- daerahPSB Gelar Halal Bihalal Akbar, Perkuat Solidaritas Antaranggota di Bandung
- Ekonomi27 Warga Jakarta Utara Gagal berangkat Umroh, Jemaah gruduk rumah sekaligus kantor travel PT. Travel Arrasyid Amanah
- Top NewsBupati Garut Terima Kunjungan BRIN Untuk Program Inovasi Pembangunan Daerah
- Top NewsGebyar PWDPI EXPO Resmi DiBuka Bajar UMKM dan Pasar Malam Meriahkan Tanjung Bintang
- daerahDPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Indonesia, Gugun Gumilar, dan Secangkir Kopi
Di tulis dan di sampaikan oleh Arianto Zany Namang (Anggota Presidium Pusat PMKRI 2018-2020)
Barangkali kita terlalu sering mengira toleransi sebagai kata besar—sejenis slogan yang dipasang di baliho, diulang di mimbar, lalu selesai. Padahal ia sering lahir dari hal-hal kecil: sapaan, duduk bersama, dan menyeruput secangkir kopi tanpa terburu-buru. Dalam kopi darat dan saling sapa itu, manusia menjadi benar-benar manusia, jauh dari kata beringas dan keji yang banal.
Dulu, kita mengenal Abdurrahman Wahid—Gus Dur—yang tak lelah mengingatkan bahwa Indonesia bukan milik satu golongan. Ia pernah berkata, “Tidak penting apa pun agama atau sukumu… kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.” Kalimat itu sederhana, tapi seperti menembus tembok-tembok primordialisme yang kita bangun sendiri.
Hari ini, dalam skala yang lebih kecil—atau mungkin justru lebih dekat—kita melihat seorang anak muda: Gugun Gumilar. Ia bukan presiden, bukan pula kiai besar. Tapi mungkin justru karena itu, ia bergerak dengan cara yang lain: lincah memasuki ruang-ruang yang sering dihindari, duduk di antara mereka yang berbeda, dan—yang paling penting—tidak merasa perlu menjelaskan dirinya terlalu banyak.
Ia bergerak sebagai “manusia” bukan sebagai pribadi dengan suku dan agama tertentu. Itu makanya, ia kerasan berada di dalam gereja bersama dengan umat Kristiani, atau di Pura dengan saudara-saudaranya yang Hindu.
Indonesia, kita tahu, bukan negeri yang lahir dari keseragaman, tetapi keragaman. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa negeri ini dihuni lebih dari 270 juta jiwa dengan ratusan etnis dan bahasa. Sementara laporan tahunan Setara Institute masih mencatat peristiwa pelanggaran kebebasan beragama—angka yang naik turun, tapi tak pernah benar-benar nol. Di sela statistik itu, selalu ada cerita: gereja yang dipersoalkan IMB-nya, rumah ibadah dan jemaat yang di persekusi, atau seseorang yang merasa asing di tanahnya sendiri.
Di situlah kehadiran negara sering diuji—dan kadang diragukan.
Gugun, dalam beberapa peristiwa, memilih jalan yang nyaris tidak populer: hadir! Ia datang ketika ada gesekan, seperti dalam kasus Gereja POUK Tesalonika di Teluk Naga. Ia tidak membawa pidato panjang. Ia mengajak “ngopi-ngopi”. Mungkin terdengar remeh. Tapi bukankah banyak konflik lahir justru karena tak ada lagi ruang untuk duduk bersama?
Dalam filsafat klasik, Thomas Aquinas menyebut martabat manusia sebagai sesuatu yang melekat—bonum per se, kebaikan pada dirinya sendiri. Manusia bukan alat. Ia bukan angka dalam statistik, bukan pula sekadar identitas agama. Ia adalah tujuan pada dirinya sendiri dan tidak boleh direduksi menjadi alat demi kepentingan yang lain.
Di Indonesia, gagasan itu menemukan gema yang khas dalam pemikiran guru saya di STF Driyarkara Romo Franz Magnis-Suseno. Romo Magnis-Suseno berkali-kali menegaskan bahwa demokrasi tanpa toleransi hanyalah prosedur kosong. Dalam pandangannya, toleransi bukan berarti semua orang harus setuju, melainkan kesediaan untuk hidup bersama secara damai meskipun berbeda secara mendasar.
Demokrasi, katanya, menuntut “pengakuan terhadap martabat setiap orang sebagai warga yang setara”—bukan sekadar mayoritas yang menang suara.
Mungkin itu sebabnya toleransi tidak pernah selesai sebagai proyek. Ia selalu rapuh-ringkih, selalu bisa retak oleh kecurigaan kecil. Tapi ia juga selalu bisa diperbaiki—oleh tindakan kecil yang sederhana.
Gugun tampaknya memahami itu. Ia bisa masuk ke gereja tanpa merasa imannya berkurang satu mili. Ia bisa berdialog tanpa merasa harus menang. Dalam dunia yang sering memaksa kita memilih: ini atau itu, dia memilih “dan”. Muslim “dan” sahabat bagi yang lain. Pejabat “dan” pendengar. Negara “dan” masyarakat.
Kita sering membayangkan perubahan sebagai sesuatu yang besar dan serentak. Padahal mungkin ia bekerja seperti air: pelan, meresap, tak selalu harus terlihat. Gus Dur melakukannya dengan humor dan keberanian. Gugun, dengan cara yang lebih sunyi—dan mungkin lebih sesuai dengan zaman yang gaduh ini.
Di ujungnya, pertanyaannya sederhana, tapi tak pernah mudah: bagaimana kita bisa mengaku mencintai Tuhan yang tak terlihat, jika kita gagal menghormati manusia yang ada di depan kita?
“Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (1 Yohanes 4:20)
Mungkin jawabannya tidak ada di buku tebal atau pidato panjang. Mungkin ia ada di meja kecil, dua atau tiga orang, dan secangkir kopi yang dibiarkan hangat lebih lama dari biasanya dan saat kita memandang yang lain sebagai sesama bukan hama
Admin Redaksi
12 Apr 2026
Garut, NasionalPos.Com Garut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (8/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi dalam meningkatkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) melalui pemanfaatan program riset dan inovasi nasional. Acara ini turut dihadiri oleh …
Admin Redaksi
12 Apr 2026
Lampung Selatan, – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) resmi menggelar Gebyar Pembukaan Bazar UMKM dan Pasar Malam bertajuk PWDPI EXPO di wilayah Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Acara akbar ini dibuka secara resmi dan akan berlangsung mulai tanggal 11 April hingga 3 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PWDPI dalam mendukung pertumbuhan …
Admin Redaksi
10 Apr 2026
Nasionalpos./LUBUK LINGGAU – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lubuk Linggau kembali memutus rantai peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kota Lubuk Linggau. Seorang pemuda berinisial MP (20), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, terpaksa harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan membawa paket narkotika jenis sabu pada Rabu malam (08/04/2026). Penangkapan pemuda pengangguran …
Admin Redaksi
06 Apr 2026
Nasionalpos.com/Musi Rawas – Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas dalam rangka meninjau Marshalling Area (MA) Yonif TP 947/Pangeran Amin, yang berlokasi di kawasan Agropolitan Center Muara Beliti. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno. Dandim 0406 …
Admin Redaksi
06 Apr 2026
Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat didampingi Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Lubuk Linggau dalam rangka mendengarkan laporan panitia khusus (pansus) hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan dilanjutkan Dalam Rangka Mendengarkan Penjelasan Wali Kota Tentang LKPJ, Senin (6/4/2026). Baca Juga : PLN …
dito
01 Apr 2026
NasionalPos.com, Jakarta- -Paguyuban Karyawan Trisakti mendesak kepada Pimpinan BNI Cabang Harmoni untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening dari Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im. Hal ini berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 407/G/2022/PTUN.JKT, jt No. 250/B/2023/PT.DKI, jt Nomor 292-K/TUN/2024jt Nomor 227 PK/TUN/2025 bahwa Yayasan Trisakti yang diinisiasi oleh Pemerintah c.q Menteri Pendidikan Tinggi secara inkracht adalah tidak …
21 Nov 2024 1.673 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.387 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.277 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.213 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.204 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
09 Jul 2025 1.173 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.076 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.