Home » Nasional » Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

- Banyuwangi 22 Mei 2026 168

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak lagi dipandang sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru justru memantik perhatian besar publik yang selama ini menunggu keberanian nyata aparat penegak hukum dalam membongkar berbagai persoalan yang dinilai mengendap tanpa kepastian. Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan dan laporan masyarakat, publik kini menaruh harapan besar sekaligus tekanan besar kepada pimpinan baru Kejari Banyuwangi, Jumat (22/05/2026).

Farid Gunawan bukan nama biasa di lingkungan Kejaksaan Agung RI. Sebelum dipercaya memimpin Banyuwangi, ia menduduki posisi strategis di bidang intelijen sebagai Kepala Subdirektorat III.B Direktorat III Jaksa Agung Muda Intelijen. Posisi itu dikenal memiliki peran penting dalam memetakan persoalan hukum berskala nasional, membaca pola permainan kepentingan, hingga mendalami dugaan penyimpangan yang sering kali sulit disentuh di daerah.

Melalui Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-518/C/05/2026 tertanggal 20 Mei 2026, Farid resmi ditempatkan di Banyuwangi. Penempatan mantan pejabat intelijen Kejagung di daerah yang selama ini dikenal memiliki dinamika politik dan ekonomi cukup kuat itu langsung memunculkan spekulasi luas di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Banyuwangi kini tengah berada dalam perhatian serius Kejaksaan Agung.

Baca Juga :  Direktur Investigasi Advokasi IPW Hayie Muhammad : Akibat Ulah Pamer Si Anak, Si Ayah Bisa Terancam Diperiksa KPK

Sebagai daerah strategis penghubung Jawa-Bali dengan perputaran anggaran dan investasi yang besar, Banyuwangi selama ini tidak pernah sepi dari sorotan publik. Berbagai isu dugaan penyimpangan, tata kelola anggaran, hingga persoalan hukum yang ramai dibicarakan masyarakat kerap muncul ke permukaan. Namun ironisnya, tidak sedikit kasus yang dinilai publik berjalan lamban, bahkan seolah kehilangan arah tanpa kepastian hukum yang jelas.

Kondisi itulah yang kini membuat masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap kepemimpinan Farid Gunawan. Publik tidak lagi ingin melihat penegakan hukum yang berhenti di level formalitas, konferensi pers, atau pencitraan institusi semata. Yang ditunggu masyarakat hari ini adalah keberanian nyata untuk menyentuh persoalan-persoalan besar tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi terhadap kekuasaan.

Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menegaskan bahwa publik Banyuwangi sudah terlalu lama menunggu hadirnya penegakan hukum yang benar-benar berpihak pada rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, kehadiran mantan pejabat intelijen Kejagung di Banyuwangi harus menjadi momentum perubahan, bukan sekadar pergantian nama di kursi pimpinan.

“Publik Kabupaten Banyuwangi tentu berharap ada langkah konkret dan keberanian dalam merespons berbagai persoalan hukum yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Apalagi Kejaksaan Agung juga sudah menerima surat dan sejumlah laporan dari masyarakat Banyuwangi,” ujar Abi Arbain.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Lumajang Gelar Pesta Demokrasi, 693 Warga Binaan Ikuti Pilkada Serentak 2024

Abi juga menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum saat ini berada di titik kritis. Menurutnya, masyarakat sudah semakin cerdas menilai mana penegakan hukum yang sungguh-sungguh dan mana yang hanya sebatas pertunjukan birokrasi tanpa keberanian menyentuh aktor-aktor kuat di belakang persoalan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum hanya bisa dibangun lewat keberanian, transparansi, dan sikap profesional. Banyuwangi membutuhkan penegakan hukum yang tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.

Kini sorotan publik sepenuhnya tertuju pada Kejari Banyuwangi di bawah kepemimpinan Farid Gunawan. Masyarakat menunggu apakah keberadaan mantan pejabat intelijen Kejagung itu benar-benar mampu menghadirkan gebrakan besar dalam membongkar berbagai persoalan hukum yang selama ini dianggap sensitif dan sulit disentuh, atau justru kembali tenggelam dalam rutinitas birokrasi penegakan hukum yang hanya ramai di awal namun sunyi dalam hasil.

Satu hal yang pasti, kursi Kajari Banyuwangi hari ini bukan sekadar simbol jabatan struktural. Di mata masyarakat, posisi itu telah berubah menjadi ujian keberanian dan integritas. Publik tidak sedang menunggu seremoni, baliho, atau pidato formal. Yang ditunggu rakyat Banyuwangi hari ini hanyalah satu: keberanian menegakkan hukum secara adil, terbuka, dan tanpa tebang pilih, siapa pun yang berada di belakangnya.

(Tim).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

x
x