Home » Nasional » daerah » Selamatkan Nasta Dengan Tidak Mencoblos 01, Rusma Yul Anwar dan Tim Terang – terangan Bilang Tidak Butuh Wakil Bupati 

Selamatkan Nasta Dengan Tidak Mencoblos 01, Rusma Yul Anwar dan Tim Terang – terangan Bilang Tidak Butuh Wakil Bupati 

Primadoni,SH 16 Nov 2024 132

Painan, Nasional pos.com — Pasca debat tanggal 14 November 2024 kemarin yang diselenggarakan di Hotel Mercury Padang oleh Stasiun Televisi Padang TV, banyak kalangan prihatin dengan Nasta Oktavian calon Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 dengan pernyataan dari calon bupatinya pada segmen terakhir.

Pada segmen terakhir debat tersebut merupakan kata – kata pemungkas dari kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pesisir Selatan yang dimulai dari Paslon nomor urut 02, kemudian dilanjutkan dengan kata – kata pemungkas paslon nomor urut satu.

Untuk kata – kata pemungkas paslon 01 tersebut terdengar dengan jelas dan lantang calon bupati 01 RusmanYul Anwar mengatakan bahwa pada tanggal 27 November mendatang masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan akan memilih Bupati dan Wakil Bupati, namun yang dipilih itu adalah Bupati yang mengambil kebijakan.

” Terimakasih, ini adalah debat kita yang terakhir, Saya mengingatkan kita semua yang hadir, baik pendukung paslon 01 maupun paslon 02 dan seluruh masyarakat Pesisir Selatan yang berkesempatan menonton, baik secara Live maupun secara langsung kegiatan ini, saya mengingatkan kembali bahwa pada tanggal 27 November 2024 ini kita memilih Bupati dan Wakil Bupati, bukan memilih wakil bupati yang mengambil kebijakan tapi bupati yang mengambil kebijakan, ” katanya

Baca Juga :  Pengamat : Siapapun Pemenang Pilpres 2024 Bakal Hadapi Pekerjaan Rumah Tak Ringan

Kata kata pemungkas paslon 01 tersebut dilanjutkan oleh calon wakil bupati, Nasta Oktavian, sehingga Nasta nampak tidak focus dengan mengatakan tetap sejuk sampai tanggal 27 Desember.

Jadi banyak penonton debat bertanya tanya saat itu, ” mungkin yang dimaksudkan Nasta adalah tanggal pencoblosan, tapi kok tanggal 27 Desember, sedangkan hari pencoblosan tanggal 27 November, ” ujarnya penasaran.

Seperti diketahui pada kampanye dilapangan Bola Koto Baru Bayang Utara, Tim kampanye 01 Aprial Abas yang akrab disapa Buya Piyai tersebut mengatakan bahwa kita tidak butuh wakil bupati, yang kita butuhkan bupati.

Baca Juga :  Siaga Bencana Hidrometeorologi Basah di Jawa Timur, Kepala BNPB : Waspada Puncak Musim Hujan Di Bulan Februari

Pernyataan Buya Piyai tersebut juga dilontarkan di saat kampanye bersama Nasta Oktavian, hal tersebut membuat masyarakat banyak hiba terhadap Nasta.

Dengan pernyataan dari calon bupati dan tim kampanye 01 timbul tagar selamatkan Nasta dengan tidak Mencoblos 01.

Dirunut dari Pilkada sebelumnya, kala itu Rusma Yul Anwar berpasangan dengan Rudi Hariansyah, bahwa ia sangat membutuhkan sosok Rudi Hariansyah, namun belum separoh perjalanan masa pemerintahannya bupati dan wakil bupati tersebut tampak tidak harmonis.

Kemudian pada tahun 2023 kemarin Rudi Hariansyah mundur dari jabatannya sebagai wakil bupati dengan alasan maju pada Pileg DPR RI. Kemunduran Rudi dari jabatannya sebagai wakil bupati menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Don

 

Tags :

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
BAZNAS Pesisir Selatan Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Nagari Painan

Primadoni,SH

03 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com –– Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Selatan, Yose Leonardo, SH., M.Kn., menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga yang membutuhkan di Nagari Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (3/6/2026). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Nagari Painan, Bambang Sriyanto, di Kantor Wali Nagari Painan. …

Pengukuhan dan Pelantikan LPM Kelurahan Se-Kecamatan Kiaracondong Masa Bhakti 2026–2031

Suryana Korwil Jabar

03 Jun 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Kecamatan Kiaracondong menggelar Pengukuhan dan Pelantikan Ketua dan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan se-Kecamatan Kiaracondong masa bhakti 2026–2031 dengan tema “Meningkatkan Sinergitas dan Peran LPM dalam Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026). Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

x
x