- Top NewsBupati Garut Buka Rakar GTRA 2026 dan Kenalkan Skema Baru Redistribusi Lahan
- NasionalSorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her
- NasionalKomando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia
- daerahFKPPI Kota Bandung Gelar Halal Bihalal dan Pererat Silaturahmi
- daerahPlaza Haji Al Qosbah Hadirkan Sensasi Manasik Haji, Umrah, dan Naik Unta

Mematahkan Belenggu”Independen” Produk Orba
NasionalPos.com, Jakarta-Bung Karno mengatakan bahwa untuk mewujudkan negara Indonesia yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial, maka kita perlu bergotong royong. Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho- lopis-kuntul baris buat kepentingan bersama, demikian disampaikan Yulianto Widirahardjo Presidium GMNI periode 1996 – 1999 kepada pers, Minggu, 11 Juni 2023 di Jakarta.
“Itulah gotong royong. Ucapan Bung Karno sangat relevan bagi kita yang mengaku murid sekaligus pengikut Bung Karno menghadapi kondisi bangsa saat ini yang akan melaksanakan hajatan pemilihan umum di tahun 2024.”ucap Yulianto.
Pemilu itu lanjut Yulianto, bukan sekedar ritual demokrasi untuk memilih pemimpin politik, namun juga ruangan untuk memperjuangkan, menanamkan dan mengamalkan seluruh gagasan bernegara dan seluruh gagasan ideologis Bung Karno kepada seluruh rakyat Indonesia. Sehingga sepatutnya seluruh anak ideologis yang tersebar diberbagai organisasi kemasyarakatan bersatu padu dan bergotong royong memenangkan dan mewujudkannya. Ruslan Abdulgani, salah satu murid/pengikut Bung Karno yang pernah jadi jubir usman usdek (Urusan Manifestasi Politik, UUD, Sosial, Demokrasi) mengatakan bahwa organisasi itu perlu kader atau dalam bahasa perancis disebut cadre yang artinya frame atau bingkai.
Menurut Yulianto, agar organisasi kuat, kader itu harus punya militansi dan rasa semangat bersama (spirit de corps), senasib, solidaritas dan saling membantu. Organisasi-organisasi Front Marhaenis (GMNI, PEMUDA DEMOKRAT/GPM, KESATUAN BURUH MARHAENIS, LEMBÀGA KEBUDAYAAN NASIONAL, PETANI, IKATAN SARJANA REPUBLIK INDONESIA, PERWANAS) pada jamannya dikenal sebagai organisasi yang mempunyai kader kader militan dan mempunyai semangat korsa yang tinggi.
Terbukti ditindas regim Soeharto/ORBA dengan desoekarnoisasinya selama 32 tahun lebih, organisasi-organisasi front marhaenis tetap eksis sampai sekarang, Untuk mengontrol massa dari organisasi-organisasi yang kritis, kemudian regim ORBA menerbitkan paket UU politik yang sàlahsatunya adàlah UU nomor 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan.
“Didalam UU tersebut ada klausul independensi organisasi yang tujuannya memisahkan anggota ormas dari partai politik. Anggota organisasi “dipaksa” menjadi massa mengambang. Tujuan dari UU nomor 8/1985 itu berhasil. Bahkan sampai sekarang masih hidup di alam bawah sadar dari para anggota dan pimpinan ormas-ormas tidak terkecuali ormas dari Front Marhaenis.”ungkap Yulianto
Lebih Lanjut Yulianto mengungkapkan, bahwa dalam teori organisasi, dua orang atau lebih membentuk atau masuk ke dalam suatu organisasi karena adanya kesamaan keyakinan batin (Value/norma/nilai) dan atau kesamaan kepentingan pragmatis. Oleh karèna adanya kesamaan idiologis dan kesamaan kepentingan yang harus terwujud maka seluruh anggota punya kewajiban untuk berjuang bersama sama.
Sehat dan tidaknya suatu organisasi dapat terlihat dari keaktifan dan kesolidan anggota organisasi tersebut. Organisasi sebagai entitas “hidup” yang didalamnya ada idiologi sebagai “jiwa”nya tentunya mempunyai sikap yang menunjukkan elan vitale guna menghadapi tantangan hidup organisasi tersebut.
Organisasi sebagai “entitas” hidup punya makna bahwa organisasi itu seperti mahluk hidup, ia (organisasi) bisa berkembang secara fisik dengan jumlah anggota yang makin besar dan juga berkembang secara psikis dengan makin dewasa menyikapi perkembangan sosial politik yang ada guna memperjuangkan kepentingan organisasi—utamanya kepentingan anggota.
“Maka semua organisasi pada hari ini pasti menyikapi fenomena sosial politik yang ada, apalagi di era dimana dunia global dan ekonomi sedang tidak baik baik saja. Semua organisasi hari ini juga sedang memaksimalkan energi semangat hidupnya (elan vitale) agar bisa tetap hidup ditengah ketidakpastian politik dan ekonomi. “tukas Yulianto.
Maka menjadi aneh, sambung Yulianto, ketika organisasi Front Marhaenis yang tertindas pada era ORBA, ketika menghadapi pertempuran idiologis yang secara nyata terlihat di konstetasi pemilu 2024 mengartikan diksi “indepedent” sebagai sikap netral terhadap perkembangan dan dinamika politik dengan alasan anggotanya ada diberbagai partai politik. Nampaknya ada beberapa pimpinan organisasi Front Marhaenis yang tidak memahami organisasi sebagai “entitas” hidup sehingga seharusnya mempunyai sikap —yang merupakan perwujudan sikap mayoritas anggota—. Sikap organisasi itu berbeda dengan sikap individu anggota.
Yulianto juga menyampaikan seharusnya para pemimpin organisasi organisasi marhaenis berani lepas dari bayang-bayang regulasi organisasi kemasyarakatan produk Orba soal independensi. Apalagi sekarang regulasi tersebut telah diganti dengan UU nomor 17 tahun 2013.
Maka wacana independensi sudah kurang relevan dibandingkan wacana organisasi memperjuangkan kepentingan idiologi dan kepentingan sosial politiknya yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apalagi pada konstetasi Pemilihan Presiden 2024, dimana salah satu calon Presiden yang akan berkonstetasi adalah kader marhaenis yakni Bung Ganjar Pranowo yang telah merasàkan pahit getirnya perjuangan di era ORBA. Perjalanan kepemimpinan politik bung Ganjar Pranowo sangat bervariasi dari lembaga legislatif hingga eksekutif — Gubernur Jawa Tengah dua periode.
“Hal yang perlu diperhatikan, Bung Ganjar dijadikan bacapres oleh PDIP bukan semata mata keinginan ketua umum PDIP, tetapi lebih dari keinginan rakyat banyak yang tergambar dari hasil survey/polling beberapa lembaga survey dan konsultan politik yang memotret elektabilitas Ganjar di kisaran 32%.”tandas Yulianto.
Sehingga, imbuh Yulianto, pilihan PDIP untuk mencapreskan Bung Ganjar adalah pilihan politik yang sangat rasional secara idiologis maupun politis. Keinginan rakyat dipimpin Presiden Ganjar Pranowo didasarkan oleh sikap, empati dan komitmennya ketika memimpin provinsi Jawa Tengah.
Hal tersebut dibuktikannya dengan berbagai program yang mengangkat ekonomi, harkat dan martabat kaum marhaen, komitmen kuat untuk menjaga NKRI dari rongrongan teroris, radikalisasi dan intoleransi, serta pelaksanaan berbagai program yang terinspirasi ajaran marhaenisme. Keinginan rakyat inilah yang akhirnya mewujud dalam bentuk beraneka organisasi relawan pendukung dan pemenangan Ganjar Presiden di berbagai daerah di seluruh nusantara.
Membanjirnya dukungan rakyat kepada Bung Ganjar merupakan momentum yang belum tentu dua puluh atau tiga puluh tahun lagi terjadi. Ini momentum yang sangat berharga bagi organisasi organisasi Front Marhaenis untuk revival (hidup kembali) dari kondisi mati segan, hiduppun tak mau. Momentum yang berharga untuk mengkonsolidasikan barisan dan menyatukan yang tercerai berai. Momentum yang sangamarhaenist bernilai untuk menerapkan ajaran marhaenisme pada program pembangunan nasional.
“Tetapi semuanya itu akan dapat terjadi bila para pimpinan organisasi organisasi Front Marhaneis punya kesadaran mendorong organisasi front marhaenis bersikap jelas mendukung bung Ganjar Jadi Presiden, bersikap jelas solidaritasnya terhadap perjuangan sesama kader , bersikap jelas semangat jiwa korsa (spirit de’corps).Tanpa kejelasan sikap, solidaritas dan spirit de’corps kepada sesama pejuang marhaenis, maka ruang ruang potensi kekuasaan di sekitar bung Ganjar akan terisi oleh kekuatan kekuatan sosial politik lainnya.”tegas Yulianto.
Diakhir perbincangannya dengan wartawan, Yulianto juga menyampaikan bahwa dirinya melakukan kritik oto kritik terhadap organisasi organisasi Front Marhaenis dimana dirinya menjadi anggota salah satu organisasi berazaskan marhaenisme. yang sedang berusaha bangkit kembali. Maka baginya diksi “independen” yang masih sering diutarakan pada wacana gerakan, merupakan belenggu yang harus dipatahkan.
“Dalam konstelasi politik hari ini, organisasi organisasi Front Marhaenis normalnya sudah semestinya menunjukkan sikap keberpihakannya kepada kader marhaenis yang sedang berjuang menjadi Presiden guna mewujudkan cita cita Bapak Marhaenisme, yakni mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur, karena itu mari kita beersatu, karena BERSATU KITA KUAT – KUAT KARENA BERSATU.”pungkas Yulianto.
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
17 Apr 2026
NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
17 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …
Suryana Korwil Jabar
13 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …
Dewi Apriatin
11 Apr 2026
*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka* Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …
Dewi Apriatin
10 Apr 2026
Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …
- Banyuwangi
07 Apr 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …
21 Nov 2024 1.698 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.401 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.286 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.220 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.215 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
09 Jul 2025 1.176 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.085 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.