Home » Headline » Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

Implikasi Tragedi Ekologis di Aceh, Sumbar & Sumut, Biru Voice Serukan Pertobatan Ekologis.

dito 04 Des 2025 309

NasionalPos.com, Jakarta-

Jelang akhir tahun tepatnya 26 November 2025, bencana besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar fenomena hujan ekstrem atau siklus cuaca yang dikaitkan dengan La Niña, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Kamis, 4/12/ 2025 di Jakarta.

“Narasi itu terlalu sederhana untuk sebuah tragedi ekologis sebesar ini.Ketika rumah-rumah warga hanyut, ribuan hektare sawah tenggelam, kayu gelondongan memenuhi sungai, dan warga kehilangan tempat tinggal, ” ucap Suryo Susilo.

Jelas, lanjut Suryo, bahwa ini bukan sekadar fenomena alam. Ini adalah respons balik dari bumi yang sudah terlalu lama disakiti, dan di eksploitasi secara membabi buta oleh mereka yang mengeruk kekayaan alam untuk kepentingan pribadi nya, Manusia menebang hutan, merusak sungai, membuka tambang tanpa pengawasan yang ketat dari oknum aparat pemerintah maupun tanpa bertanggung jawab, menimbun rawa dan daerah resapan air, lalu ketika alam membalas, manusia menyebutnya musibah takdir.

Baca Juga :  Ngaku Beli Sabu 8 Kali dari Seseorang Bandar B (DPO)

“Padahal banyak di antaranya adalah buah dari kelalaian kebijakan dan kerakusan ekonomi.Tsunami 2004 pernah mengajarkan Aceh dan seluruh warga bangsa Indonesia bahwa alam tidak bisa diremehkan. ” Tukas Suryo

Namun, imbuh Suryo, pelajaran itu rupanya memudar, digantikan dengan logika ekonomi ekstraktif yang mengorbankan ekosistem. Kini, bumi kembali menegur dan teguran itu datang dengan harga yang sangat mahal. Padahal regulasi sudah jelas. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Permen LHK Nomor 26 Tahun 2018 menegaskan bahwa alih fungsi hutan lindung dan eksploitasi kawasan resapan air harus dengan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Baca Juga :  BI Tarik Sejumlah Uang Rupiah Logam dari Peredaran

“Bencana ini seharusnya menjadi titik balik. Indonesia tidak bisa lagi membangun dengan logika ekonomi yang mengorbankan ekologi. Pembangunan yang merusak alam adalah kemajuan semu bahkan kemunduran.” Tandas Suryo.

Di akhir perbincangan, Suryo mengingatkan agar sudah waktunya pemerintah menghentikan ekspansi tambang dan perkebunan di wilayah rawan bencana, memperkuat pengawasan lingkungan, menindak tegas pelaku perusakan hutan dari level pekerja hingga pemodal, dan melibatkan masyarakat adat, ulama, akademisi, serta organisasi sipil dalam restorasi ekologis.

” Alam sudah mengingatkan bangsa Indonesia untuk melakukan pertobatan ekologis dengan sikap dan perilaku yang lebih memprioritaskan pelestarian alam beserta Ekosistem lingkungan hidup nya, daripada mengejar keuntungan finansial yang tidak bertanggung jawab.” Pungkas Suryo Susilo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Wali Kota Lepas Kafilah Kota Lubuk Linggau Mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan 2026

Admin Redaksi

22 Jun 2026

Nasionalpos.com/Lubuk Linggau-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat secara resmi melepas Kafilah Kota Lubuk Linggau untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Lahat. Pelepasan dilaksanakan di Pelataran Masjid Agung As-Salam Kota Lubuk Linggau, Senin (22/6/2026). Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

KM Fortune Melimpah Disita, Nasib 1 Nahkoda dan 36 ABK Jadi Sorotan

- Banyuwangi

20 Jun 2026

Jakarta, Nasionalpos.com – Tim Kuasa Hukum PT Fortun Berkah Samudra menyampaikan keprihatinan atas penanganan perkara yang saat ini sedang berlangsung terhadap KM. FORTUNE MELIMPAH 99 GT 258. Perkara tersebut tidak hanya berdampak terhadap perusahaan sebagai pemilik kapal, tetapi juga berdampak langsung terhadap 1 (satu) orang nahkoda dan 36 (tiga puluh enam) Anak Buah Kapal (ABK) …

Klarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama

Primadoni,SH

19 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri (SMAN) 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), pihak sekolah bersama Komite Sekolah dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat (Sumbar) memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menegaskan bahwa dana yang selama ini dibayarkan oleh orang tua siswa bukanlah pungutan liar, melainkan sumbangan yang …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

Wali Kota Lubuk Linggau Ambil Rapor Anak, Dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah

Admin Redaksi

19 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, mengambil rapor anaknya di SDIT Mutiara Cendekia, Jumat (19/6/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Lubuk Linggau tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah). Pemerintah Kota Lubuk Linggau menginisiasi kedua gerakan tersebut …

x
x