Home » Headline »

Dhio Justice Law 03 Agu 2025 251

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)

 NasionalPos.com, Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada Thomas Trikasi Lembong (Tom Lembong) dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto memunculkan pro kontra di tengah publik. Sebagian public khususnya pegiat anti korupsi dan akademisi menilai keputusan Prabowo itu tak layak diberikan kepada Tom Lembong dan Hasto lantaran  terkait kasus korupsi. Lain halnya, jika terkait kasus politik. Karenanya, keputusan itu dikawatirkan akan membawa preseden buruk terhadap upaya pemberantaaan korupsi yang lantang disuarakan oleh Prabowo sendiri.

Terlepas dari polemik itu, tampaknya keputusan Prabowo itu berdasarkan pertimbangan politik untuk menjaga stabilitas sekaligus pencitraan. Bahkan ada yang menilai, hal itu tak lebih dari bargaining politik semata. Mengingat, posisi Hasto yang masih menduduki Sekjen PDI-P pemilik mayoritas kursi di parlemen dan Tom Lembong bagian dari pendukung  Anies Baswedan, dimana pendukung Anies mayoritas merupakan kelompok atau aktivis Islam. Dengan demikian, Prabowo telah merangkul kelompok nasionalis (PDI-P) dan kelompok Islam untuk menjaga stabilitas pemerintahannya.

Sikap Kompromi Prabowo

Apakah dengan begitu, maka perjalanan rezim Prabowo akan mulus? Jawabannnya, belum tentu. Sikap menjaga keseimbangan dengan tetap merangkul orang-orang yang dinilai mayoritas publik sebagai kelompok benalu di kabinetnya justru akan menjadi bumerang.

Diketahui, di jajaran kabinet Prabowo terdapat sejumlah menteri yang diduga terseret kasus hukum. Sebut saja diantaranya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi yanr diduga terkait kasus judi online, Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan terkait kasus suap alih fungsi hutan di Prop. Riau, Menpora Ario Bimo Nandito Atiotedjo terkait kasus menara BTS, dan Wamen Hukum Edward Omar Syarif Hiariej terkait kasus suap dan gratifikasi.

Baca Juga :  Komnas Disabilitas Sampaikan Catatan Kritis RUU Kesehatan

Ironisnya, Prabowo yang kerap bersuara lantang akan menyeret para koruptor ke meja hijau, bahkan sampai ke Antartika pun akan dikejar para maling uang rakyat itu, nyatanya memberi karpet merah kepada mereka.

Bagaimana mungkin program Asta Cita yang diusung Prabowo bisa berjalan jika sejumlah menterinya dinilai publik tak berintegritas. Rakyat tak akan mau mendengar, mengikuti saran apalagi arahan dari pemimpin yang tak dipercaya.

Kabinet Prabowo Mulai Pecah

Selain diisi sejumlah orang dinilai publik tak berintegritas, kabinet Prabowo juga dipenuhi orang-orang tak memiliki kapasitas dan kapabilitas. Salah satu bukti, saat Presiden harus turun tangan selesaikan sengketa antara Aceh Vs Sumut soal klaim 4 pulau. Konflik yang nyaris berujung konflik antar daerah itu, muncul lantaran 4 pulau milik Aceh diklaim Pemprov Sumut yang didukung Kemendagri, dimana Tito Karnavian sebagai Mendagri.

Begitupun dengan masalah tambang di Kab. Raja Ampat, Papua yang menimbulkan protes warga hingga mengundang perhatian internasional. Presiden harus turun tangan dengan mencabut 4 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah tersebut. Dengan turun tangannya Presiden menunjukkan ketidakmampuan menteri terkait yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Bahkan, kini kabinet Prabowo tampaknya sudah tidak solid lagi. Seperti diungkapkan oleh aktivis senior Syahganda Nainggolan bahwa ternyata hingga hampir setahun ini, di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tidak ada penyerapan anggaran atau nol serapan anggarannya. Syahganda menyebut informasi itu diperoleh langsung dari Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.”Saya kemarin ketemu Fahri Hamzah, dua hari lalu di Hotel Grand Melia. Dia (Fahri Hamzah) bilang tidak ada penyerapan anggaran, nol dia bilang di Kementerian Perumahan. Jadi, yang diklaim oleh Kementerian (Perumahan dan Kawasan Permukiman) itu adalah kebohongan publik,” ungkap Syahganda di channel YouTube Forum Keadilan.

Baca Juga :  FSAB MUDA : Hari Anti Korupsi Dunia 2022 Momentum Memassifkan Pembudayaan Anti Korupsi Wujudkan Indonesia Pulih Bersatu Lawan Korupsi

Syahganda yang dikenal dekat dengan Politisi senior Gerindra Dasco itu menambahkan, pernyataan Fahri itu didengar oleh aktivis lain, diantaranya Bursa Sarnubi dan Hariman Siregar.

 Nah, jika informasi itu benar, maka publik bisa menilai jika saat ini kaibinet Prabowo sudah tak solid bahkan pecah. Fahri Hamzah, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman membongkar sendiri borok kementeriannya dan itu sekaligus menunjukkan ketidakmampuan Maruarar Sirait sebagai Menteri Perumahan dan Permukiman. Pernyataan Fahri itu juga sama saja membuka borok kabinet Prabowo. Bukan hal mustahil, jika hal yang sama terjadi di kementerian atau lembaga pemerintah lainnya.

 Publik yang selama ini telah bersabar memberi kesempatan kepada Prabowo untuk membenahi kabinetnya dengan membersihkan dari para benalu, tampaknya mulai kehabisan kesabaran. Isu revolusi sosial kini menghantui rezim Prabowo jika tak segera mengambil langkah selamatkan kehidupan bangsa.

Wallahualam bissawab.

(Tulisan ini digali dari beragam sumber) (*)

 

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x