Home » Headline » Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito 09 Jan 2026 160

Nasional pos.com, Jakarta-

Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, apa yang terjadi di Venezuela tidak bisa dilihat semata sebagai operasi militer Amerika Serikat, melainkan sebagai operasi intelijen multidimensi yang sangat mungkin melibatkan fragmentasi loyalitas di lingkaran kekuasaan tertinggi.

“Kasus Venezuela menunjukkan bahwa ancaman terbesar seorang presiden bukan hanya dari musuh luar, tetapi justru dari orang terdekat dalam struktur kekuasaan,” kata Amir Hamzah dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, pelajaran ini relevan bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto, terutama dalam membaca dinamika relasi kekuasaan antara presiden dan wakil presiden di tengah tekanan geopolitik global yang semakin keras.

Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat dilakukan secara cepat dan presisi. Hampir tidak ada perlawanan signifikan dari militer Venezuela. Dalam waktu yang sangat singkat, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara.

Kecepatan transisi kekuasaan inilah yang memunculkan tanda tanya besar di kalangan analis internasional.

Mantan Wakil Presiden Kolombia Francisco Santos Calderón secara terbuka menyatakan bahwa keberhasilan operasi AS tidak mungkin terjadi tanpa peran orang dalam, bahkan menyebut Delcy Rodríguez sebagai figur yang patut dicurigai melakukan pengkhianatan politik terhadap Maduro.

Pernyataan ini memang belum dibuktikan secara hukum, namun dalam dunia intelijen, indikasi dan pola sering kali lebih penting daripada bukti formal.

Baca Juga :  Wali Kota Terima Sertifikat SNI Pasar Simpang Periuk

Dalam kajian intelijen strategis, posisi wakil presiden merupakan jabatan paling rawan secara geopolitik karena berada di persimpangan antara loyalitas, ambisi, dan tekanan eksternal.

 

Amir Hamzah menjelaskan beberapa faktor utama:

1. Wakil Presiden adalah “Gerbang Kekuasaan”

Wapres memiliki legitimasi konstitusional, akses ke informasi rahasia, jaringan elite, dan posisi hukum yang siap menggantikan presiden kapan pun terjadi krisis. Dalam skenario intelijen, ini menjadikan wapres target utama operasi penetrasi asing.

2. Tekanan Sanksi dan Insentif Asing

Venezuela berada di bawah sanksi ekonomi berat. Dalam kondisi seperti ini, negara adidaya kerap menggunakan strategi elite bargaining — bukan menggulingkan rezim secara frontal, melainkan memecah loyalitas elite dengan imbalan kekuasaan, keamanan pribadi, atau pengakuan internasional.

3. Fragmentasi Loyalitas Militer

Keberhasilan AS menangkap Maduro tanpa perlawanan berarti dua kemungkinan:

-Militer telah dilemahkan secara struktural

-Atau ada sinyal “lampu hijau” dari elite politik sipil di puncak kekuasaan

-Dalam dua skenario ini, peran wapres menjadi krusial.

Sebagian analis menilai tuduhan terhadap Delcy Rodríguez tidak bisa disederhanakan sebagai pengkhianatan personal. Ada kemungkinan ia adalah produk dari sistem kekuasaan yang sudah retak.

Dalam geopolitik, pengkhianatan sering kali bukan soal moral, tetapi kalkulasi survival politik. Ketika rezim terisolasi, elite di dalamnya akan mencari jalan paling aman untuk bertahan.

“Dalam banyak kasus, wakil presiden tidak ‘menjatuhkan’ presiden, tapi hanya membaca arah angin lebih cepat,” ujar Amir Hamzah.

Baca Juga :  Dandim Pekalongan Serahkan Motor Baru Dari Menhan Kepada Babinsa

Amir Hamzah menegaskan, Indonesia tidak boleh merasa kebal dari skenario serupa, meskipun sistem politiknya berbeda.

Beberapa pelajaran penting:

1. Loyalitas Politik Harus Diperkuat Secara Struktural

Hubungan presiden dan wapres tidak boleh hanya berbasis kompromi politik elektoral, tetapi harus dibangun dalam kesatuan visi strategis dan keamanan nasional.

2. Ancaman Tidak Selalu Datang dari Oposisi

Sejarah menunjukkan, banyak kejatuhan pemimpin dunia justru dimulai dari lingkaran dalam kekuasaan, bukan dari lawan politik terbuka.

3. Intelijen Negara Harus Mengawasi Dinamika Internal Elite

Intelijen modern tidak hanya memantau ancaman asing, tetapi juga potensi pembelotan elite akibat tekanan global, ekonomi, atau ambisi pribadi.

Kasus Venezuela memperkuat tesis bahwa dunia kini memasuki era “kudeta senyap” — tanpa tank di jalanan, tanpa darah, tanpa pengumuman resmi. Kekuasaan bisa berpindah melalui: tekanan hukum internasional, operasi intelijen, dan fragmentasi elite internal.

Dalam skema ini, wakil presiden sering kali menjadi aktor kunci, baik sebagai penyelamat stabilitas maupun sebagai pintu masuk intervensi asing.

Amir Hamzah menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menuduh siapa pun, melainkan sebagai peringatan strategis.

“Prabowo harus belajar dari Venezuela. Sejarah membuktikan, ketika pemimpin lengah terhadap dinamika internal, kekuasaan bisa runtuh tanpa satu peluru pun ditembakkan,” ujarnya.

Kasus Venezuela menjadi cermin keras bahwa dalam geopolitik modern, pengkhianatan bukan selalu tindakan personal, melainkan konsekuensi dari sistem kekuasaan yang rapuh di bawah tekanan global.

Dan bagi negara mana pun, kewaspadaan terhadap lingkaran terdekat adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga kedaulatan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sekda Buka Sosialisasi Manfaat Program BPJS ketenagakerjaan Bagi Koperasi Merah Putih

Admin Redaksi

18 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekda, H Trisko Defriyansa membuka sosialisasi manfaat program BPJS ketenagakerjaan bagi koperasi desa/kelurahan merah putih se-Kota Lubuk Linggau di Cinema Hall Pemkot Lubuk Linggau, Kamis (18/6/2026). Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan manfaat secara simbolis kepada ahli waris peserta Non-ASN yang telah meninggal dunia. …

Staf Ahli I Hadiri Haflatut Tasyakur Wal Ikhtitam Ponpes Ittihadul Ulum Kota Lubuk Linggau

Admin Redaksi

18 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat yang diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga menghadiri kegiatan Haflatut Tasyakur Wal Ikhtitam Pondok Pesantren Ittihadul Ulum Kota Lubuk Linggau, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintah serta masyarakat. Turut hadir Kabag Kesra Kota Lubuk Linggau H. …

Kemenag Muratara-STAIS BS Tandatangani PKS Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Admin Redaksi

17 Jun 2026

Nasionalpos.com/Bertempat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (17/6/2026) berlangsung penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Kemenag Kabupaten Muratara dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAIS BS) Lubuk Linggau. Penandatanganan berita acara PKS dilakukan langsung oleh Kakan Kemenag Kabupaten Muratara, Dr H Ikrar dan Ketua STAIS BS, Dr Muhammad Yunus, disaksikan …

Sekda Hadiri Pelantikan Pengurus PGRI Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau  * Masa Bakti 2026-2030

Admin Redaksi

17 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Trisko Defriyansa menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan dan Cabang Khusus Kota Lubuk Linggau Masa Bakti 2026-2030 di Gedung Guru, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Rabu (17/6/2026).   Pelantikan tersebut mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas dan …

Wujudkan Kebijakan Disdik Sumbar,  SMKN 1 Painan Antar Langsung Ijazah ke Rumah Alumni

Primadoni,SH

17 Jun 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Kepala SMKN 1 Painan, Almes Gangga, S.Pd., M.Pd.T., mengambil langkah proaktif dalam menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait larangan penahanan ijazah dengan mengantarkan langsung ijazah kepada para alumni yang belum mengambil dokumen tersebut. Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Nomor 100.3.4/2842/PSMASLB/DISDIK-2026 yang diterbitkan pada 21 …

Wali Kota Memimpin Rapat Evaluasi Pembatasan Volume Pembelian Solar Bersubsidi, Siapkan Pengaturan Jam Pengisian

Admin Redaksi

15 Jun 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan surat edaran wali kota terkait penjadwalan dan pembatasan volume pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Senin (15/6/2026). Dalam arahannya, H. Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa surat edaran tersebut telah diterapkan …

x
x