disebut sebagai salah satu pembangunan sanitasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

 

“Tidak dapat dipungkiri, proyek ini menimbulkan ketidaknyamanan. Galian di berbagai ruas jalan menyebabkan kemacetan, kebisingan, debu, gangguan terhadap aktivitas ekonomi, bahkan memunculkan keluhan masyarakat. Reaksi tersebut wajar. ” Ucap Andy Nugroho S

 

Di kesempatan ini ia juga menjelaskan bahwa setiap pembangunan infrastruktur berskala besar selalu memiliki konsekuensi sosial yang harus dikelola secara bijaksana.

 

Namun akan menjadi kekeliruan apabila masyarakat hanya melihat dampak jangka pendek tanpa memahami manfaat yang akan diperoleh setelah sistem tersebut beroperasi.

 

“Begitu jaringan perpipaan dan instalasi pengolahan air limbah selesai dibangun, sebagian besar limbah domestik Jakarta tidak lagi mengalir langsung ke sungai atau meresap ke dalam tanah. Air limbah akan dikumpulkan, diolah sesuai standar lingkungan, kemudian baru dilepas kembali ke badan air.” Katanya

 

Tentunya, lanjut Andy, hal tersebut dampaknya sangat luas, seperti kualitas sungai membaik, pencemaran air tanah berkurang, risiko penyakit berbasis lingkungan menurun, biaya kesehatan masyarakat dapat ditekan, dan kualitas hidup warga meningkat secara signifikan.

 

Lebih jauh lagi, imbuh Andy, proyek ini akan memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global. Kota-kota yang masuk jajaran kota terbaik dunia selalu memiliki sistem sanitasi yang andal.

 

Tidak ada kota global yang sungainya dipenuhi limbah domestik atau air tanahnya tercemar akibat pengelolaan sanitasi yang buruk. Oleh karena itu, keberhasilan JSDP/JSS bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Jakarta.

 

” Dalam konteks tersebut, PAL Jaya sesungguhnya sedang mengerjakan pekerjaan yang tidak kasat mata, tetapi hasilnya akan dirasakan lintas generasi.” Tegas Andy

 

Meski demikian, sambung nya, satu tantangan besar masih harus dihadapi, yakni persepsi publik. Citra PAL Jaya sebagai “perusahaan sedot WC” masih begitu kuat. Persepsi ini perlu diubah melalui strategi komunikasi yang lebih progresif.

 

Masyarakat harus mengetahui bahwa PAL Jaya adalah operator sistem sanitasi modern yang memiliki kontribusi langsung terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, ketahanan sumber daya air, serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Kebijakan Menkominfo, Tak Diusut, PERAK Adukan KPK ke Komisi Hukum DPR RI

 

“Sosialisasi tidak cukup hanya dilakukan ketika proyek berlangsung. Edukasi mengenai pentingnya sanitasi perlu menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dunia usaha, media massa, hingga tokoh masyarakat. ” Ucap nya.

 

Andy juga menegaskan bahwa warga juga perlu memahami pentingnya melakukan sambungan rumah ke jaringan perpipaan agar manfaat investasi besar ini dapat dirasakan secara optimal.

 

Ke depan, PAL Jaya juga memiliki peluang mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pemanfaatan hasil olahan lumpur menjadi sumber energi terbarukan (biogas), produksi pupuk organik dari bio solid yang memenuhi standar, pemanfaatan air hasil olahan (reclaimed water) untuk kebutuhan non konsumsi, hingga penerapan teknologi digital untuk pemantauan jaringan secara real time.

 

” Inovasi-inovasi tersebut telah menjadi praktik umum di berbagai kota maju dan layak menjadi arah pengembangan sanitasi Jakarta, Jika transformasi ini berjalan konsisten, PAL Jaya tidak hanya menjadi operator sanitasi, tetapi juga perusahaan lingkungan yang mampu menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan ekologis secara bersamaan.” Sarannya.

 

Di kesempatan ini Andy juga menyampaikan harapannya bahwa di tengah menata dirinya menuju kota berkelas dunia. Setelah berhasil membangun jaringan MRT, LRT, transportasi publik terintegrasi, dan memperluas ruang terbuka hijau, pembangunan sistem sanitasi modern merupakan mata rantai yang tidak boleh terputus.

 

“Kota global tidak hanya dibangun di atas gedung-gedung tinggi, melainkan juga di atas fondasi lingkungan yang sehat.” Harapnya

 

Karena itu, menurut nya, sudah saatnya masyarakat memberikan apresiasi yang lebih besar kepada PAL Jaya. Sebab, di balik proyek-proyek yang hari ini mungkin menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan.

 

Saat ini sedang dibangun sebuah warisan yang jauh lebih berharga: sungai yang lebih bersih, air tanah yang lebih aman, lingkungan yang lebih sehat, dan Jakarta yang semakin layak menjadi salah satu dari 50 kota global terbaik di dunia.

 

“PAL Jaya bukan lagi sekadar operator sedot lumpur tinja, melainkan salah satu pilar utama masa depan lingkungan Ibu Kota.”pungkas Andy Nugroho S Executive manager Poros Rawamangun

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dana CSR Diduga Mengalir Puluhan Juta Tiap Tahun, Jalan Plantaran Tetap Hancur; AWI Dpc Banyuwangi Soroti Transparansi Pengelolaan Dana

- Banyuwangi

16 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Kerusakan Jalan Plantaran, Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kembali memicu sorotan tajam. Di tengah kondisi jalan yang bertahun-tahun dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan, justru beredar dokumen yang menunjukkan adanya dana kontribusi atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta setiap tahun. …

Didukung Berbagai Stakeholder, PMKRI Cabang Jakarta Pusat Optimistis Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres XXXV dan MPA XXXIV Tahun 2028

dito

15 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Keseriusan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus untuk menghadirkan Kongres PMKRI kembali di Jakarta semakin nyata.   Setelah membangun komunikasi dan menjalin audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta, PMKRI Cabang Jakarta Pusat menyatakan optimisme dan kesiapannya apabila dipercaya oleh forum nasional PMKRI sebagai penyelenggara Kongres XXXV …

SLF dan Pansus Parkir DKI: Ujian Integritas Pemerintahan Pramono

Dhio Justice Law

15 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos,com, Jakarta – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola kota secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar peningkatan pendapatan parkir. Sebab, persoalan parkir tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kepatuhan bangunan terhadap aturan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik …

Poros Rawamangun Desak PT Moya Indonesia Bertanggung jawab Atas Kecelakaan kerja Karyawannya, & Minta Said Iqbal Tidak Cari Panggung

dito

15 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Beberapa hari lalu terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia. Ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor PT Moya Indonesia yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jaringan distribusi pipa air bersih di dalam gorong-gorong di kawasan Jalan Pintu III TMII, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis 9 Juli 2026 pekan lalu. Insiden tersebut bermula ketika …

Wakil Wali Kota Terima Audiensi Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

15 Jul 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi menerima audiensi sekaligus membahas rencana pembuatan video sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, Rabu (15/7/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan guna mendukung peningkatan kesejahteraan para pekerja, khususnya di Kota Lubuk Linggau. Dalam diskusi, disepakati rencana pembuatan …

Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

x
x