Home » Nasional » ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

ASKLIGI dan Keprihatinan Kesehatan Gigi Indonesia

dito 02 Mei 2026 264

NasionalPos.com, Jakarta –

ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan. Data Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9% penduduk memngeluhkan sakit gigi, namun hanya 11,2% yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Kemudian saat ini terdapat 2.667 puskesmas atau 26,2% dari seluruh puskesmas di Indonesia tidak ada dokter gigi.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam siaran pers ASKLIGI mengenai program kerja hasil Rapat Kerja Nasional pada 2 Mei 2026 di Jakarta. Adapun Rakernas tersebut yang telah di gelar 18 April 2026 lalu di Hotel Gren Alia, Jakarta Pusat, telah menetapkan program kerja untuk turut serta mengatasi permasalahan kesehatan gigi nasional secara mendasar serta konseptual.

ASKLIGI akan menumbuhkan kesadaran bahwa selain perlu melaksanakan perawatan, namun untuk mereduksi besarnya permasalahan, maka prioritas harus pada promosi kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi.

Selanjutnya disampaikan, bahwa dalam pelaksanaan program ASKLIGI sangat mengapresiasi arahan dari BPJS Kesehatan pada pembukaan Rakernas. ASKLIGI siap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana ditetapkan pada UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Baca Juga :  Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2024, Polres Ponorogo Tegaskan Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spectek

Di kesempatan Rakernas tersebut, dilaporkan bahwa Direktur Utama BPJS Kesehatan diwakili Bayu Yudanto menyampaikan pidato pengarahan pada pembukaan Rakernas. Dikemukakan, kepesertaan BPJS Kesehatan hingga maret 2026 telah mencakup 284.690.797 orang atau 99,03% penduduk Indonesia.

Pada kondisi mayoritas masyarakat Indonesia memiliki keluhan gigi dan mulut, dipaparkannya bahwa BPJS Kesehatan telah melakukan pelayanan kesehatan gigi, yang pada tahun 2025 telah menghabiskan biaya sebesar 2,8 triliun rupiah.

” Untuk itu dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan gigi serta menekan beban pembiayaan, maka perlu dijalankan promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi. Selanjutnya Kami juga memerlukan dukungan stakeholder dalam pemenuhan pelayanan kesehatan gigi.” Ucap Bayu Yudanto.

Sementara di acara Rakernas tersebut juga di laporkan bahwa Ketua Umum ASKLIGI, Dr drg Hananto Seno SpBM(K), dalam sambutannya juga memaparkan program kerja yang telah ditetapkan rakernas.

Menurutnya, sesuai dengan upaya mengatasi permasalahan kesehatan gigi pada masyarakat Indonesia secara mendasar, bukan hanya kuratif, namun orientasi prioritas promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi akan dikedepankan.

Selanjutnya orientasi ini diharapkan dijalankan fasilitas pelayanan kesehatan gigi baik pada operasional sehari-hari, maupun juga ketika terjun langsung ke masyarakat dalam kegiatan bakti sosial.

Baca Juga :  ISCW : Usut Tuntas Dugaan Pelanggaraan Statuta FIFA, Dalam Penanganan Ricuh Suporter Pada Pertandingan Arema Vs Persebaya

Program kerja unggulan ASKLIGI yang ditetapkan Rakernas meliputi pengembangan profesionalisme fasilitas pelayanan kesehatan gigi dalam bentuk seminar, pembelajaran, kelompok studi, dan pelatihan.

” Kemudian akan diselenggarakan program peningkatan managerial skills, pendampingan akreditasi, pengelolaan limbah medis gigi, dan bantuan hukum bagi fasilitas pelayanan kesehatan gigi.” Ungkap drg Hananto Seno SpBM(K)

Selanjutnya dalam pelaksanaan program kerja, Hananto Seno mengutarakan bahwa ASKLIGI akan menggalang kerja sama dengan organisasi profesi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), serta PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia), dan PTGI (Persatuan Teknisi Gigi Indonesia).

Sesuai dengan hakikatnya masing-masing, ASKLIGI sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan gigi akan erat bersinergi dengan organisasi profesi yang menghimpun tenaga medis gigi dan tenaga kesehatan gigi.

Perihal pengorganisasian, Hananto Seno menandaskan, bahwa ASKLIGI yang baru berusia setahun telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum RI sebagai perkumpulan berbadan hukum. Pada Rakernas ditetapkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pembentukan kepengurusan tingkat wilayah.

“Diharapkan ASKLIGI mampu berperan serta dalam penguatan sistem kesehatan, terutama pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.”pungkas drg Hananto Seno, SpBM(K)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri

Dhio Justice Law

19 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …

Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

dito

18 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …

Sekda Pimpin Rapat Persiapan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

17 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah, H Trisko Defriyansa memimpin rapat persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Lubuk Linggau Tahun 2026, di Op Room Dayang Torek, Pemkot Lubuk Linggau, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah awal untuk mematangkan berbagai persiapan rangkaian kegiatan HUT ke-25 Kota Lubuk Linggau …

KPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul

Dhio Justice Law

15 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …

PERISTIWA POLITIK DAN PENGARUH GEOPOLITIK GLOBAL.

dito

14 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika        Salah satu Pengamat Politik dan Mantan Pejabat Pemerintah Moch. Said Didu menganalisis secara terbuka bahwa dalam gejolak politik akhir-akhir ini, peran tokoh politik dan mantan Penguasa yang didukung Oligarki domestik dan asing cukup strategis.   Jaringan aktivitas pergerakan regional dan domestik menurutnya juga …

Saat Akademisi Tak Berjarak dengan Kekuasaan

Dhio Justice Law

13 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – laki)   NasionalPos.com, Jakarta – Dulu, kampus adalah tempat yang paling sering digunakan untuk mempertanyakan kekuasaan. Di ruang dan forum akademik, kebijakan penguasa dibedah, angka diuji, narasi resmi dicurigai, dan keputusan politik diperdebatkan dan ditantang dengan argumen ilmiah Ironis, kini kampus justru semakin sering diminta berjalan searah …

x
x