Home » Top News » Pilihan Sikap Pemuda Di Era Teknologi Digital Pemikiran pada Momentum Peringatan 97 tahun Sumpah Pemuda

Pilihan Sikap Pemuda Di Era Teknologi Digital Pemikiran pada Momentum Peringatan 97 tahun Sumpah Pemuda

dito 28 Okt 2025 436

Oleh Dr Kristiya Kartika

Terlintaskah dalam bayangan kita saat ini, suasana yang terjadi 97 tahun yang IaIu di jam dan tanggal yang sama, saat aktivis-2 Pemuda menyiapkan pencetusan sebuah sumpah yang mendeklarasikan tonggak-tonggak historis berdirinya Indonesia ? Jelang seabad yang IaIu, kaum muda Indonesia membangun kerangka struktur bangunan Indonesia Merdeka. Pemikiran kaum Muda saat itu terdominasi ganasnya penjajahan antar bangsa yg diwarnai senjata dan kekerasan .

Bayangan harapan dan semangat kaum Muda 97 tahun IaIu tentu memiliki aksentuasi berbeda dengan saat ini, Teknologi digital yang mendominasi hubungan dan kehidupan manusia masa kini dan kedepan melalui komunikasi cepat/ praktis, skope luas dan biaya yang murah, melalui komputer, internet, smartphone merupakan tonggak sejarah era atau zaman digital, yg juga disebut Era Industri 4.0.

Cara kerja manusia, cara bergaul, cara berkomunikasi serta cara mengantisipasi perkembangan didominasi teknologi komunikasi yang mengandalkan berbagai aplikasi global, Diaspek inilah sesungguhnya pertarungan kepentingan global berlangsung. Melalui aplikasi-aplikasi  yang berkembang, yang menarik dan cepat tapi murah akan mempengaruhi bahkan mendominasi pilihan-pilihan individual di dunia. Baik-buruk, benar-salah atas berbagai fenomena politik, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya dipengaruhi besar oleh aplikasi yang. dibangun itu.

Bahkan sikap maupun persepsi individual atas norma sosial yang sudah lama menjadi warisan kultural masing-masing komunitas pada berbagai belahan dunia bisa dan mungkin juga terpengaruh.

Bersamaan dengan itu bukan mustahil, ada pula pendapat Cendekiawan, Ilmuwan, Profesional maupun tokoh-tokoh pemikir, pengusaha yang mengelompokkan berbagai aplikasi sebagai platform sosial dan jejaring sosial tersebut sebagai sarana penjajahan bentuk baru.

KEMAJUAN TEKNOLOGI DIGITAL.

Meski era digital berpeluang bisa disebut sebagai salah satu era penciptaan sarana dan prasarana penjajahan baru, tapi dunia tidak bisa menolak tesis bahwa era digital patut disebut sebagai era kemajuan dunia. Elemen efektivitas dan efisiensi yang merupakan unsur- unsur pokok dalam manajemen yang bermakna feasible (layak dan memungkinkan) terutama dalam dunia bisnis dimiliki oleh teknologi di era digital.

Layaknya sebuah fenomena sosial yang luas, setiap kemajuan, termasuk kemajuan teknologi, diyakini juga memiliki elemen ancaman yang berdimensi patut diwaspadai.

Aplikasi platform media sosial dan jejaring sosial yg merupakan produk teknologi digital merupakan tools (alat) dan media yang mempromosikan dan mengiklankan merek tertentu produk negara tertentu ke seluruh muka bumi.

Ada beberapa aktivis dan kritisi kampus serta masyarakat independen menilai banyaknya aplikasi yang bertujuan untuk mempengaruhi  pemasaran penjualan produk-produk tertentu dari perusahaan suatu negara, kehadiran aplikasi itu tidak bisa ditolak secara teknologi.

Baca Juga :  Copot Kepala Panti sosial Bina Laras Harapan 1, Di duga Membiarkan Petugas PJLP Pelaku penganiayaan dan Dugaan Pembunuhan Penghuni Panti Sosial

Juga karena memiliki elemen- elemen menarik yang menyertainya, seperti musik yang mengiringinya, background estetik video dan lainnya, membuat pengguna aplikasi tertentu tertarik dan terpengaruh.

Bahkan turut menyebarkan secara luas. Karena memiliki aspek-aspek yang menarik tadi, dan memiliki daya tembus global secara teknologi, menjadikan aplikasi-aplikasi tadi yang ada sebagai kekuatan efektif yang berpengaruh terhadap masyarakat luas . Included nilai-nilai sosial, ekonomi, politik serta kultural.

Pemikiran yang kritis dan kreatif kaum Muda adalah wajar jika tidak begitu saja menerima semua aspek positif dari teknologi digital saat ini. Sekaligus juga tidak langsung menolak secara frontal.

Namun mendalami, mengolah, mengkaji secara kritis, kreatif serta obyektif data2 sekaligus kualitas daya jangkaunya. Serta berupaya menguasai teori, tesis2 prediktif kedepan dengan tetap menggali kemungkinan-kemungkinan temuan teknologi alternatif yang menciptakan moderasi-moderasi untuk kepentingan bangsa.

Langkah pro-aktif dalam mensikapi kondisi saat ini, misalnya memanfaatkan aplikasi merek tertentu asal negara – negara lain, dengan tetap mengutamakan promosi produk dalam negeri ke seluruh dunia, bukan produk-produk asing.

MENUJU ERA SOCÍETY 5.0.

Era Industri 4.0 saat ini, dikenal dunia pada tahun 2011, dicanangkan di Jerman. Pada 2016 lebih dikenal lagi saat penyelenggaraan suatu Forum Ekonomi Dunia. Ditandai dengan otomatisasi, konektivitas dan integrasi sistem siber- fisik.

Era ini terus berkembang pesat hingga saat ini serta disertai berbagai perkembangan positif – kritis. Era ini juga dikenal sebagai era revolusi industri 4.0. Terminologi revolusi Industri 4.0 menekankan perubahan revolusioner dalam cara kerja dan kehidupan akibat perkembangan teknologi digital yang sangat pesat.

Sedangkan Era Society – 5.0 adalah era dimana penggunaan teknologi digital semakin mengarah pada kepentingan masyarakat dan manusia sehari-hari. Adalah pantas, jika Indonesia juga memiliki program menuju terwujudnya Era Society – 5.0. sesegera mungkin.

Dari beberapa sumber informasi, disebutkan bahwa Era Society – 5.0 harus segera terjadi guna kepentingan mayoritas rakyat Indonesia.

Segera tercapai atau tidaknya Era Society – 5.0 di Indonesia, tergantung segera terciptanya politik Nasional yang implikasinya pada kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh di semua bidang.

Peran Negara yang diwakili terutama Pemerintah, secara khusus harus melaksanakan program Pendidikan Nasional yg mendukung tercapainya Era Society – 5.0, dengan memanfaatkan aspek2 positif bagi kepentingan mayoritas- massa Rakyat dari Era Industri – 4.0,

Baca Juga :  Satgas Yonif 126/KC Berikan Pelayanan Kesehatan Secara Door to Door

Melalui kurikulum yang mendalami teknologi digital dalam banyak perspektif, termasuk pengamanan dalam aspek lingkungan hidup dan kedaulatan ekonomi atas kekayaan alam, yang utamakan pemerataan dan kemakmuran rakyat.

Revolusi Industri – 4.0 yg kini masih berlangsung mutlak perlu disertai antisipasi di bidang pendidikan. Dunia pendidikan harus merespons kebutuhan revolusi industri melalui penyesuaian kurikulum. Kurikulum tersebut harus mampu membuka jendela dunia melalui genggaman, dengan memanfaatkan Internet Of Things (IOT).

Dunia pendidikan kala ini harus mengutamakan program yang bermuara pada kualitas profesi Guru yang mampu mendorong pengajaran yang dipersonalisasi untuk kreativitas, inovasi dan pemecahan masalah Rakyat dan Bangsa ini.

Tentu kurikulum pendidikan dan kondisi riil masyarakat tetap dilandasi sikap cinta bangsa dan mempertahankan persatuan bangsa, kerjasama kritis dan kreatif bidang pendidikan dengan negara lain yang memiliki sikap apriori cinta rakyat Indonesia patut dikembangkan.

Dengan demikian tanggungjawab kaum muda dalam menyongsong 97 tahun peringatan Sumpah Pemuda kali ini, adalah tetap memegang teguh ideologi kerakyatan dan cinta bangsa, kritis dan kreatif serta berorientasi pada pengembangan ideologi bangsa yang berorientasi pada rumusan instrumen pemecahan masalah.

Kaum Muda tetap harus memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan anti korupsi demi keutuhan bangsa dan kemakmuran Rakyat.

Bersamaan dengan itu juga memanfaatkan secara maksimum aspek-aspek positif dari revolusi teknologi, dengan siap menjadi penguasa sekaligus pengelola Manajemen dan teknologi atas kekayaan alam, baik diatas, didalam bumi serta lautan dan udara, sehingga tidak mengandalkan Tenaga Ahli maupun Pengelola industrialisasi atas kekayaan alam kepada pihak-pihak asing.

Kebijakan Presiden Prabowo untuk mengizinkan Pihak Asing menjadi Pimpinan / Direksi BUMN wajib dikritisi secara kreatif dan obyektif , dengan tetap lebih meyakini kualitas dan kemampuan secara Visioner dan Profesional kader- kader bangsa pada sekop manajemen maupun keterampilan teknologi. ***

*). Mantan Ketua Presidium GMNI dan Ketua DPP KNPi. Juga mantan Ketua Umum Inkindo (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia), Mantan Vice President, TCDPAP (Technical Consultancy Development Program for Asia and the Pacific). Mantan Tim Kerja Menteri PAN-RB. Pendidikan terakhir, lulusan Program Doktor Manajemen Bisnis, San Beda University, Manila. *****

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Batasi Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi Saatnya Masa Jabatan Legislator Indonesia Dibatasi Dua Periode

dito

30 Mei 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh: Andi Nugroho Saputro , staf ahli Poros Rawamangun   Demokrasi modern berdiri di atas satu prinsip utama: kekuasaan harus dibatasi agar tidak berubah menjadi dominasi permanen. Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, prinsip itu telah diterapkan secara tegas terhadap cabang kekuasaan eksekutif.   Presiden dibatasi hanya dua periode sebagaimana diatur dalam …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

Di duga Sampah sebagai Bancakan Anggaran: Poros Rawamangun Kritik Keras Arah Kebijakan Pemprov DKI

dito

29 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Kritik keras terhadap arah kebijakan pengelolaan sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mencuat. Ketua Umum organisasi masyarakat Poros Rawamangun, Rudy Darmawanto, SH kepada wartawan, yang menghubungi nya, ia menilai kebijakan pemilahan sampah yang saat ini digencarkan Pemprov DKI Jakarta belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan pengelolaan sampah di ibu kota. “Kebijakan tersebut berpotensi hanya …

Harapan orang tua Agar Mulyana 40 tahun yang Hilang Cepat Kembali

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Garut, JejakKasus45.Com Sebuah keluarga kecil yang sederhana dengan jumlah keluarga lima orang di kampung Galumpit RT 02, RW 25, Kelurahan Marga Wati, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Keluarga Bendi(65) dan Iwok(55). diliputi kesedihan yang mendalm, pasalnya Anak Sulung nya Mulyana (40) yang merupakan tulang punggung keluarga, meniggalkan rumah sejak hari Minggu 10 Mai 2026, hingga …

Tulang Punggung Keluarga Mulyana 40 Tahun Pergi Untuk Mencari Rumput Hingga Kini sudah 19 hari masih Belum Kembali.

Admin Redaksi

29 Mei 2026

Sebuah Keluarga Kecil yang sederhana, keluarga Bendi (65) dan Iwok (55) di Kampung Galumpit RT/RW 02/25, Kelurahan  Margawati, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selalu berharap Anak sulungnya Mulyana (40), yang merupakan tulang punggung keluarga bisa kembali secepatnya kerumah. Dihari Minggu 10 Mai 2026 Mulyana, seperti biasanya melakukan pekerjaan sehari hari Mencari Rumput, serta membawa alat-alat …

PPM – LVRI: Rawat Kebhinekaan dengan Sikap Toleran

dito

28 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Merawat kebhinekaan dengan sikap toleran terhadap keberagaman menjadi suatu keharusan sebagai upaya menjaga keutuhan kedaulatan Bangsa Indonesia.   Kebhinekaan merupakan perilaku saling menghargai dan menghormati perbedaan berbagai ragam suku, ras, agama yang bertujuan untuk dapat saling mengenal baik disisi keyakinan maupun tradisi.   Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan (KK) Pimpinan …

x
x