Home / Top News

Senin, 4 April 2022 - 21:36 WIB

Faisal Basri: Banci Kebijakan Pemerintah Soal BBM

Faisal Basri

Faisal Basri

NasionalPos.com, Jakarta – Ekonom Faisal Basri menilai kebijakan pemerintah membiarkan harga Pertamax naik dan menahan harga Pertalite sebagai kebijakan banci.

“Jadi pemerintah membiarkan Pertamina menjual Pertamax dengan harga keekonomian, tapi Pertalite tidak, itu bancinya, enggak boleh itu,” kata Faisal dalam Newscast CNN Indonesia TV, Senin (4/4/2022).

Pemerintah, sambung Faisal, memang memberikan kompensasi atas ditahannya harga Pertalite. Namun, pembayarannya tidak lancar.

“Sayangnya pembayarannya tidak lancar tergantung pemerintah punya uang atau tidak, kadang-kadang satu tahun baru dibayar, jadi ini merusak cash flow perusahaan,” katanya.

Ia mencontohkan negara tetangga seperti Malaysia yang membiarkan harga bahan bakar naik namun aturan lain seperti pajak dihapuskan. Terlebih, Malaysia diklaim memiliki dana stabilisasi yang didapat dari selisih antara harga minyak mentah ketika rendah dengan harga bahan bakar keekonomian.

Baca Juga  Wajah Baru Pelabuhan Muara Angke, Usai Direvitalisasi

“Pas harga minyak murah, BBM tidak turun dan dibuat cadangan dana minyak. Dana ini nantinya dipakai untuk mensubsidi kalau-kalau harga minyak melonjak, jadi bensin tidak ikutan melonjak seperti itu. Inilah yang nantinya enggak akan membuat kaget masyarakat,” katanya.

Di lain sisi, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga tak berkomentar banyak soal pernyataan Faisal Basri itu. Ia hanya mengatakan bahwa pemerintah berupaya untuk menekan kerugian Pertamina dengan menaikkan harga Pertamax.

“Yang penting Pertamax ruginya jauh dulu. Jadi ini sudah langkah untuk kita menaikkan menuju harga ekonomiannya, soal banci itu nomor dua lah ya, intinya ada kenaikan dulu,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Lantik Fadjar Sebagai KASAU dan Yudo Sebagai KASAL

Ia pun mengaku bahwa kenaikan harga Pertamax merupakan usulan Kementerian BUMN. Namun demikian, Arya tak ingin berkomentar lebih jauh soal isu kenaikan Pertalite, sebab itu menjadi domain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Saya kan dari Kementerian BUMN, yang pasti kenaikan harga ini (Pertalite) ada di Kementerian ESDM. Kami dari sisi Pertamina-nya, kami sudah perjuangkan harga Pertamax agar naik tidak sampai harga keekonomiannya. Jadi tugas kami ya itu menaikkan Pertamax dulu, kalau soal itu (Pertalite naik) bukan bagian kita,” katanya. (CNN Indonesia.com)

 

 

Share :

Baca Juga

CollageMaker 20210429 182559937 copy 768x768

Headline

Dankormar Secara Resmi Buka Rakornis Intelijen dan Potensi Maritim Korps Marinir Tahun 2021
akba rtanjung

Nasional

Akbar Tanjung : Pemerintah harus Hentikan Pro-Kontra Ahok
Laskar FPI tewas ditembak

Headline

Komnas HAM Periksa 8 Ribu Rekaman CCTV Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI
Pilkada

Headline

KPU Ungkap 60 Cakada Pilkada 2020 Positif Covid-19
resor trump

Headline

WN China Kembali Terobos Resor Mewah Trump
crisis ekonomi

Ekonomi

Pertumbuhan Melambat, Jokowi Optimis Ekonomi Tanah Air Segera Pulih
Bennny Wenda

Headline

Wiranto Ancam Tangkap Benny Wenda
Ibukota baru 2

Ekonomi

Pembangunan Konstruksi Ibukota Baru Akan Rampung 2024, Jakarta Tetap Pusat Bisnis