Home » Top News » Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi 29 Apr 2026 202

 

Jakarta,Nasionalpis.com

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.

Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan perizinan.

“Peraturan Menteri maupun peraturan perundang-undangan yang tidak memihak rakyat, artinya bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 dan tidak selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo. Kita satu suara dan satu semangat, jika Panja Lobster diperlukan, mari kita wujudkan untuk menjalankan amanat konstitusi,” tegas Melati saat memimpin audiensi bersama Kelompok Pembudidaya Benih Lobster di Ruang Rapat Komisi IV, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

*Kritisi Kebijakan dan Persaingan Global*

Dalam kesempatan tersebut, Melati juga menyoroti realitas di lapangan dan perbandingan kebijakan dengan negara lain.

“Fakta di lapangan tidak bisa kita abaikan. Di saat Indonesia memberlakukan larangan, negara lain seperti Vietnam justru terus memperkuat posisinya sebagai produsen lobster dunia. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah kebijakan yang kita ambil benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru membuka ruang bagi praktik penyelundupan yang semakin sulit dikendalikan?” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi,Kemenekraf MoU Dengan Kemenag Dan BSSN Di Hotel Borobudur

Lebih lanjut ia menjelaskan, upaya budidaya dalam negeri hingga saat ini masih menghadapi banyak ketidakpastian, baik dari sisi teknologi, keberhasilan produksi, maupun kepastian pasar.

“Kita juga tidak boleh menutup mata bahwa upaya budidaya dalam negeri hingga saat ini masih menghadapi banyak ketidakpastian—baik dari sisi teknologi, keberhasilan produksi, maupun kepastian pasar. Uji coba yang terus dilakukan tentu membutuhkan biaya besar, dan jika tidak dikelola dengan tepat, berpotensi menjadi beban bagi keuangan negara,” tambahnya.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan yang terarah terhadap lalu lintas komoditas ini justru mampu memberikan kontribusi ekonomi dan penerimaan negara yang signifikan.

“Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengevaluasi kebijakan ini secara terbuka dan objektif. Kita membutuhkan pendekatan yang tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga realistis di lapangan—yang mampu melindungi sumber daya, mencegah kebocoran, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi negara dan masyarakat. Kebijakan yang kuat bukanlah yang sekadar melarang, tetapi yang mampu mengelola dengan bijak dan menghasilkan dampak nyata,” tegas Melati.

Baca Juga :  *Kolaborasi Strategis: Wamenekraf Irene Menghadiri Acara Kuliah Ramadhan' Mahir Digital *

*Kondisi di Daerah Pemilihan*

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini juga membagikan pengamatannya di daerah pemilihan. Meski di Bangka Belitung belum terdapat sumber benih lobster (benur), namun kondisi nelayan di sana menghadapi tantangan berat. Hasil tangkapan yang semakin menurun memaksa mereka berlayar jauh melampaui batas wilayah yang diizinkan undang-undang demi bertahan hidup.

“Dalam percakapan sehari-hari, para nelayan mengeluh mencari ikan semakin sulit. Mereka terpaksa melaut lebih dari 12 mil, padahal itu dilarang, namun mereka harus mencari nafkah. Jika nantinya benur tersedia di wilayah tersebut, saya yakin ini akan sangat membantu kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI, T.A Khalid, juga mendukung penuh usulan pembentukan Panja. Menurutnya, diperlukan tata kelola yang jelas dan baik agar sektor budidaya bisa berkembang, nelayan sejahtera, dan kontribusi terhadap negara juga terjaga.

“Kami mendorong pembentukan Panja untuk mengatur tata kelola yang lebih baik. Supaya petani dan nelayan sejahtera, usaha budidaya bisa hidup, dan pajak negara juga masuk. Diskusi di forum saja tidak cukup, maka Panja adalah solusinya,” pungkas Khalid.

(Tim Media Group PWDPI)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemkot Lubuk Linggau Sampaikan Klarifikasi Terkait Informasi Warga Meninggal Akibat Kegiatan CFN

Andi Ledi Lubuk Linggau

05 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya korban meninggal dunia di dalam ambulance saat menuju Rumah Sakit (RS) AR Bunda, yang dikaitkan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN), Sabtu (3/10/2026). Klarifikasi tersebut disampaikan Kadis Kominfotiksan, Ervan Affansyah …

UU Pengaturan Reforma Agraria: Dibuat Instan, Lahir Sumir, Rentan di Uji Materiil ke MK

dito

05 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta- Di sela-sela aktivitasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, advokat Andi Darwin R. Ranreng, S.E., S.H. dari Kantor Hukum DRR Associate menyampaikan catatan kritis atas Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria yang baru saja di sahkan DPR RI tanggal 24/9/2026.   Dalam kesempatan ini, Ia menyampaikan dukungannya terhadap reforma agraria, akan tetapi ia menilai …

Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud menghadiri pembukaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54

Andi Ledi Lubuk Linggau

05 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/Musi Rawas – Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud Bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Musi Rawas H Riza Novianto Gustam menghadiri pembukaan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkaikan dengan Rapat Konsultasi (Rakon) PKK serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. ‎ ‎Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel …

Wujudkan Seleksi Anggota KND Partisipatif, Menteri Sosial Harus Batalkan Kepmensos 130/2026, Pokja Lapor ke Ombudsman RI

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta – Koalisi Nasional Pokja Implementasi UU Penyandang Disabilitas menyatakan menolak terbentuknya panitia seleksi anggota Komisi Nasional Disabilitas yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Sosial Nomor 130/HUK/2026 tentang Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Periode 2026-2031 (Kepmensos 130/2026), yang di sahkan oleh kementerian Sosial, 4 Agustus 2026 lalu, demikian yang di …

Diduga Kuat Terjadi Penyimpangan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo

Andi Ledi Lubuk Linggau

02 Okt 2026

NasionalPos.com – Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 di Desa F Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, menjadi sorotan. Sejumlah kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa diduga tidak tepat sasaran dan berpotensi terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, terdapat dugaan penyimpangan pada beberapa program pembangunan dan …

H Rachmat Hidayat Buka Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Lubuk Linggau Cup 2026

Andi Ledi Lubuk Linggau

29 Sep 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat membuka Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Lubuk Linggau Cup 2026 di GOR MAX Sport Center, Selasa (29/9/2026). Ketua Panitia pelaksana, H Taufik Qurrahman melaporkan Kejuaraan bulutangkis tersebut diikuti kurang lebih 300 atlet dari berbagai daerah se-Sumatera Selatan. Pertandingan digelar dalam sejumlah kategori, yakni kategori usia dini, anak-anak, pemula, …

x
x