Home » Nasional » daerah » GRIB Jaya Pertanyakan Pengawasan PUPR Pesibar, Kontraktor Diminta Bertanggung Jawab

GRIB Jaya Pertanyakan Pengawasan PUPR Pesibar, Kontraktor Diminta Bertanggung Jawab

Taufik Hidayat 06 Nov 2026 1

Pesisir Barat – Sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) yang tengah menjadi sorotan masyarakat mendapat perhatian dari organisasi masyarakat (Ormas) GRIB Jaya. Organisasi tersebut mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesibar agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas terhadap pihak ketiga atau kontraktor pelaksana apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun ketentuan kontrak.

 

Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pesisir Barat, Maryanta, menegaskan bahwa penggunaan anggaran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan kualitas pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, setiap rupiah uang negara yang dialokasikan untuk pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Kami meminta Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat agar menindak tegas pihak ketiga apabila ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan di lapangan. Jangan sampai berbagai temuan dan keluhan masyarakat hanya menjadi sorotan sesaat tanpa ada tindak lanjut yang jelas,” tegas Maryanta.

 

Ia menilai, kontraktor pelaksana tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan dan pencairan anggaran semata, tetapi juga harus mengutamakan mutu, kualitas serta ketahanan hasil pembangunan.

Baca Juga :  Tegas,Ormas Grib Jaya Lampung Akan Gelar Aksi Damai ,Tolak Angkutan BatuBara Di Kabupaten Way Kanan

 

“Anggaran yang digelontorkan pemerintah bukan jumlah yang sedikit. Karena itu, pihak ketiga sebagai pelaksana pekerjaan wajib memberikan hasil terbaik. Masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur yang berkualitas, bukan pekerjaan yang justru menimbulkan persoalan setelah dibangun,” ujarnya.

 

Maryanta juga menyoroti sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini menjadi perhatian publik, di antaranya:

 

1.Rehabilitasi Jalan Kampung Jawa–Sukanegara, dengan nilai anggaran sekitar Rp2,1 miliar yang dikerjakan oleh CV Pukem Konstruksi.

2.Pembangunan Lingkar Jalan TPA, dengan nilai anggaran sekitar Rp471 juta yang dikerjakan oleh CV Rajo Passei.

3.Pembangunan Akses Jalan Rumah Sakit Way Batu, dengan nilai anggaran sekitar Rp1,4 miliar yang juga dikerjakan oleh CV Rajo Passei.

4.Rehabilitasi Kantor Camat Pesisir Tengah, yang turut menjadi perhatian dan perlu dipastikan kualitas serta kesesuaian hasil pekerjaannya.

Menurut Maryanta, proyek-proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut harus dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, dan memenuhi standar kualitas sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.

 

Ia juga meminta agar Dinas PUPR tidak terkesan melakukan pembiaran apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan. Pengawasan harus dilakukan secara serius, transparan, dan menyeluruh, bukan sebatas pemeriksaan administratif maupun formalitas.

Baca Juga :  Dua Siswi SMA 3 Painan Raih Juara 2 Nasional di Kompetisi Esai Teknologi

 

“Jangan sampai ketika masyarakat menemukan persoalan, justru tidak ada respons dan tindakan nyata. Dinas PUPR harus menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Jika memang ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kontraktor harus diminta bertanggung jawab dan memperbaikinya sesuai ketentuan,” tandasnya.

 

Lebih lanjut, GRIB Jaya berharap seluruh proyek infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik sehingga benar-benar bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

 

Publik Menunggu Ketegasan PUPR

 

Sorotan terhadap sejumlah proyek tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya nilai proyek maupun selesainya pekerjaan secara fisik. Kualitas hasil pembangunan dan manfaatnya bagi masyarakat harus menjadi tolok ukur utama.

 

Kini, masyarakat menunggu langkah konkret Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat dalam menindaklanjuti berbagai sorotan tersebut, termasuk memastikan setiap kontraktor melaksanakan kewajibannya sesuai kontrak.

 

Sebab, uang yang digunakan untuk membangun infrastruktur merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah terserap, tetapi kualitas pembangunan justru menyisakan persoalan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Didesak DPRD, Dinas PUPR Pesibar Akui Sejumlah Proyek Terlambat karena Kontraktor Sulit Dihubungi

Taufik Hidayat

06 Nov 2026

PESISIR BARAT – Setelah sempat menjadi sorotan dan sulit dikonfirmasi terkait sejumlah persoalan proyek infrastruktur, akhirnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) angkat bicara. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (5/11/2026), Kepala Dinas PUPR Pesibar, Mesrawan, mengakui bahwa pengerjaan sejumlah paket proyek infrastruktur …

Diduga Kuasai Lahan Warga Seluas 500 Hektare, PT Jalaku dan PT KAP Disorot dalam RDP DPRD Lampung Utara

Taufik Hidayat

05 Nov 2026

LAMPUNG UTARA – Persoalan dugaan penguasaan lahan milik masyarakat di wilayah Muara Balak, Kotabumi Ilir, Kabupaten Lampung Utara, mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Lampung Utara, Senin (2/11/2026). Dalam RDP tersebut, masyarakat mempertanyakan penguasaan lahan seluas kurang lebih 500 hektare yang diklaim sebagai milik warga dan diduga masuk dalam areal Hak Guna Usaha …

Anggaran Miliaran Jadi Sorotan, DPRD Pesibar Temukan Keretakan pada Proyek Jalan Baru

Taufik Hidayat

04 Nov 2026

PESISIR BARAT – Kualitas sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menjadi sorotan setelah Komisi II DPRD menemukan adanya keretakan pada beton jalan yang baru selesai dikerjakan. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan dalam proses pengerjaan maupun penggunaan material konstruksi. Temuan itu terungkap saat Komisi II DPRD Pesibar melakukan inspeksi mendadak (sidak) …

RSUDAM Siap Kembangkan Layanan Kedokteran Nuklir dan Radioterapi, BAPETEN Evaluasi Standar Keselamatan

Taufik Hidayat

03 Nov 2026

BANDAR LAMPUNG – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) terus mematangkan pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan rujukan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Workshop Standarisasi Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi bersama Badan Pengawas …

Senyum Bahagia 100 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Yansos Jejama Lampung

Taufik Hidayat

02 Nov 2026

Pesisir Barat – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pelayanan sosial yang merata dan inklusif melalui program Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama). Kali ini, sebanyak 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Pesisir Barat menerima manfaat pelayanan sosial dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung, …

Warga Keluhkan Gardu Trafo PLN di Depan Rumah, Desak Pemindahan demi Keselamatan

Taufik Hidayat

02 Nov 2026

Bandar Lampung – Keberadaan gardu transformator (trafo) milik PLN yang berada tepat di depan rumah warga di Jalan Pramuka No. 11, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, dikeluhkan karena dinilai menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penghuni rumah. Pemilik rumah berinisial HN mengungkapkan, gardu tersebut telah berada di lokasi selama puluhan tahun dan berdiri di …

x
x