Home » Ekonomi » Anak Singkong di Little Tokyo

Anak Singkong di Little Tokyo

Dewi Apriatin 19 Nov 2024 117

NasionalPos.com – 2 tahun kisah Lokaholik memuliakan artisan nusantara. Lokaholik hadir dalam dunia bar yang dibanjiri produk impor dengan idealisme dan keberaniannya menjadi sebuah rumah minum yang hanya menggunakan bahan lokal.

Lokaholik, rumah minum Nusantara di Melawai, Jakarta Selatan. Istimewa bukan hanya karena bernuansa sebuah mesin waktu, namun karena keberaniannya untuk mempromosikan kekayaan budaya minuman fermentasi Indonesia.

2 tahun sudah Lokaholik berdiri tegak berjuang mencari tuan dan puan para pejuang untuk mempromosikan karya artisan minuman fermentasi nusantara yang sejatinya menjadi bintang di mancanegara.

Lokaholik berdiri di tahun 2022, kala pariwisata ditaklukan oleh ganasnya pandemi. Para artisan minuman distilasi yang tadinya beralih karir menjadi bartender kapal pesiar mulai mencoba peruntungannya meramu resep arak di Bali yang mereka dapatkan secara turun menurun dari keluarganya. Sebagian artisan, mereka akhirnya dapat membangun brand mereka sendiri walaupun masih terus berjuang mendapatkan sebuah ‘rumah’ untuk ciptaan mereka.

“Saat kami mulai, banyak sekali yang skeptis dan bahkan berpikir kami tidak akan bisa bertahan. Banyak juga yang berpikir kami akan beralih menjadi bar biasa yang menggunakan barang impor, padahal minuman (bangsa) kita ini enak dan tidak kalah dibandingkan produk impor,” ujar Joshua Simandjuntak, pendiri Lokaholik.

Budaya minum Nusantara sudah tercatat sejak abad ke-7 dalam Sejarah Lama Dinasti Tang oleh I-Tsing.

I-Tsing, dalam kunjungannya ke Kerajaan Kalingga (antara Pekalongan dan Jepara) menulis, “Negeri ini sangat kaya. Orang-orang di negeri ini membuat arak dari bunga pohon kelapa yang menggantung. Panjang bunganya lebih dari tiga kaki. Tebalnya sebesar lengan orang dewasa. Untuk menjadi arak, bunganya akan dipotong dan niranya dikumpulkan, rasanya manis.” Tuak, minuman fermentasi berbahan dasar palma yang jarang ditemukan di negara lain di dunia.

“Budaya ini dulunya terkenal, dikagumi, namun sekarang sering ditutupi. Para artisannya tidak dihargai dan industrinya tertidur bagaikan sebuah harta karun yang belum tergali apalagi dimanfaatkan,” jelas Joshua sambil menunjukkan jarinya ke barisan rapi botol-botol berisi minuman beralkohol dari segala penjuru nusantara di belakang meja bar.

Baca Juga :  High School Fest bersama Annisya Andrianti Bagikan Tips Bangun Self-branding di BINUS @Bekasi

Menjadi “Rumah” bagi artisan nusantara

Di kala banyak bar dan restoran malu menyajikan minuman lokal bahkan enggan mencantumkan merek minuman lokal yang mereka jadikan campuran dalam sajian mereka. Lokaholik mengambil resiko mencantumkan nama merek para-artisan nusantara dengan bangga. Saat ini sudah ada 13 merek lokal yang digunakan oleh Lokaholik, beberapa diantaranya merupakan perusahaan lokal telah memperluas pasar mereka ke luar negeri seperti Cap Tikus, Haten Wine dan Iwak.

“Banyak sih tamu yang akhirnya berpikir bar itu kelasnya kurang baik, apabila menyajikan barang lokal.  Ada juga tamu yang berharap barang lokal harus murah walaupun minuman tersebut berkualitas superior dan dapat dibandingkan dengan minuman impor yang memiliki harga 2-3 kali lipat lebih tinggi,” Joshua mengutarakan motivasinya mendirikan Lokaholik.

“Bagi saya, Lokaholik ini pahlawan. Walaupun kami sempat menjadi souvenir acara G20, kami waktu itu tidak memiliki rumah permanen untuk memperkenalkan produk kami, hingga saat itu kami diajak masuk ke Lokaholik. Saya melihat ciptaan saya sebagai sebuah kanvas untuk para artisan muda dapat berkarya agar lebih banyak lagi anak muda dapat menjaga dan mengembangkan budaya ini,” tandas Ida Ayu Puspa Eny salah satu artisan pencipta Iwak Arumery sambil menuangkan minuman ciptaannya.

Banyak artisan muda memulai perjalanannya meramu dan meracik minuman fermentasi dan distilasi nusantara di balik meja bar dalam perjalanannya menjadi seorang mixologist. “Saya berusaha menciptakan sebuah racikan cocktail yang memiliki citarasa lokal namun dapat mudah dinikmati oleh tamu internasional”, Panji Mulyadi, head bartender Lokaholik menyampaikan visi yang tertuang dalam semua ciptaannya.

Ketua Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa) Bambang Britono turut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan Lokaholik. Ia mengatakan, “Kami berharap tujuan mulia Lokaholik menjadikan minuman fermentasi tuan rumah di negeri sendiri dapat menjadi tolak ukur dan inspirasi bagi industri restoran dan bar di Indonesia.”

Baca Juga :  Taksi Listrik Evista Sukses di Promo 12.12

“Ke depannya, saya ingin Lokaholik ini dipenuhi para pemikir kritis dan kreatif Nusantara yang ingin berbagi rasa, cita, dan bahagia,” Joshua memandang ke hiruk pikuk para pengunjung malam itu.

“Aku suka singkong, kau suka keju,” syair lagu dari musisi lawas Ari Wibowo terdengar di Lokaholik malam itu. Memang betul kata Bang Ari, Indonesia yang anak singkong tidak perlu menyamar menjadi anak keju, menjadi tuan rumah di bangsanya sendiri.

2 tahun sudah Lokaholik berdiri tegak berjuang mencari tuan dan puan para pejuang untuk mempromosikan karya artisan nusantara yang sejatinya menjadi bintang di mancanegara.

Terlihat banyak tuan puan para pejuang dan punggawa bersenandung dan tertawa, berjoget tipis, dan duduk santai menyeruput ‘Kembang Desa’ cocktail andalan Lokaholik, sang Anak Singkong yang nekad menjadi rumah minum 100% Nusantara yang pertama di Indonesia.

Tentang Gerakan Fermentasi Nusantara

Berawal sebagai sebuah gerakan di tahun 2016, Gerakan Fermentasi Nusantara didirikan untuk meningkatkan citra dan cita rasa mahakarya fermentasi lewat sains dan teknologi, serta tentunya membawa uniknya hasil fermentasi nusantara ke dunia lewat strategi komersialisasi Untuk mendukung visinya, di bulan Juli 2021, Gerakan Fermentasi Nusantara mendirikan Koperasi Fermentasi Nusantara (Fermenusa) dan semakin memperkuat posisinya sebagai Pengayom dan Supporter Industri Fermentasi melalui Koperasi Fermentasi Nusantara yang bertujuan mengadvokasi pemangku kepentingan untuk pemuliaan dan pemajuan Fermentasi Nusantara agar berdaya saing.

Tentang Lokaholik: Lokaholik adalah Bar nusantara dengan Kekayaan Budaya dan Cerita. Berlokasi di Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Lokaholik adalah Rumah Minuman 100% nusantara yang pertama di Indonesia.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

dito

27 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK.   …

Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum, Usut Rp 50 Milyar APBD 2026 Pemprov DKI Jakarta, Untuk Pembangunan RSUD Cakung

dito

24 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Terkait dengan adanya temuan dugaan adanya dana Rp 50 Milyar bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 Pemprov DKI Jakarta, yang semestinya peruntukkannya membangun Rumah Sakit Daerah Cakung, yang total membutuhkan biaya Rp 400 milyar, namun hingga saat ini pembangunan fisiknya belum ada,   Maka kepada wartawan, Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, …

KKP Perkuat Empat Aspek Penataan Ruang Laut di Sumatra, Dukung Program Prioritas Nasional

Zulwandi

27 Sep 2026

Padang, Nasionalpos.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia memperkuat empat aspek penataan ruang laut di wilayah Sumatra guna mendukung pelaksanaan berbagai program dan kegiatan prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan. Penguatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Penataan Ruang Laut dalam Mendukung Program dan Kegiatan Prioritas Nasional Bidang Kelautan dan Perikanan di …

Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

x
x