Home » Top News » 2030 TAHUN STRATEGIS INDONESIA

2030 TAHUN STRATEGIS INDONESIA

dito 14 Mei 2026 194

Disampaikan dan di tulis Oleh   : Dr. Kristiya Kartika, M,Si, M.Kom. *)

Tahun 2030 banyak dijadi kan tahun penting dan strategis oleh banyak kalangan, baik lntelektual/llmuwan Ekonomi maupun Non-Ekonomi, Pemikir serta Perumus Strategi Pembangunan, Pengamat Kritis Strategi Pembangunan, Pemikir lndependen dan kritis berbagai ilmu, maupun Pengelola Bisnis serta Profesional bisnis dibidang-bidang terkait.

Bahkan kini penilaian tahun 2030 sebagai tahun penting dan strategis juga “memaksa” dijadi kan materi kajian dan perhatian para Pengamat politik bahkan Pengelola politik.

Perkembangan geopolitik global aktual, khususnya Perang lsrarel-AS lawan Iran,juga menjadi faktor yg. turut menjadikan tahun 2030, sebagai momentum yang wajib dikaji, elemen strategis apa yang akan terjadi, khususnya bagi Indonesia.

Situasi geopolitik yang juga memiliki implikasi pada sektor fiskal, diperkirakan  makin  mematangkan  lahirnya situasi kritis dalam negeri yg bisa bermuara lahirnya “dua bencana strategis” yakni : “tetap tidak terwujudnya kemakmuran/ kebahagiaan mayoritas-massa Rakyat” dan “pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa”.

Antitesis dan Sintesis dari fenomena geopolitik global serta kualitas pengelolaan negara atas berbagai masalah domestik, bukanlah sebuah “khayalan politik”, jika ada kekhawatiran nasional akan terjadinya “dua bencana strategis” tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi.

KRISIS FISKAL MENYENTUH LANGSUNG NASIB RAKYAT.

Sejak beberapa waktu yang lalu, pemikiran dan opini kritis yang menegaskan betapa beban pajak yg dirasakan berat dan nyata oleh Rakyat, faktualnya                                                          digunakan banyak untuk membayar utang luar negeri Negara. Perencanaan dan penggunaan utang luar negeri menjadi wewenang Pengelola Negara dengan berbagai prosedur formal yg tidak dalam pengetahuan dan pengawasan riil mayoritas massa-Rakyat.

Penegasan disertai sanksi nyata ditekankan pada Rakyat, terkait kewajiban Pajak. Sehingga secara sosial, budaya maupun hukum, Rakyat bisa dan kerap  diaksentuasikan sebagai “pihak melawan hukum” atau “warga negara yang curang atas tanggungjawabnya kepada Negara”, kalau terlambat atau tidak mampu membayar pajak, adalah sebuah realitas, bahwa pendapatan Negara dari pajak adalah sekitar 70 % atau lebih, dari seluruh pendapatan negara. Dan pendapatan Negara sebesar sekitar 70 % atau lebih tadi digunakan untuk membayar 40 % utang luar negeri yang dibuat oleh pengelola negara.

Ancaman yg juga dikawatirkan banyak Pengamat, tersendatnya persediaan minyak sebagai akibat krisis Selat Hormuz, juga menambah kemungkinan lahirnya krisis ekonomi domestik. Strategi belanja agresif yg diharapkan menjadi penggerak utama ternyata belum mampu menstimulus sektor riil secara signifikan. Realitas lain, konsumsi rumah tangga justru tertekan oleh inflasi pangan dan tekanan energi yang serius. Pertumbuhan ekonomi,dalam realitas gagal menembus hambatan struktural.

Analisis para pengamat dan akademisi ada dua faktor yg cukup berpengaruh atas kondisi kesehatan perekonomian kita. Yang pertama, faktor pertumbuhan ekonomi dan faktor besaran defisit anggaran. Pertumbuhan ekonomi pada Kuartal 1/2026 tercatat hanya 5,1 %, sementara pemerintah punya angka 5,7 % sebagai target. Padahal tesis dalam ilmu ekonomi,jika pertumbuhan meleset, maka Risiko Fiskal meningkat.

Faktor Strategis yg seharusnya dilakukan negeri ini, sejak beberapa waktu lalu hingga kini adalah melaksanakan program investasi khususnya disektor-sektor produktif, included bidang energi yg. didukung kemajuan teknologi dan membuka peluang besar bagi kaum muda sebagai Tenaga Ahli serta Pengelola Bisnis. Saat ini hal tersebut cukup sulit dilakukan, karena terhadang kewajiban Negara yg harus menyediakan anggaran untuk merespons pembengkakan subsidi energi sebagai resiko tingginya harga minyak dunia ditambah tanggung jawab bunga hutang sebesar sekitar Rp. 500 Trilyun. Disisi lain,Tax Ratio pada tahun 2025 turun keangka 9,31%.Tahun sebelumnya 10,08 %, Juga pada tahun 2026, yang baru memasuki perhitungan bulan Maret, APBN sudah alami defisit/rugi Rp. 430,4 Trilyun. Maka tidak salah lagi, kalau para Pengamat, Pelaku Bisnis, Aktivis dan Akademisi meyakini, bahwa aksentuasi pemasukan Anggaran Pendapatan Negara adalah terletak pada effektivitas kewajiban pembayaran Pajak oleh Rakyat.

Baca Juga :  Penipuan Berkedok Bisnis Skincare, Pieter V.K Ruru, SH Bersama Korban Sugiarti Melaporkan Terduga Pelaku Ke Polda Metro Jaya

 

ANALISIS LANGKAH NEGARA YANG LAHIRKAN KRISIS.

Tesis yang memang benar, bahwa krisis atau kondisi “Collapse” suatu Negara penyebabnya tetap ada keterkaitan yang saling menentukan antara fenomena dan realitas ekonomi, politik, sosial, kultural dan keamanan.

Langkah-langkah Pemerintah Indonesia yang menyebabkan sikap skeptis bahkan sinis dari negara lain,termasuk juga para Aktivis, Pelaku Bisnis, Pengamat, llmuwan, antara lain diwarnai terutama terlibatnya Indonesia di BOP (Board of Peace), Penandatangan ART ( Agreement , Reciprocal Trade), larangan atas masuknya dan ditahannya Kapal2 laut Iran oleh Pemerintah Indonesia, Sikap resmi Pemerintah yang tidak atau lambat menanggapi wafatnya Tokoh namer satu Iran akibat serangan Israel dan AS,ditambah tidak ada sikap kecaman atas penyerangan tadi, juga membekaskan sikap tidak simpatik terhadap Pengelola Republik ini dari berbagai kalangan domestik dan global.

Tidak kalah pentingnya, sikap para Tokoh Ulama yang semula menuntut RI mundur dari BOP, tapi setelah bertemu elemen penting Pemerintah, membuat statement yg berubah yakni agar RI tetap menjadi bagian BOP.

KEINGINAN KITA SEBAGAI KADER BANGSA.

Dari beberapa catatan diatas, lahir pertanyaan kritis dan mendasar tentang sikap bangsa ini, dalam menghadapi dugaan besar lahirnya kondisi “collapse”, yang akan menimpa Rakyat tidak terlalu lama lagi.

Aksentuasi terhadap prediksi waktu akan terjadinya “collapse” tersebut, khususnya berdasarkan aspek kegelisahan dan ketidakyakinan mayoritas Massa-Rakyat terhadap sikap dan model pengelolaan negeri ini ditambah kondisi geopolitik global. Sikap skeptis Mayoritas Massa­ Rakyat lebih banyak sebagai faktor Penentu dari pada kondisi geopolitik global. “Sebab-sebab didalam” lebih menentukan dari pada “kondisi diluar”.

Analisis obyektif sebaiknya dicoba dilakukan oleh bangsa ini,terutama dengan menggunakan analisis perspektif realistis saat ini.

Pertanyaan strategis berikutnya untuk lapis masyarakat yang sadar dan yakin akan terjadinya perubahan cukup mendasar adalah pilihan apa yg harus kita pilih : mengutamakan nasib Massa-Rakyat dalam makna substansial meski alami keterbelahan kesatuan bangsa ini ; ataukah tetap mengutamakan kebersamaan dalam Negara Kesatuan Bangsa ini,dengan konsekuensi nasib dan  kualitas Mayoritas-Massa Rakyat bukan menjadi target utama ??!

Baca Juga :  Deny Alvianto Terpilih Sebagai Ketua Pengda Hapkido Provinsi Jakarta Periode 2025-2029

Yang pasti,apapun kondisi yang akan terjadi “key words” nya adalah pasti dan harus terjadi Perubahan kualitas atas nasib dan massa depan masyarakat kita. Dan perubahan itu bisa memerlukan penyesuaian- penyesuaian sesuai kebutuhan atau tuntutan aktual/obyektif atas Negara ini sebagai bagian dari komunitas geopolitik global.

Penguatan struktur ekonomi merupakan salah satu langkah utama yang harus dilaksanakan segera. Berbagai kajian mengeksplisitkan, struktur ekonomi kita semakin kuat jika kita kedepan mengandalkan industri pengolahan yg bisa memperkuat ekspor.

Hanya saja industri perlu mendapat dukungan dari bahan baku impor yang bisa menjadi faktor ketergantungan tersendiri,Dukungan industri pengolahan yang lebih memberikan kemungkinan penguatan terhadap struktur ekonomi kita kedepan,jika didukung oleh pengolahan produk pertanian/ agro industri.

Dengan mengandalkan sumber daya pertanian yang melimpah, seperti pernah disinggung oleh Dody Budi Waluyo saat menjabat tugas sebagai Asisten Gubernur Bl, pengembangan agroindustri dalam industri pengolahan dapat menjadi alternatif industri masa depan karena memiliki keunggulan untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional.

Sedangkan Ketahanan nasional yang dimaksud included potensi yang besar dalam perspektif tersedianya bahan baku produk pertanian yg. berlimpah, kekuatan pasar nasional, serta penyerapan tenaga kerja nasional,bahkan agroindustri mempunyai potensi besar dalam aspek ekspor.

Keunggulan yang dimiliki agroindustri nasional,termasuk untuk ekspor khususnya jenis industri makanan dan minuman serta industri kertas dan produk kertas.

Pengelola Pemerintahan seyogyanya kedepan lebih berkonsentrasi memperkuat agro industri gula memperperkuat struktur ekonomi nasional. Langkah ini lebih strategis dan realistis dari pada mengembangkan industri-industri lain yang tidak disertai kesiapan dalam banyak hal khususnya teknologi dan bahan baku, termasuk aspek analisis potensi market-nya.

Langkah memperkuat struktur ekonomi yang juga berpotensi ekspor dan lapangan kerja ini harus dilaksanakan sekaligus untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi “collapse“, seperti yang diprediksi banyak kalangan.

Meski kondisi” bisa terjadi,tapi kesiapan bangsa ini untuk tetap mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran Rakyat dibalik kondisi yang mengkhawatirkan tadi, harus tetap dilakukan. Meski keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa ini mutlak tetap diwujudkan.

Tahun 2030 wajar dijadikan batas waktu paling akhir atas upaya perbaikan bangsa ini demi nasib dan masa depan Mayoritas Massa – Rakyat serta keutuhan bangsa, dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian lebih jauh dan lebih kongkrit.

Kita nampaknya akan berperan sebagai Pejuang “untuk” dan “bersama-sama Rakyat”, dalam era Perubahan ini. Tidak sekedar sebagai Pemikir

 

*). Ketua ITBNI (lnstitut Teknologi  & Bisnis Nasional Indonesia). Mantan Ketua Umum DPN INKINDO (lkatan Nasional Konsultan Indonesia), Sekjen. LPJKN (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional)­ Kementerian PU,Vice President, TCDPAP (Technical Consuntancy Development Program for Asia and the pasific). Juga Tim Kerja Menteri PAN-RB. Pendidikan terakhir, lulus Program Doktor Program Studi Bussines Management pada San Beda University, Manila, Philippine. Mantan Ketua PRESIDIUM GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional  Indonesia). *****

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

Pisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide

Zulwandi

26 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com — SMAN 12 Padang menggelar acara pisah sambut kepala sekolah, Senin (24/8/2026), sebagai momentum serah terima kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi, M.Pd., kepada kepala sekolah definitif, Evidel, S.Pd. Acara tersebut dihadiri Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Alit Anugrah Maria, M.Pd., yang mewakili Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Dua Bulan untuk 13.044 SPPG: Mana Roadmap BGN?

dito

23 Agu 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Pius Luistrilanang mantan anggota BPK RI dan mantan kader Partai Gerindra    Pemerintah menyampaikan bahwa penyelesaian sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih berada dalam tahap persiapan membutuhkan waktu hingga dua bulan. Berdasarkan data BGN, jumlah tepatnya mencapai 13.044 SPPG Proses Persiapan. Selain itu, terdapat 27.469 …

MAPPI & Dosen Usakti Desak KPK Tangkap Ainun Naim atas Dugaan Keterlibatan Kasus Google Cloud

dito

19 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sebanyak ratusan orang dari Masyarakat Aliansi Peduli Pendidikan (MAPPI) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 19/8/2026   Mengusung tuntutan agar Mendesak KPK agar segera memanggil Ainun Na’im Sekjen Kemendikbudristek 2019-2021, terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan Google Cloud di Kemendikbudristek di bawah kepemimpinan Nadim Makarim     ” Ya, …

x
x