Home » Nasional » daerah » Hasil PON XXI Tidak Memuaskan, ISCW Usul Ke DPRD DKI Jakarta Segera Bentuk Pansus

Hasil PON XXI Tidak Memuaskan, ISCW Usul Ke DPRD DKI Jakarta Segera Bentuk Pansus

dito 02 Okt 2024 84

NasionalPos.com, Jakarta- Kegagalan kontingen Jakarta menjadi Juara umum PON Ke-XXI Aceh-Sumut, rupanya mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan masyarakat Jakarta, di antaranya dari Rudy Darmawanto, SH Direktur Eksekutif Indonesia Sport Corruption Watch (ISCW), kepada wartawan, ia mengatakan bahwa kegagalan tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh pengurus KONI DKI Jakarta,  dengan cara semua pengurus KONI DKI Jakarta mengundurkan diri. Sebab dengan cara itu jiwa sportifitas pengurus masih terjaga.

“Ya, sebagai konsekuensi atas kegagalan tidak tercapainya target sebagai Juara Umum di PON XXI, mereka yang menjabat sebagai Pengurus KONI DKI Jakarta, ya, harus mengundurkan diri, Kalau memang tidak mampu ya mundur, Kalau tidak bisa ya menyerah saja, Memang begitu harusnya dalam dunia olahraga yang senantiasa menjunjung tinggi sportivitas,” tegas Rudy.

Rudy juga mengatakan dirinya mencermati adanya indikasi terjadi kesalahan dalam pengelolaan Anggaran Pembinaan yang nilainya cukup besar. Seharusnya KONI DKI Jakarta bisa mencontoh Jabar yang tetap mempersiapkan Atlet lapis Kedua dan Ketiga, Anggaran Hibah dari APBD DKI Jakarta untuk  KONI lumayan besar dan Anggaran besar juga percuma karena tidak Equilibrium (Seimbang) dengan Prestasi, itu berarti adanya ketidakseriusan Pengurus KONI DKI Jakarta menerapkan Strategi pemenangan untuk meraih prestasi sesuai harapan warga Jakarta

Baca Juga :  Dua Orang Diduga Pengedar Narkotika Jenis Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Pessel

“Lihat Team Jawa Barat ketika sebelum menghadapi perhelatan pemain lapis Kedua dan Tiga dipersiapkan dengan baik sejak awal, Seharusnya bisa dilakukan KONI DKI Jakarta seperti itu, in ikan aneh, Anggaran Besar tapi prestasi yang dicapai tidak sesuai ekspetasi warga Jakarta, yang berharap Kontingen DKI Jakarta bisa meraih Juara Umum.” Tukas Rudy.

Bukan hanya sekedar mengundurkan diri, lanjut Rudy, para pengurus KONI DKI Jakarta juga harus mempertanggungjawabkan dana hibah untuk menghadapi PON 2024 sebesar Rp 286 Milyar yang digunakan untuk meningkatkan Prestasi sebanyak 1.500 lebih Atlet dan Pelatih, nilai itu memang lebih kecil dibanding PON 2021 lalu di Papua yang menghabiskan  anggaran mencapai Rp 411 Milyar untuk sekitar 900 Atlet dan Pelatih.

Sedangkan di  PON 2024 DKI Jakarta menurunkan kekuatan sebanyak 1.046 Atlet, Dengan rincian 489 Atlet bertanding di Provinsi Aceh dan 557 Atlet lainnya di Sumut, dengan mengusung jargon “Jakarta Datang, Jakarta Menang”, serta mencanangkan Target sebagai Juara umum, karena DKI Jakarta terakhir kali meraih Juara pada PON tahun 2012, Tapi nyatanya dengan dana ratusan milyar rupiah, DKI Jakarta untuk kesekian kalinya gagal meraih Juara Umum di PON XXI.

Baca Juga :  Kunjungan Paus Fransiskus Sebagai jembatan Perkuat Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia.

“Saya sangat berharap agar Komisi E DPRD DKI Jakarta, agar segera memanggil KONI DKI dan bisa mempertanggung jawabkan Dana Hibah tersebut dengan capaian prestasi di PON, selain itu harus dilakukan audit keuangan maupun audit kinerja pengurus KONI DKI Jakarta, Kalau perlu dibikin Pansus agar bisa menginvestigasi terkait dengan pengelolaan Dana Hibah untuk keikusertaan kontingen DKI Jakarta di PON XXI.”pungkas Rudy Darmawanto, SH.

Sekedar informasi, Pekan Olahraga Nasional Ke-XXI Aceh-Sumut atau PON 2024 sudah berakhir pada Jumat, 20 September 2024. Kontingen Jawa Barat menjadi Juara Umum untuk Ketiga kalinya secara berturut-turut.

Jabar merajai Klasemen perolehan Medali PON 2024 Dengan Total 540 Medali, yang terdiri dari 195 Emas, 163 Perak, dan 182 Perunggu. Sedangkan posisi Kedua, Ditempati Kontingen DKI Jakarta dengan raihan 184 Emas, 150 Perak, dan 145 Perunggu.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x