Home » Headline » Prabowo Pahamilah Filosofi Siri’ Na Pacce

Prabowo Pahamilah Filosofi Siri’ Na Pacce

Dhio Justice Law 12 Nov 2025 459

Oleh: Ridwan Umar

(Sekjen Gerakan Daulat Bumiputera dan Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Himbauan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat untuk menghormati pemimpin dan mantan pemimpin dengan cara mengangkat setinggi-tingginya kebaikannya dan memendam kekurangannya, masih menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.

Bagi publik, pernyataan Prabowo saat peresmian Pabrik Lotte Chemical Indonesia di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025) tersebut, tentu memiliki makna atau pesan mendalam mengingat posisinya sebagai kepala negara.

Terlebih, himbauan Prabowo itu dibalut dalam kalimat filosofi Jawa, yakni mikul duwur mendem jero atau kurang lebih diartikan memikul (menjunjung) tinggi kehormatan (leluhur, orangtua, guru atau pemimpin) dan mengubur (menyembunyikan atau menutup dalam) aib, kekurangan, kesalahan leluhur, orangtua, guru atau pemimpin. Sampai disitu, tentu publik bisa menerima makna luhur dan mulia dibalik kalimat tersebut.

Namun, kalimat berikutnya yang dilontarkan Prabowo menyinggung kedekatannya dengan mantan Presiden Jokowi yang sedang dikritik keras publik terkait sejumlah dugaan skandal korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), tak pelak membuat geram publik.

Prabowo pun menyebut Jokowi sebagai hopeng (dialek hokkian, Tionghoa yang berarti teman baik). Disisi lain, Prabowo juga menyatakan bertanggungjawab penuh atas kisruh pembayaran hutang proyek kereta cepat Woosh yang diduga ada mark-up dan ditengarai menyeret Jokowi, Luhut dan Erick Thohir.

Prabowo menyatakan akan menggunakan uang rakyat melalui pajak untuk melunasi hutang Indonesia kepada China terkait proyek kereta cepat Woosh.

Pernyataan itupun dimaknai publik sebagai upaya Prabowo untuk ‘pasang badan’ melindungi Jokowi, keluarganya dan kroninya yang diduga terseret sejumlah kasus KKN dan dugaan kebohongan publik serta pelanggaran konsitusi terkait ijazah Presiden Jokowi dan sang anak Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat wapres. Kini, kasus ijazah Jokowi telah menjadikan Rismon Cs sebagai tersangka fitnah dan sebelumnya Gus Nur dan Bambang Tri telah dibui.

 

Raja Majapahit Tak Anti Kritik

Baca Juga :  BEI-Nasdaq Kerja Sama Perkuat Teknologi Pasar Modal

Jika kritik rakyat yang dilontarkan kepada pemimpinnya dimaknai sebagai sikap tidak sopan atau tidak menghormati pemimpin dan dianggap bertentangan dengan filosofi mikul duwur mendem jero, maka mari kita coba bercermin pada kisah legendaris Raja Majapahit Hayam Wuruk.

Dikisahkan, seorang pejabat tinggi keagamaan Buddha bernama Mpu Prapanca mengkritik sang Raja Hayam Wuruk penganut agama Hindu Siwa karena diangap tak adil pada rakyatnya.

Raja Hayam Wuruk yang beragama Hindu Siwa lebih mementingkan pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah Umat Hindu Siwa. Lalu, Mpu Prapanca mewakili umat Buddha mengirim surat kepada Raja Hayam Wuruk sebagai bentuk ‘protes’ atau kritik. Menerima kritik dari bawahannya yang mewakili sebagian rakyatnya itu, Raja Hayam Wuruk tidak tersinggung apalagi marah. Dengan bijak, Raja Hayam Wuruk bukan hanya menerima kritik itu, tapi langsung menindaklanjuti dengan bersikap adil soal pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah semua agama yang dianut rakyatnya.

Di sisi lain, dalam budaya Jawa juga dikenal tapa pepe atau ritual mengadu kepada raja. Tradisi tapa pepe di Kraton Yogyakarta Hadiningrat merupakan perwujudan dari sikap jiwa besar dari sang raja yang mau mendengar keluhan rakyatnya.

Rakyat atau abdi dalem berhak menyampaikan keluhan atau aspirasi langsung kepada sang raja dengan menggelar tapa pepe, caranya duduk berjemur di bawah terik matahari di Alun-alun Kraton.

Ritual tapa pepe ini, tampaknya ada kemiripan dengan cara mahasiswa atau masyarakat yang menggelar aksi protes di depan gedung parlemen atau kantor pemerintahan.

Maka sepatutnya, pemimpin negeri ini bisa mencontoh para leluhur yang bijak dalam memimpin. Pemimpin sejati tak boleh marah apalagi represif juga tak boleh sekedar mendengar tapi menindaklanjuti keinginan rakyatnya dengan penuh tanggungjawab.

 

Filosofi Siri’ Na Pacce

Sebenarnya, setiap leluhur suku-suku di negeri tercinta ini telah mewariskan nilai-nilai luhur nan mulia bagi penerusnya. Tak satupun nilai buruk yang diajarkan, bukan hanya untuk kemaslahatan suku atau golongan tapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Baca Juga :  Polri Gelar Perkara Awal Dugaan Laporan Palsu Dalam Kasus Vina

Akan halnya suku Bugis – Makassar yang memegang teguh falsafah hidup siri’ na pacce. Dalam lontara La Toa yang berisi petuah-petuah (paseng), makna siri’ adalah harga diri atau kehormatan atau bisa bermakna pernyataan sikap yang tidak serakah terhadap kehidupan duniawi. Sedangkan makna pacce adalah rasa empati atau soliditas terhadap sesama anggota komunitas yang dalam konsep bernegara bisa dimaknai soliditas sesama anak bangsa.

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, suku Bugis- Makassar dituntut memiliki keberanian, pantang menyerah sehingga memiliki orientasi yang sanggup menghadapi semua tantangan hidup.

Karena itu, suku Bugis – Makassar berpedoman pada paseng leluhur yakni senantiasa berkata benar (ada’ tongeng), jujur atau bersikap lurus (lempu), memiliki sikap, keyakinan dan pendirian (getteng), saling menghormati (sipakatuo), pasrah/tawakkal pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa (mappesona ri dewata seuwae).

Itulah wujud dari filosofi siri’ na pace yang dipegang teguh suku Bugis – Makassar untuk menjaga kehormatan dan soliditas antarsesama. Seorang keturunan Bugis – Makassar harus berani mengatakan kebenaran dihadapan pemimpin. Sebaliknya, pemimpin harus berani menanggung resiko dari kesalahan yang telah dilakukan, misalnya dengan meminta maaf atau mengundurkan diri dan menanggung dampak hukum atas perbuatannya. Pemimpin tak boleh larut dan haus pujian.

Bercermin dari hal di atas, maka pemimpin sejati itu tidak anti kritik dan pantang berlindung dibalik filosofi mulia leluhur demi mempertahankan kekuasaan. Demi harga diri, seorang pemimpin sejati harus mengutamakan kemaslahatan bangsa diatas kepentingan hopeng, kelompok dan keluarga.

Maka, selayaknya Presiden Prabowo lebih memahami filosofi dari berbagai suku di negeri ini, termasuk siri’ na pacce dari Bugis – Makassar.

 

Wallahu a’lam bishawab

(Tulisan ini disari dari beragam sumber)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

x
x