Home » Nasional » Wujud Ketidak Adilan Penegak Hukum Terhadap Warga Binaan Di Rumah Tahanan Kelas l Surabaya (Medaeng)

Wujud Ketidak Adilan Penegak Hukum Terhadap Warga Binaan Di Rumah Tahanan Kelas l Surabaya (Medaeng)

Eni 03 Sep 2024 87

 

NASIONALPOS.com ll Surabaya – Wujud ketidakadilan penegakan aturan dan hukum terhadap warga binaan yang sedang menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya (Medaeng) kembali terjadi.

Hal itu dibuktikan dengan bisa keluar masuknya seorang napi yang sedang menjalani masa penahanan selama 7 tahun dengan kasus pencabulan.

Tidak hanya disitu saja, napi yang diketahui berinisial “MSAT” bisa seenaknya pulang kerumahnya meskipun dirinya sedang menjalani masa penahanan di Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng).

Tentunya kejadian tersebut, diduga tak luput dari peran Karutan, KPR oknum sipir yang sudah jelas jelas menerima sejumlah uang, untuk memberikan kebebasan kepada yang bersangkutan agar bisa keluar masuk dari dalam Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng).

Bahkan informasi tersebut, juga dibenarkan oleh oknum petugas dan mantan teman satu sel “MSAT” yang mengetahui secara jelas melihat bahwasanya pelaku bisa pulang ke rumahnya setiap minggunya dengan memberikan uang yang nilainya fantastis kepada para pejabat dan petugas Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng).

Baca Juga :  FSAB: Peringatan Sumpah Pemuda ke 94, Momentum Pererat Persatuan Membangun Bangsa Di Era Teknologi 4.0

Atas dasar itulah, Aliansi Madura Indonesia (AMI) membuat perhitungan besar, bahwasanya selama ini kinerja dari Karutan, KPR dan jajaran Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) tidak profesional dan terkesan bahwasanya kebebasan bisa dibeli.

Tidak hanya disitu saja, AMI bakal menggelar aksi secara besar-besaran di Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) dengan tuntutan copot dan pecat Karutan, KPR dan jajaran yang terlibat.

“Tuntutan kami memang betul ingin Karutan, KPR dan jajaran dipecat, karena secara logika, bagaimana bisa seorang napi keluar dari balik tembok besar tersebut, sedangkan mau jenguk saja pemeriksaan begitu ketat, kalau tidak ada izin dari Karutan,” tandas Baihaki dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB) Dewan Pimpinan Cabang Magelang Raya Gelar Matrikulasi AD/RT GRIB jaya Oleh Ketua DPD Jawa Tengah

Ia menambahkan, bahwasanya dalam aksinya kali ini, AMI akan menggandeng beberapa elemen yang merasa teraniaya oleh aturan dari Rutan yang terkesan tidak manusiawi ini.

Kami juga berkomitmen akan memberikan pendampingan hukum kepada seluruh korban pencabulan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh “MSAT” untuk melaporkan kembali ke aparat penegak hukum (APH) untuk mendapatkan suatu keadilan.

“Sejarah akan kami torehkan kembali, bahwasanya AMI tidak akan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran, sampai bertemu di lapangan ya,” pungkasnya singkat.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito

02 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% …

AWI DPC Banyuwangi Resmi Terbentuk, Mohamad Saiful Rizal : Momentum Perkuat Peran Pers

- Banyuwangi

02 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pembentukan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pers di tingkat daerah. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menaungi para jurnalis, tetapi juga menjaga marwah profesi kewartawanan agar tetap independen, profesional, dan berpihak pada kebenaran. Aktivis masyarakat sipil sekaligus pegiat politik Banyuwangi, Mohamad …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x