Home » Headline » Kehadiran Buku ‘Model Negara Kesejahteraan Indonesia. Pendekatan Heterodoks’ Karya Prof. Didin S. Damanhuri, Diapresiasi Ketua MPR RI

Kehadiran Buku ‘Model Negara Kesejahteraan Indonesia. Pendekatan Heterodoks’ Karya Prof. Didin S. Damanhuri, Diapresiasi Ketua MPR RI

dito 03 Agu 2022 257

Nasionalpos.com, Bogor – Ketua MPR RI sekaligus pendiri Brain Society Center (BS Center) Bambang Soesatyo menilai Prof. Didin S. Damanhuri merupakan salah satu Guru Besar terbaik yang dimiliki Indonesia dari Institut Pertanian Bogor University (IPB University). Dirinya juga bersyukur, Prof. Didin berkenan menjadi Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Harian BS Center, sebuah lembaga think tank yang Bamsoet dirikan untuk bergerak di bidang kajian dan penelitian mengenai isu ekonomi, politik, hukum, ideologi, sosial, budaya, dan demokrasi.

Walaupun sudah purnabakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), IPB University masih mempercayakan Prof. Didin sebagai Guru Besar dengan NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus). Sehingga pengabdian dan dedikasi Prof. Didin di IPB University maupun di berbagai tempat lainnya seperti BS Center masih akan terus berlanjut.

“Prof. Didin termasuk intelektual yang mengusulkan pentingnya Indonesia memiliki haluan negara, atau yang kini dikenal dengan nomenklatur Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Sekaligus mengusulkan gagasan, apabila bentuk hukum PPHN berupa Ketetapan MPR tidak bisa dilakukan melalui perubahan konstitusi, maka bisa dilakukan melalui konsensus politik berupa Konvensi Ketatanegaraan. Terobosan hukum Konvensi Ketatanegaraan tersebut kini sedang ditindaklanjuti oleh MPR RI yang akan dibahas lebih mendalam melalui Panitia AdHoc yang akan dibentuk pada Rapat Paripurna MPR RI pada awal September 2022,” ujar Bamsoet dalam Purnabakti Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University Prof. Didin S Damanhuri sekaligus Launching Buku ‘Model Negara Kesejahteraan Indonesia. Pendekatan Heterodoks’, di Kampus IPB University, Bogor, Rabu 3/8/22.

Turut hadir antara lain, anggota DPD RI Prof. Jimly Asshiddiqie, Rektor IPB University Prof. Arif Satria, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University Prof. Tridoyo Kusumastanto, Guru Besar IPB University Bungaran Saragih, Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, Direktur Eksekutif INDEF Dr. Tauhid Ahmad,Wakil Ketua Umum ICMI Jafar Hapsah serta staf khusus Menteri Investasi sekaligus Plt Ketua Umum HIPMI Eka Sastra.

Baca Juga :  Jika Heru Budi Hartono dipilih Pj Gubernur DKI Jakarta, Komunikasi Istana- Balai Agung lebih Efektif

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Prof. Didin telah banyak melahirkan karya tulis yang sangat menginspirasi. Mulai dari mengenai globalisasi perekonomian, paradigma pembangunan ekonomi nasional, hingga ekonomi politik dan pembangunan. Berbagai karya tulisnya mewakili kesahajaan pemikiran di satu sisi, dan ketajaman visi di sisi yang lain.

Saat menjadi mahasiswa maupun wartawan, Bamsoet juga banyak terinspirasi oleh pemikiran Prof Didin, termasuk sikap kritis Prof. Didin terhadap berbagai isu kebijakan ekonomi dan pembangunan yang selalu dilandasi argumentasi rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Sebagaimana dituangkan oleh Prof. Didin melalui bukunya, ‘Model Negara Kesejahteraan Indonesia. Pendekatan Heterodoks’.

“Untuk memahami makna kesejahteraan, kita dapat merujuk pada beragam pendekatan dan sudut pandang. Misalnya dari perspektif konstitusi, pasal 23, pasal 27, pasal 28, pasal 31, pasal 33, dan pasal 34. Secara umum mengamanatkan kesejahteraan sosial yang mencakup penguasaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, pemeliharaan fakir miskin oleh negara, dan sistem perekonomian nasional. Satu pasal mengatur paradigma pengelolaan ekonomi, sedangkan lima pasal lainnya mengatur paradigma kewajiban sosial negara terhadap rakyat,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, kesejahteraan juga harus dilihat dari berbagai sudut pandang secara komprehensif. Misalnya, meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional mengalami kenaikan, namun masih terjadi kesenjangan IPM antar daerah. Terlihat dari IPM di Provinsi Jakarta mencapai 81,11 %, sedangkan di Provinsi Papua 60,62%

Baca Juga :  Update Data Corona (21/1/2022) Jumlah Pasien Positif 4.280.248 Orang dan Meninggal 144.201 Orang

“Contoh lainnya, meskipun catatan angka kemiskinan cenderung menurun dari waktu ke waktu, hal ini tidak berjalan linear dengan angka ketimpangan ekonomi yang cenderung mengalami stagnasi dalam dua dekade terakhir. World Inequality Report 2022 mencatat, bahwa rasio kesenjangan pendapatan di Indonesia adalah 1 banding 19. Artinya, masyarakat ekonomi kelas atas memiliki rata-rata pendapatan 19 kali lipat lebih tinggi dari masyarakat ekonomi kelas bawah,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, untuk membangun negara kesejahteraan, bangsa Indonesia juga bisa belajar dari pengalaman negara lainnya. Seperti Korea Selatan, yang menjelang usia 74 tahun kemerdekaannya (3 tahun lebih muda dari Indonesia) telah tumbuh sebagai negara maju dengan pendapatan per kapita sebesar 34.983 US dollar. Demikian pula Tiongkok yang baru berdiri pada tahun 1949, telah meraih kemajuan yang sangat pesat.

“Salah satu kunci sukses mereka, tidak lepas karena memiliki perencanaan jangka panjang, sehingga siapapun presidennya, program pembangunan tetap berjalan. Tidak heran jika Prof. Didin dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya keberadaan PPHN bagi Indonesia, sebagai konsekuensi dari pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 ayat 1 yang berbunyi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, jadi bukan diserahkan semata kepada pasar bebas,” pungkas Bamsoet. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

x
x