Home » Headline » MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law 11 Jun 2026 94

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik mulai melihat wajah lain dari kekuasaan:
wajah rakus yang lama bersembunyi di balik slogan pengabdian.

Di negeri ini, korupsi memang jarang datang sendirian.
Ia hampir selalu datang bersama keluarga, kroni, dan lingkar kekuasaan.

Maka ketika nama-nama yang dekat dengan elite mulai muncul di sekitar proyek strategis negara, rakyat tidak sedang berprasangka buruk. Rakyat hanya sedang membaca pola lama yang terus berulang:
kekuasaan berubah menjadi meja makan keluarga.

Dan di situlah MBG terancam berubah dari program sosial menjadi pesta babi politik — pesta para elite yang berebut jatah di tengah rakyat yang dipaksa percaya bahwa semua ini dilakukan demi kepentingan publik.

Baca Juga :  Komisi Informasi DKI Jakarta Gelar FGD Optimalisasi E-Monev Badan Publik Tahun 2023

Ironisnya, kerakusan itu sering tampil dengan wajah paling patriotik. Mereka berbicara tentang nasionalisme sambil membangun dinasti bisnis. Mereka menjual narasi pengabdian sambil mengatur jalur keuntungan. Mereka berdiri di podium atas nama rakyat, tetapi yang sebenarnya dijaga adalah lingkar keluarga dan kepentingan sendiri.

Inilah penyakit kronis kekuasaan di Indonesia:
jabatan publik terlalu sering diperlakukan seperti hak milik pribadi.

Negara akhirnya tidak lagi terlihat sebagai institusi pelayanan, melainkan sebagai ladang distribusi pengaruh. Proyek pemerintah menjadi ruang transaksi. Relasi keluarga berubah menjadi jalur percepatan akses ekonomi. Dan hukum sering kali mendadak lumpuh ketika berhadapan dengan nama besar di lingkar kekuasaan.

Karena itu, dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam proyek MBG tidak boleh diselesaikan dengan klarifikasi normatif atau pencitraan media. Ini harus dibuka terang-benderang.

Baca Juga :  Malang Nasib Syakira Balita Usia 5 Tahun Yang Dianiaya Oleh Ibu Kandungnya Sendiri Juga Ayah Tirinya

Usut seluruh relasi bisnisnya.
Telusuri konflik kepentingannya.
Periksa aliran proyek dan keuntungan ekonominya.

Sebab demokrasi yang sehat tidak dibangun oleh slogan moral, tetapi oleh keberanian membersihkan kekuasaan dari praktik nepotisme.

Jika ada pejabat yang menggunakan pengaruh jabatannya untuk membuka jalan bisnis bagi keluarga atau kelompoknya, maka secara moral ia sudah kehilangan legitimasi untuk berbicara tentang pengabdian kepada rakyat.
TIdak ada alasan bagi mereka untuk tetap duduk di kursi kekuasaan. Mereka harus mundur!

Saat yang sama, harus diusut tuntas kasus pidana korupsinya.

Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, melainkan kehormatan negara itu sendiri.

Dan sejarah selalu menunjukkan:
rezim tidak mulai busuk ketika oposisi menyerang terlalu keras, tetapi ketika para elitnya mulai merasa negara adalah ternak pribadi yang bisa dibagi-bagi di meja keluarga. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PMKRI SOROTI DUGAAN PEMBIARAN POLRES MANGGARAI, PENANGANAN KASUS PENGEROYOKAN KETUA PMKRI JAKARTA PUSAT DINILAI TIDAK PROFESIONAL

dito

26 Jul 2026

Nasional pos.com, Ruteng- Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus, menuai sorotan tajam.   Pasalnya hingga beberapa hari setelah laporan polisi dibuat, belum terlihat adanya langkah penegakan hukum yang memberikan kepastian kepada korban.   Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme Polres Manggarai dalam menangani perkara kekerasan yang terjadi …

Anak Dan Masa Depan Bangsa ( Refleksi Hari Anak Nasional 2026 )

dito

25 Jul 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kab. Bogor & Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta.       Dalam konteks Agama, anak adalah amanah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dirawat, dibimbing dan dipenuhi seluruh hak – haknya, serta dilindungi dari segala bentuk kekerasan.   Kenapa harus dilindungi …

Kongres PMKRI Di Ruteng, Ricuh, Ketua PMKRI Jakpus Di keroyok Hingga Alami Luka Berdarah

dito

25 Jul 2026

NasionalPos.com, Ruteng- Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota /MPA PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya telah terjadi Aksi tidak terpuji yang telah menimpa Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sdr. Yohanes …

“Dewi Uma: The Mirror Of Life Wariga Harmonisasi manusia dengan Alam Disambut Baik Warga Ukraina, Layak di kabarkan kepada Dunia”

dito

24 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Acara bincang-bincang tentang Wariga di The Wine Center, Bendungan Hilir, Central Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026 antara Dewi Uma, Pengabar Wariga yang mempopulerkan Wariga Mirror (The Mirror of Life) dengan Mr Igor Tereshchenko First Secretary for Economic Affair Embassy Of Ukraine in Republic of Indonesia.   Pada kesempatan tersebut, Mr Igor Tereshchenko, mengatakan …

Kongres & MPA PMKRI: Momentum Reflektif Dalam Persimpangan Jalan Sebagai Kekuatan Moral

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan delegasi dari 72 Cabang di seluruh Indonesia menghadiri Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026. Menanggapi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut, Dr Paulus Januar drg, MSi, CMC yang mantan Ketua Presidium …

Poros Rawamangun Desak Terbentuk nya Team Investigasi Terbengkalai nya Gedung SDN yang Roboh

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kondisi memprihatinkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak selama hampir dua tahun menuai kritik dari berbagai kalangan.   Lambannya penanganan sekolah tersebut menjadi ironi, mengingat lokasinya berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun kepada wartawan, Rabu, …

x
x