Home » Headline » Kongres & MPA PMKRI: Momentum Reflektif Dalam Persimpangan Jalan Sebagai Kekuatan Moral

Kongres & MPA PMKRI: Momentum Reflektif Dalam Persimpangan Jalan Sebagai Kekuatan Moral

dito 22 Jul 2026 1

NasionalPos.com, Jakarta-

Ratusan delegasi dari 72 Cabang di seluruh Indonesia menghadiri Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026.

Menanggapi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut, Dr Paulus Januar drg, MSi, CMC yang mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 1985-1988, kepada wartawan, Rabu, 22/7/2026 di Jakarta,

Ia mengatakan sangat mengapresiasi penyelenggaraan kongres PMKRI di Ruteng NTT karena diharapkan dapat membawa nuansa baru, Selain memperkuat desentralisasi pembangunan, serta diharapkan dapat menegaskan kembali komitmen mahasiswa dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan rezim oligarki.

Tantangan Kekuatan Moral

 

” Perjalanan sejarah PMKRI ditandai dengan kehadirannya sebagai kekuatan moral yang dalam identitasnya sebagai mahasiswa Katolik untuk memperjuangkan idealismenya, dan itu bertahan hingga saat ini.” Ucap Paulus Januar.

Namun, menurutnya, di era kekinian patut disadari sebagai kekuatan moral acap kali PMKRI menghadapi permasalahan marginalisasi, represi, bahkan kriminalisasi.

 

Apalagi, lanjut Paulus Januar, ketika rezim kekuasaan melancarkan konsolidasi, maka dapat terjadi kooptasi ataupun penyerapan terhadap gerakan maupun para tokohnya, maka tanpa di sadari terdorong dalam perangkap transaksional yang berlangsung, hingga independensi maupun arah gerakan umumnya akan dikorbankan.

Baca Juga :  Pakar Soroti Masalah Rekrutmen Afirmatif TNI-Polri Asal Papua.

 

“Dalam karut marut situasi kemasyarakatan seperti yang terjadi saat ini , secara spesifik PMKRI sebagai organisasi mahasiswa juga menghadapi tantangan serius. ” Ujar Paulus Januar.

 

Kampus yang seharusnya bersuara kritis, namun terdapat kecenderungan menjadikan pendidikan tinggi untuk menjadi sarana agar dapat beradaptasi terhadap situasi masyarakat yang represif dan manipulatif, selain itu juga kerap dipermasalahkan kualitas maupun relevansi pendidikan tinggi.

 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada situasi ini hingga tidak berlebihan kalau muncul pertanyaan, sebagai kekuatan moral PMKRI mau ke mana, quo vadis PMKRI?

Tentunya, sambung Paulus, meski di tengah godaan goncangan situasi, sebagai mahasiswa yang pada hakikatnya sedang studi di perguruan tinggi dan mempersiapkan diri untuk berperan di masyarakat, PMKRI diharapkan bisa bersifat kritis terhadap permasalahan yang juga sering terjadi di masyarakat.

Modus Baru Gerakan

“Patut juga disadari, saat ini dalam gerakan sosial terdapat modus baru dengan pemanfaatan teknologi informasi,” tukas Paulus Januar.

Menurut Paulus, dalam salah konsep kepemimpinan telah mengemuka model yang disebut e-leadership (electronic leadership) dengan memunculkan model kepemimpinan dengan menggunakan sarana teknologi informasi untuk memimpin, memotivasi, mengkoordinasikan, serta pula membentuk sikap dan paradigma pemikiran.

Tidak hanya itu, Paulus Januar juga mengingatkan bahwa arus utama mahasiswa sekarang sudah merupakan generasi yang disebut digital native, yakni mereka yang menguasai teknologi digital secara alamiah.

Baca Juga :  Pembentukan Pansus Kekhususan Jakarta, di Sepakati Bamus DPRD

“Beda dengan generasi sebelumnya yang disebut digital imigran yang untuk menguasai teknologi digital harus melalui belajar. ” Tandas Dr Paulus Januar drg, MSi, CMC

Selanjutnya , ia juga menjelaskan bahwa pada konstelasi mutahir tersebut, kini kekuatan moral tidak lagi gerakan mahasiswa semata, namun hadir pula para aktivis media sosial seperti influencer, buzzer, podcaster, dan youtuber. Lihat saja peran mereka misalnya pada gerakan Tuntutan Rakyat 17+8 pada agustus 2025 lalu.

Tidak bisa tidak, kata Paulus, pelbagai hal ini perlu menjadi pertimbangan PMKRI dalam melangkah ke depan, tanpa secara kritis menyadari tanda-tanda zaman yang berlangsung, maka tidak mustahil peran PMKRI sebagai kekuatan moral dapat tergusur.

 

” Oleh karena itu Kongres Nasional dan MPA PMKRI kali ini harus benar-benar menjadi momentum strategis dan reflektif untuk melahirkan kepemimpinan nasional yang berintegritas, yang memiliki daya kritis dan memiliki gagasan besar dalam menjalankan roda organisasi PMKRI, serta melahirkan keputusan penting bagi Peran strategis PMKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pro Ecclesia Et Patria, Maju terus PMKRI” pungkas Dr Paulus Januar, drg, MSi, CMC

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun Desak Terbentuk nya Team Investigasi Terbengkalai nya Gedung SDN yang Roboh

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Kondisi memprihatinkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang dibiarkan rusak selama hampir dua tahun menuai kritik dari berbagai kalangan.   Lambannya penanganan sekolah tersebut menjadi ironi, mengingat lokasinya berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun kepada wartawan, Rabu, …

Berobat ke LN, Nanik S Denyang Mundur Sebagai Kepala BGN

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Nanik Sudaryati Deyang mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat,” kata Nanik dalam status di akun Facebook-nya. “Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second …

Bedah Novel Menghadang Kubilai Khan Digelar di Solo, Ajak Publik Selami Heroisme Leluhur Nusantara

dito

21 Jul 2026

NasionalPos.com, Solo-  Upaya menghidupkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan sejarah Nusantara kepada masyarakat, bakal diwujudkan melalui kegiatan Bedah Buku Novel Menghadang Kubilai Khan karya A.J. Susmana yang digelar di Kota Solo.   Kegiatan bertema “Epic Nusantara: Mengenalkan Sikap Heroik Leluhur Nusantara” itu akan berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan …

Pemprov DKI Jakarta Berhentikan Kirim Sampah Ke TPST Bantar Gebang, Jakarta Terancam Darurat Sampah

dito

19 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pemprov DKI bakal Stop kirim sampah ke Bantargebang adalah tindakan membahayakan sekali dan Jakarta Pasti Akan Darurat Sampah , mengapa demikian karena secara kesiapan kebijakan memilah Sampah dari sumber baru dimulai dan belum terasa hasilnya,   Yang kedua sarana pengelolaan Sampah modern baik RDF atau pun ITF belum dilaksanakan dan masih dalam tahap …

Dr. Itje Chodidjah: Pembelajaran Harus Disesuaikan dengan Karakter Generasi Saat Ini

Primadoni,SH

18 Jul 2026

Pessel, Nasionalpos.com – Praktisi Pendidikan, Konsultan Pelatihan Guru, dan Edukator Independen Dr. Itje Chodidjah, M.A. mengimbau para guru di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik yang hidup di era yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Imbauan tersebut disampaikan Dr. Itje saat menjadi …

Konfercab PWI Pessel Digelar 25 Juli, Tiga Calon Perebutkan Kursi Ketua

Primadoni,SH

17 Jul 2026

Pessel, Nasionalpos.com– Tiga calon akan bersaing memperebutkan kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, dalam Konferensi Kabupaten (Konfercab) yang dijadwalkan berlangsung di Aula Pertemuan SMKN 1 Painan, Sabtu, 25 Juli 2026. Konfercab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk memilih ketua periode kepengurusan berikutnya sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi …

x
x