Home » Headline » Muktamar 2024 di Bali Ajang Pertaruhan Besar Masa Depan Eksistensi PKB

Muktamar 2024 di Bali Ajang Pertaruhan Besar Masa Depan Eksistensi PKB

dito 22 Agu 2024 144

NasionalPos.com, Jakarta-  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menggelar Muktamar pada 24-26 Agustus 2024 mendatang. Forum tertinggi ini akan dilaksanakan di Bali dengan dihadiri semua pengurus PKB baik di level pusat, DPW hingga DPC se Indonesia, gelaran tersebut akan dihadiri peserta hingga 2300 orang dari berbagai daerah se-Indonesia, termasuk para tokoh bangsa, demikian disampaikan oleh Damuri Fikri aktivis NU kepada nasionalpos.com, Kamis, 22/8/2024 di Jakarta.

“ Terlepas dari persiapan yang dilakukan oleh panitia, namun nampaknya Muktamar PKB ini merupakan Muktamar yang sangat dinamis sebab muktamar PKB kali ini di gelar di tengah hubungan NU-PKB memanas, “ungkap Damuri.

Menurut Damuri, Keputusan Cak Imin menggelar Muktamar di tengah konflik yang sedang berlangsung dengan PBNU merupakan pertaruhan besar bagi PKB. Di satu sisi, langkah ini menunjukkan keyakinan Cak Imin bahwa ia masih memiliki kendali atas partai dan dukungan yang cukup kuat dari kader PKB di berbagai daerah.

Di sisi lain, ini adalah risiko besar karena konflik dengan PBNU yang berlarut-larut dapat memperlemah kohesi partai, terutama jika ada anggota yang merasa lebih loyal kepada PBNU daripada kepada kepemimpinan PKB saat ini.

“ Cak Imin tampaknya percaya diri menggelar Muktamar di tengah konflik ini karena mencermati keberhasilan PKB dalam Pemilu Legislatif 2024 memberinya keyakinan bahwa partai masih memiliki daya tarik yang kuat di mata pemilih, bahkan ketika hubungan dengan PBNU memburuk.”tukas Damuri.

Baca Juga :  Sidak Kelurahan Palmeriam, Pj. Gubernur Heru Pastikan Proses Renovasi Diselesaikan dengan Baik

PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin, lanjut Damuri, mampu meningkatkan suara PKB di Pileg 2024 lalu, di karenakan adanya dampak positif dari  Cak Imin berpasangan dengan Anies Baswedan saat Pilpres 2024.

Anies, dengan basis pemilih islamis yang luas dan beragam, membantu PKB memperluas jangkauan suara di luar basis tradisional nahdliyin. Kemitraan politik ini membuka potensi PKB untuk menarik dukungan dari segmen pemilih yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau, termasuk mereka yang mencari alternatif dari arus utama politik Islam.

“Pertanyaannya sekarang: apakah ke depan Cak Imin dapat mempertahankan dan bahkan memperluas dukungan ini tanpa kehadiran Anies? Jika Cak Imin ingin PKB tetap kuat, dia harus menemukan cara untuk mempertahankan momentum ini, dengan atau tanpa Anies sebagai mitra politik. Muktamar 2024 akan menjadi ujian apakah strategi ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.”ucap Damuri.

Apalagi, sambung Damuri, adanya keputusan PKB untuk tidak mengundang resmi PBNU ke Muktamar 2024, tetapi hanya mengundang kiai-kiai NU secara personal, bisa dibaca sebagai langkah yang berisiko tinggi. Meskipun langkah ini mungkin diambil sebagai cara untuk menunjukkan kemandirian politik, PKB harus bersiap menghadapi konsekuensi yang mungkin timbul.

Baca Juga :  Polri Diminta Komisi III Untuk Usut Kasus Oknum Polisi Tembak Warga di Kalteng

Sedangkan salah satu dampak langsung dari keputusan ini adalah potensi ketidakpuasan di kalangan kader PKB yang loyal kepada PBNU. Mengabaikan PBNU sebagai institusi formal dan hanya mengundang tokoh-tokoh NU secara individu dapat dilihat sebagai bentuk penghinaan terhadap otoritas PBNU. Hal ini bisa memicu fragmentasi internal, mengurangi kohesi partai, dan memperlemah posisi PKB dalam menghadapi tantangan politik yang lebih besar di level nasional.

PBNU tidak hanya menyediakan dukungan moral dan kultural, tetapi juga menjadi penghubung langsung antara PKB dan komunitas akar rumput yang sangat bergantung pada arahan dari para ulama NU.

Tanpa dukungan PBNU, PKB berisiko kehilangan legitimasi di mata nahdliyin, yang dapat menyebabkan perpecahan di dalam partai dan berkurangnya dukungan pemilih pada pemilu berikutnya. Hubungan yang retak dengan PBNU juga bisa dimanfaatkan oleh partai-partai lain untuk menarik dukungan dari basis nahdliyin, yang dapat melemahkan posisi PKB dalam kancah politik nasional.

“ Muktamar PKB di Bali apakah akhir dari ke pemimpinan cak Imin atau tidak, jika situasinya seperti saat ini, maka maka Muktamar tersebut bisa jadi ajang pertaruhan besar masa depan Eksistensi PKB di panggung politik Nasional, kita lihat saja perkembangan”pungkas Damuri.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

Umi Calon Kades Nomor Urut Satu Ingin Menjadikan Desa Padaasih Lebih Maju dan Kuat

ardi

07 Okt 2026

NasionalPos.com,Subang — Calon Kades Sumiati Agus SKM,MEM atau lebih akrabnya disapa sehari hari oleh warga masyarakat Padaasih Umi indung Lembur Padaasih mengikuti pengundian nomor urut Calon Kades desa Padaasih di Sekretariat Pilkades Desa Padaasih Subang Jawa Barat .Selasa (06/10/26). Dalam pengundian nomor urut calon kepala desa Padaasih Umi mendapatkan nomor urut Satu (1) dan disambut …

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap pihak pihak yang Fitnah Kapolri Baru

dito

06 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Presidium Pemuda Indonesia (PPI) saat di hubungi wartawan, Selasa, 6/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan pergantian Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan langkah yang mengejutkan semua pihak yang di lakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, sebab di laksanakan dalam waktu singkat …

Poros Rawamangun siap Mengawal Tugas Amanah Kapolri Baru, Polri Bersama Rakyat

dito

05 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Keberlanjutan kepemimpinan di Korps Bhayangkara resmi bergulir usai Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Momen pergantian pucuk pimpinan ini disambut oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk …

UU Pengaturan Reforma Agraria: Dibuat Instan, Lahir Sumir, Rentan di Uji Materiil ke MK

dito

05 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta- Di sela-sela aktivitasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, advokat Andi Darwin R. Ranreng, S.E., S.H. dari Kantor Hukum DRR Associate menyampaikan catatan kritis atas Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria yang baru saja di sahkan DPR RI tanggal 24/9/2026.   Dalam kesempatan ini, Ia menyampaikan dukungannya terhadap reforma agraria, akan tetapi ia menilai …

Jelang Akhir Anggaran Tahun 2026 DKI Jakarta, Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Usut Tuntas 5 Kasus Dugaan Korupsi di Jakarta

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Tahun anggaran 2026 belum berakhir, tapi catatan hitam dugaan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sudah menggunung, dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap 5 kasus dugaan korupsi dengan total nilai fantastis mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Minggu, 4/10/2026 di Jakarta. …

x
x