Home » Headline » Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito 09 Jan 2026 234

Nasional pos.com, Jakarta-

Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, apa yang terjadi di Venezuela tidak bisa dilihat semata sebagai operasi militer Amerika Serikat, melainkan sebagai operasi intelijen multidimensi yang sangat mungkin melibatkan fragmentasi loyalitas di lingkaran kekuasaan tertinggi.

“Kasus Venezuela menunjukkan bahwa ancaman terbesar seorang presiden bukan hanya dari musuh luar, tetapi justru dari orang terdekat dalam struktur kekuasaan,” kata Amir Hamzah dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pelajaran ini relevan bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto, terutama dalam membaca dinamika relasi kekuasaan antara presiden dan wakil presiden di tengah tekanan geopolitik global yang semakin keras.

Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat dilakukan secara cepat dan presisi. Hampir tidak ada perlawanan signifikan dari militer Venezuela. Dalam waktu yang sangat singkat, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.

Kecepatan transisi kekuasaan inilah yang memunculkan tanda tanya besar di kalangan analis internasional.

Mantan Wakil Presiden Kolombia Francisco Santos Calderón secara terbuka menyatakan bahwa keberhasilan operasi AS tidak mungkin terjadi tanpa peran orang dalam, bahkan menyebut Delcy Rodríguez sebagai figur yang patut dicurigai melakukan pengkhianatan politik terhadap Maduro.

Pernyataan ini memang belum dibuktikan secara hukum, namun dalam dunia intelijen, indikasi dan pola sering kali lebih penting daripada bukti formal.

Baca Juga :  Tak Hanya Ormas Keagamaan, Masyarakat Sekitar Perlu Kecipratan Hasil dari Konsesi Tambang

Dalam kajian intelijen strategis, posisi wakil presiden merupakan jabatan paling rawan secara geopolitik karena berada di persimpangan antara loyalitas, ambisi, dan tekanan eksternal.

 

Amir Hamzah menjelaskan beberapa faktor utama:

1. Wakil Presiden adalah “Gerbang Kekuasaan”

Wapres memiliki legitimasi konstitusional, akses ke informasi rahasia, jaringan elite, dan posisi hukum yang siap menggantikan presiden kapan pun terjadi krisis. Dalam skenario intelijen, ini menjadikan wapres target utama operasi penetrasi asing.

2. Tekanan Sanksi dan Insentif Asing

Venezuela berada di bawah sanksi ekonomi berat. Dalam kondisi seperti ini, negara adidaya kerap menggunakan strategi elite bargaining — bukan menggulingkan rezim secara frontal, melainkan memecah loyalitas elite dengan imbalan kekuasaan, keamanan pribadi, atau pengakuan internasional.

3. Fragmentasi Loyalitas Militer

Keberhasilan AS menangkap Maduro tanpa perlawanan berarti dua kemungkinan:

-Militer telah dilemahkan secara struktural

-Atau ada sinyal “lampu hijau” dari elite politik sipil di puncak kekuasaan

-Dalam dua skenario ini, peran wapres menjadi krusial.

Sebagian analis menilai tuduhan terhadap Delcy Rodríguez tidak bisa disederhanakan sebagai pengkhianatan personal. Ada kemungkinan ia adalah produk dari sistem kekuasaan yang sudah retak.

Dalam geopolitik, pengkhianatan sering kali bukan soal moral, tetapi kalkulasi survival politik. Ketika rezim terisolasi, elite di dalamnya akan mencari jalan paling aman untuk bertahan.

“Dalam banyak kasus, wakil presiden tidak ‘menjatuhkan’ presiden, tapi hanya membaca arah angin lebih cepat,” ujar Amir Hamzah.

Baca Juga :  Hadiri Pengukuhan MUI Banyuwangi, Ini Harapan Bupati Ipuk

Amir Hamzah menegaskan, Indonesia tidak boleh merasa kebal dari skenario serupa, meskipun sistem politiknya berbeda.

Beberapa pelajaran penting:

1. Loyalitas Politik Harus Diperkuat Secara Struktural

Hubungan presiden dan wapres tidak boleh hanya berbasis kompromi politik elektoral, tetapi harus dibangun dalam kesatuan visi strategis dan keamanan nasional.

2. Ancaman Tidak Selalu Datang dari Oposisi

Sejarah menunjukkan, banyak kejatuhan pemimpin dunia justru dimulai dari lingkaran dalam kekuasaan, bukan dari lawan politik terbuka.

3. Intelijen Negara Harus Mengawasi Dinamika Internal Elite

Intelijen modern tidak hanya memantau ancaman asing, tetapi juga potensi pembelotan elite akibat tekanan global, ekonomi, atau ambisi pribadi.

Kasus Venezuela memperkuat tesis bahwa dunia kini memasuki era “kudeta senyap” — tanpa tank di jalanan, tanpa darah, tanpa pengumuman resmi. Kekuasaan bisa berpindah melalui: tekanan hukum internasional, operasi intelijen, dan fragmentasi elite internal.

Dalam skema ini, wakil presiden sering kali menjadi aktor kunci, baik sebagai penyelamat stabilitas maupun sebagai pintu masuk intervensi asing.

Amir Hamzah menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menuduh siapa pun, melainkan sebagai peringatan strategis.

“Prabowo harus belajar dari Venezuela. Sejarah membuktikan, ketika pemimpin lengah terhadap dinamika internal, kekuasaan bisa runtuh tanpa satu peluru pun ditembakkan,” ujarnya.

Kasus Venezuela menjadi cermin keras bahwa dalam geopolitik modern, pengkhianatan bukan selalu tindakan personal, melainkan konsekuensi dari sistem kekuasaan yang rapuh di bawah tekanan global.

Dan bagi negara mana pun, kewaspadaan terhadap lingkaran terdekat adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga kedaulatan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Laporkan Dugaan Pelecehan di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, YM Minta Wali Kota Padang Turun Tangan

Zulwandi

15 Okt 2026

Padang, Nasionalpos. Com — Seorang perempuan berinisial YM, yang berprofesi sebagai YouTuber, affiliate marketer, content creator, dan edupreneur di Sumatera Barat, mengaku mengalami dugaan pelecehan verbal dan penghinaan saat berada di Kantor Lurah Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 09.45 WIB. YM meminta pemerintah daerah menindaklanjuti pengaduannya secara objektif dan …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Plt Asisten I Lepas Paskibraka Lubuk Linggau Ikuti Wawasan Kebangsaan ke IPDN Sumbar

Andi Ledi Lubuk Linggau

12 Okt 2026

NASIONALPOS.COM/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Erwin Armeidi, melepas anggota Paskibraka Kota Lubuk Linggau Tahun 2026 untuk mengikuti kegiatan wawasan kebangsaan ke IPDN Kampus Sumatera Barat di Kompleks Pemerintah Kota Lubuk Linggau, Senin (12/10/2026). Dalam sambutannya, Erwin Armeidi menyampaikan bahwa kunjungan wawasan kebangsaan ke IPDN …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

x
x