Home » Headline » MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law 11 Jun 2026 3

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik mulai melihat wajah lain dari kekuasaan:
wajah rakus yang lama bersembunyi di balik slogan pengabdian.

Di negeri ini, korupsi memang jarang datang sendirian.
Ia hampir selalu datang bersama keluarga, kroni, dan lingkar kekuasaan.

Maka ketika nama-nama yang dekat dengan elite mulai muncul di sekitar proyek strategis negara, rakyat tidak sedang berprasangka buruk. Rakyat hanya sedang membaca pola lama yang terus berulang:
kekuasaan berubah menjadi meja makan keluarga.

Dan di situlah MBG terancam berubah dari program sosial menjadi pesta babi politik — pesta para elite yang berebut jatah di tengah rakyat yang dipaksa percaya bahwa semua ini dilakukan demi kepentingan publik.

Baca Juga :  Kalapas Lumajang Mahendra Sulaksana kembali sapa dan lakukan dialog interaktif dengan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Ironisnya, kerakusan itu sering tampil dengan wajah paling patriotik. Mereka berbicara tentang nasionalisme sambil membangun dinasti bisnis. Mereka menjual narasi pengabdian sambil mengatur jalur keuntungan. Mereka berdiri di podium atas nama rakyat, tetapi yang sebenarnya dijaga adalah lingkar keluarga dan kepentingan sendiri.

Inilah penyakit kronis kekuasaan di Indonesia:
jabatan publik terlalu sering diperlakukan seperti hak milik pribadi.

Negara akhirnya tidak lagi terlihat sebagai institusi pelayanan, melainkan sebagai ladang distribusi pengaruh. Proyek pemerintah menjadi ruang transaksi. Relasi keluarga berubah menjadi jalur percepatan akses ekonomi. Dan hukum sering kali mendadak lumpuh ketika berhadapan dengan nama besar di lingkar kekuasaan.

Karena itu, dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam proyek MBG tidak boleh diselesaikan dengan klarifikasi normatif atau pencitraan media. Ini harus dibuka terang-benderang.

Baca Juga :  Bantuan Kemanusiaan Indonesia Tiba di Pakistan

Usut seluruh relasi bisnisnya.
Telusuri konflik kepentingannya.
Periksa aliran proyek dan keuntungan ekonominya.

Sebab demokrasi yang sehat tidak dibangun oleh slogan moral, tetapi oleh keberanian membersihkan kekuasaan dari praktik nepotisme.

Jika ada pejabat yang menggunakan pengaruh jabatannya untuk membuka jalan bisnis bagi keluarga atau kelompoknya, maka secara moral ia sudah kehilangan legitimasi untuk berbicara tentang pengabdian kepada rakyat.
TIdak ada alasan bagi mereka untuk tetap duduk di kursi kekuasaan. Mereka harus mundur!

Saat yang sama, harus diusut tuntas kasus pidana korupsinya.

Sebab yang sedang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, melainkan kehormatan negara itu sendiri.

Dan sejarah selalu menunjukkan:
rezim tidak mulai busuk ketika oposisi menyerang terlalu keras, tetapi ketika para elitnya mulai merasa negara adalah ternak pribadi yang bisa dibagi-bagi di meja keluarga. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

Mobil Siaga Kelurahan Kampung Melayu Sulit Diakses, Warga Terpaksa Minta Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Banyuwangi

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Pelayanan mobil siaga kesehatan atau ambulans di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan kendaraan operasional tersebut saat keluarganya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, Minggu (07/06/2026). Peristiwa itu dialami keluarga Astutik, warga Lingkungan Jajang Penatu RT/RW : 02/02, Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi. Saat …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

x
x