Home » Headline » Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito 09 Jan 2026 37

Nasional pos.com, Jakarta-

Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, apa yang terjadi di Venezuela tidak bisa dilihat semata sebagai operasi militer Amerika Serikat, melainkan sebagai operasi intelijen multidimensi yang sangat mungkin melibatkan fragmentasi loyalitas di lingkaran kekuasaan tertinggi.

“Kasus Venezuela menunjukkan bahwa ancaman terbesar seorang presiden bukan hanya dari musuh luar, tetapi justru dari orang terdekat dalam struktur kekuasaan,” kata Amir Hamzah dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pelajaran ini relevan bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto, terutama dalam membaca dinamika relasi kekuasaan antara presiden dan wakil presiden di tengah tekanan geopolitik global yang semakin keras.

Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat dilakukan secara cepat dan presisi. Hampir tidak ada perlawanan signifikan dari militer Venezuela. Dalam waktu yang sangat singkat, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.

Kecepatan transisi kekuasaan inilah yang memunculkan tanda tanya besar di kalangan analis internasional.

Mantan Wakil Presiden Kolombia Francisco Santos Calderón secara terbuka menyatakan bahwa keberhasilan operasi AS tidak mungkin terjadi tanpa peran orang dalam, bahkan menyebut Delcy Rodríguez sebagai figur yang patut dicurigai melakukan pengkhianatan politik terhadap Maduro.

Pernyataan ini memang belum dibuktikan secara hukum, namun dalam dunia intelijen, indikasi dan pola sering kali lebih penting daripada bukti formal.

Baca Juga :  Polsek Candipuro Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi 3C

Dalam kajian intelijen strategis, posisi wakil presiden merupakan jabatan paling rawan secara geopolitik karena berada di persimpangan antara loyalitas, ambisi, dan tekanan eksternal.

 

Amir Hamzah menjelaskan beberapa faktor utama:

1. Wakil Presiden adalah “Gerbang Kekuasaan”

Wapres memiliki legitimasi konstitusional, akses ke informasi rahasia, jaringan elite, dan posisi hukum yang siap menggantikan presiden kapan pun terjadi krisis. Dalam skenario intelijen, ini menjadikan wapres target utama operasi penetrasi asing.

2. Tekanan Sanksi dan Insentif Asing

Venezuela berada di bawah sanksi ekonomi berat. Dalam kondisi seperti ini, negara adidaya kerap menggunakan strategi elite bargaining — bukan menggulingkan rezim secara frontal, melainkan memecah loyalitas elite dengan imbalan kekuasaan, keamanan pribadi, atau pengakuan internasional.

3. Fragmentasi Loyalitas Militer

Keberhasilan AS menangkap Maduro tanpa perlawanan berarti dua kemungkinan:

-Militer telah dilemahkan secara struktural

-Atau ada sinyal “lampu hijau” dari elite politik sipil di puncak kekuasaan

-Dalam dua skenario ini, peran wapres menjadi krusial.

Sebagian analis menilai tuduhan terhadap Delcy Rodríguez tidak bisa disederhanakan sebagai pengkhianatan personal. Ada kemungkinan ia adalah produk dari sistem kekuasaan yang sudah retak.

Dalam geopolitik, pengkhianatan sering kali bukan soal moral, tetapi kalkulasi survival politik. Ketika rezim terisolasi, elite di dalamnya akan mencari jalan paling aman untuk bertahan.

“Dalam banyak kasus, wakil presiden tidak ‘menjatuhkan’ presiden, tapi hanya membaca arah angin lebih cepat,” ujar Amir Hamzah.

Baca Juga :  Atonik 6.0 L Menjadi Kebutuhan Primer Tingkatkan Produktivitas, Petani Berharap Produsen Menjaga Stabilitas Stok

Amir Hamzah menegaskan, Indonesia tidak boleh merasa kebal dari skenario serupa, meskipun sistem politiknya berbeda.

Beberapa pelajaran penting:

1. Loyalitas Politik Harus Diperkuat Secara Struktural

Hubungan presiden dan wapres tidak boleh hanya berbasis kompromi politik elektoral, tetapi harus dibangun dalam kesatuan visi strategis dan keamanan nasional.

2. Ancaman Tidak Selalu Datang dari Oposisi

Sejarah menunjukkan, banyak kejatuhan pemimpin dunia justru dimulai dari lingkaran dalam kekuasaan, bukan dari lawan politik terbuka.

3. Intelijen Negara Harus Mengawasi Dinamika Internal Elite

Intelijen modern tidak hanya memantau ancaman asing, tetapi juga potensi pembelotan elite akibat tekanan global, ekonomi, atau ambisi pribadi.

Kasus Venezuela memperkuat tesis bahwa dunia kini memasuki era “kudeta senyap” — tanpa tank di jalanan, tanpa darah, tanpa pengumuman resmi. Kekuasaan bisa berpindah melalui: tekanan hukum internasional, operasi intelijen, dan fragmentasi elite internal.

Dalam skema ini, wakil presiden sering kali menjadi aktor kunci, baik sebagai penyelamat stabilitas maupun sebagai pintu masuk intervensi asing.

Amir Hamzah menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menuduh siapa pun, melainkan sebagai peringatan strategis.

“Prabowo harus belajar dari Venezuela. Sejarah membuktikan, ketika pemimpin lengah terhadap dinamika internal, kekuasaan bisa runtuh tanpa satu peluru pun ditembakkan,” ujarnya.

Kasus Venezuela menjadi cermin keras bahwa dalam geopolitik modern, pengkhianatan bukan selalu tindakan personal, melainkan konsekuensi dari sistem kekuasaan yang rapuh di bawah tekanan global.

Dan bagi negara mana pun, kewaspadaan terhadap lingkaran terdekat adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga kedaulatan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Gerakan Nurani Bangsa Sampaikan Pesan Awal tahun 2026

dito

13 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan pesan kebangsaan pada awal tahun 2026 dalam sebuah pertemuan yang digelar di Grha Pemuda, Komplek Katedral, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Dalam pesan kebangsaannya, Gerakan Nurani Bangsa menegaskan pentingnya menjaga demokrasi sebagai manifestasi kedaulatan rakyat. Mereka menilai pelaksanaan demokrasi harus terus diperkuat melalui pemerintahan yang berlandaskan …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito

09 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026) Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin. Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, …

x
x