Home » Headline » Muktamar 2024 di Bali Ajang Pertaruhan Besar Masa Depan Eksistensi PKB

Muktamar 2024 di Bali Ajang Pertaruhan Besar Masa Depan Eksistensi PKB

dito 22 Agu 2024 107

NasionalPos.com, Jakarta-  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar pada 24-26 Agustus 2024 mendatang. Forum tertinggi ini akan dilaksanakan di Bali dengan dihadiri semua pengurus PKB baik di level pusat, DPW hingga DPC se Indonesia, gelaran tersebut akan dihadiri peserta hingga 2300 orang dari berbagai daerah se-Indonesia, termasuk para tokoh bangsa, demikian disampaikan oleh Damuri Fikri aktivis NU kepada nasionalpos.com, Kamis, 22/8/2024 di Jakarta.

“ Terlepas dari persiapan yang dilakukan oleh panitia, namun nampaknya Muktamar PKB ini merupakan Muktamar yang sangat dinamis sebab muktamar PKB kali ini di gelar di tengah hubungan NU-PKB memanas, “ungkap Damuri.

Menurut Damuri, Keputusan Cak Imin menggelar Muktamar di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan PBNU merupakan pertaruhan besar bagi PKB. Di satu sisi, langkah ini menunjukkan keyakinan Cak Imin bahwa ia masih memiliki kendali atas partai dan dukungan yang cukup kuat dari kader PKB di berbagai daerah.

Di sisi lain, ini adalah risiko besar karena konflik dengan PBNU yang berlarut-larut dapat memperlemah kohesi partai, terutama jika ada anggota yang merasa lebih loyal kepada PBNU daripada kepada kepemimpinan PKB saat ini.

“ Cak Imin tampaknya percaya diri menggelar Muktamar di tengah konflik ini karena mencermati keberhasilan PKB dalam Pemilu Legislatif 2024 memberinya keyakinan bahwa partai masih memiliki daya tarik yang kuat di mata pemilih, bahkan ketika hubungan dengan PBNU memburuk.”tukas Damuri.

Baca Juga :  Komisi D DPRD DKI Sidak ke Waduk Pluit

PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin, lanjut Damuri, mampu meningkatkan suara PKB di Pileg 2024 lalu, di karenakan adanya dampak positif dari  Cak Imin berpasangan dengan Anies Baswedan saat Pilpres 2024.

Anies, dengan basis pemilih islamis yang luas dan beragam, membantu PKB memperluas jangkauan suara di luar basis tradisional nahdliyin. Kemitraan politik ini membuka potensi PKB untuk menarik dukungan dari segmen pemilih yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau, termasuk mereka yang mencari alternatif dari arus utama politik Islam.

“Pertanyaannya sekarang: apakah ke depan Cak Imin dapat mempertahankan dan bahkan memperluas dukungan ini tanpa kehadiran Anies? Jika Cak Imin ingin PKB tetap kuat, dia harus menemukan cara untuk mempertahankan momentum ini, dengan atau tanpa Anies sebagai mitra politik. Muktamar 2024 akan menjadi ujian apakah strategi ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.”ucap Damuri.

Apalagi, sambung Damuri, adanya keputusan PKB untuk tidak mengundang resmi PBNU ke Muktamar 2024, tetapi hanya mengundang kiai-kiai NU secara personal, bisa dibaca sebagai langkah yang berisiko tinggi. Meskipun langkah ini mungkin diambil sebagai cara untuk menunjukkan kemandirian politik, PKB harus bersiap menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul.

Baca Juga :  Pasokan Beras Mulai Aman, Harga Terus Menurun

Sedangkan salah satu dampak langsung dari keputusan ini adalah potensi ketidakpuasan di kalangan kader PKB yang loyal kepada PBNU. Mengabaikan PBNU sebagai institusi formal dan hanya mengundang tokoh-tokoh NU secara individu dapat dilihat sebagai bentuk penghinaan terhadap otoritas PBNU. Hal ini bisa memicu fragmentasi internal, mengurangi kohesi partai, dan memperlemah posisi PKB dalam menghadapi tantangan politik yang lebih besar di level nasional.

PBNU tidak hanya menyediakan dukungan moral dan kultural, tetapi juga menjadi penghubung langsung antara PKB dan komunitas akar rumput yang sangat bergantung pada arahan dari para ulama NU.

Tanpa dukungan PBNU, PKB berisiko kehilangan legitimasi di mata nahdliyin, yang dapat menyebabkan perpecahan di dalam partai dan berkurangnya dukungan pemilih pada pemilu berikutnya. Hubungan yang retak dengan PBNU juga bisa dimanfaatkan oleh partai-partai lain untuk menarik dukungan dari basis nahdliyin, yang dapat melemahkan posisi PKB dalam kancah politik nasional.

“ Muktamar PKB di Bali apakah akhir dari ke pemimpinan cak Imin atau tidak, jika situasinya seperti saat ini, maka maka Muktamar tersebut bisa jadi ajang pertaruhan besar masa depan Eksistensi PKB di panggung politik Nasional, kita lihat saja perkembangan”pungkas Damuri.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketika Dasco Turun Menjadi Operator Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia NasionalPos.com, Jakarta – Penunjukan Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI mungkin dimaksudkan sebagai langkah percepatan. Tetapi dalam perspektif demokrasi, ia menyimpan pertanyaan yang jauh lebih serius: mengapa lembaga pengawas kini justru ikut menjadi pelaksana?   Di atas kertas, fungsi DPR sangat jelas: legislasi, …

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law

25 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya? Meski demonstrasi masih ada. Kritik masih terdengar. Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan. Lalu muncul kesimpulan sederhana: mahasiswa telah melemah. Padahal persoalannya mungkin lebih dalam. Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi …

Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

x
x